Peluang Usaha Membangun Bisnis Travel Umroh Murah

Peluang Usaha Membangun Bisnis Travel Umroh Murah
Peluang Usaha Membangun Bisnis Travel Umroh Murah

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berzikir kepada Allah di Masy’arilaharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”

(QS. Al-Baqarah: 198)

Peluang Usaha Membangun Bisnis Travel Umroh Murah
Peluang Usaha Membangun Bisnis Travel Umroh Murah

========================================================================

INFO PAKET UMROH MURAH DESEMBER – RAMADHAN

HUBUNBGI: H. SUDJONO AF – 081388097656 WA

========================================================================

            Saya berani mengatakan bahwa bisnis umroh adalah salah satu usaha yang cukup menarik. Sebelum saya membuka usaha umroh pada tahun 2008, saya sempat menjadi marketer paket perjalanan umroh dari sebuah travel besar. Dari situ saya dapat melihat bahwa travel umroh yang menjadi mitra saya tidak pernah kehabisan jemaah dan saya mendapatkan penghasilan menaarik setiap bulannya.

Orang boleh berkomentar jika ekonomi Indonesia sedang lesu. Seorang pengamat ekonomi berkomentar, “Kondisi negara kita memprihatinkan.” Hanya kadang saya suka berpikir, apa iya? Lihat saja sekeliling Anda. Mobil semakin hari semaakin memenuhi jalan. Suatu hari, saat berjalan kaki di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, saya hampir tiga kali ditabrak mobil Alphard yang harganya hampir 1 Millyar tapi banyak berkeliaran di jalanan ibu kota. Kendaraan keluaran terbaru menjamur dan bertebaran dimana-mana. Rumah-rumah dan apartemen begitu mudahnya terjual seperti kacang goreng, meskipun harganya di atas Rp 300 jutaan. Mall tidak pernah kehabisan pengunjung. Indonesia merupakan pasar Blackberry terbesar di dunia. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi jika orang Indonesia kesulitan ekonomi?

Saya memiliki saudara yang berprofesi sebagai petani kakao di Sulawesi Selatan. Jika mengunjungi rumahnya mungkin Anda akan memandang sebelah mata, terkesan kuno. Ia punya televisi tabung dan kulkas lama. Pakaian yang ia kenakan sederhana dan jarang menggunakan deodoran, paling hanya bedang yang kadang terlihat menempel tidak rata di lehernya. Tetapi, saya terkaget-kaget ketika mengetahui ia mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana di Jakarta. Putranya tidak pernah merasakan tersiksanya berdesak-desakan di bus kota karena ayahnya membelikan sebuah mobil Toyota Yaris. Penampilan anaknya bahkan lebih gagah daripada ayahnya dan saya.

Saya yakin pendapatan dan daya beli orang Indonesia cenderung lebih baik daripada 10 tahun yang lalu. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, biaya umroh bukan lagi sesuatu yang menguras dompet. Beberapa orang yang saya berangkatkan ke Tanah Suci adalah petani yang biasanya kita anggap kalangan dengan ekonomi sulit.

Indonesia merupakan negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia sehingga menjadi pasar yang cukup besar bagi layanan travel umroh. Tidak heran jika seorang pengusaha asal Perancis begitu bersemangat mendengar penjelasan saya mengenai prospek bisnis umroh. “Apakah saya boleh membuka bisnis ini di sini?” tanyanya. Saya meresponnya dengan sumringah. Bagi sejumlah orang Indonesia, umroh adalah pilihan sambil menunggu waktu keberangkatan haji tiba. Pasalnya, masa tunggu haji di Indonesia sangat panjang, berkisar antara 7 sampai 25 tahun. Orang yang sudah pernah berangkat haji pun memilih umroh untuk mengobati kerinduan terhadap Tanah Suci.

“Saya ingin umroh dulu saja Pak, karena saya baru bisa naik haji tujuh tahun lagi,” kata pria asal Tangerang yang usianya sudah mencapai kepala lima.

“Saya sudah tak sabar merasakan senangnya menjejakkan kaki di Tanah Suci. Lalu, berapa biaya yang harus saya bayar, Pak?”

“Hanya Rp 12 juta,” jawab saya sambil menampilkan senyum ramah khas saya.

Ia berdehem, membuat saya berpikir bahwa angka tersebut cukup mahal untuknya. “Ssaya mendaftar lima orang.”

“Maaf, Pak. Benar untuk lima orang?”

“Lho, bapak tidak percaya? Kami mau umroh sekeluarga, mumpung uang hasil penjualan tanah masih tersisa. Ternyata biaya umroh tidak mahal ya,” katanya sambil menunjukkan wajah cerah dan membusungkan dada. Saya tersenyum ceria mendengarnya. Sebulan kemudian saya memberangkatkan sang bapak beserta istri dan ketika anaknya.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya dari kelas menengah, biaya umroh cukup terjangkau. Ketika pasar cukup luas dan daya beli ada, maka ini berarti good business dan menjadi penyebab mengapa bisnis travel, khususnya biro umroh tumbuh dengan marak setiap tahunnya. Tak sampai di situ, untuk menarik minat para jemaah, biasanya pengusaha travel menggunakan media online seperti media sosial, blog, dan website sebagai media pemasaran. Selain murah dan tidak memerlukan waktu yang lama, sarana promosi seperti ini membuat nama usaha travel semakin terkenal. Lewat internet, semua orang akan mengetahui siapa mereka dan bagaiamana mereka bekerja. Dengan situs yang didesain secara profesional, calon jemaah akan yakin untuk memakai jasa travel umroh yang mereka pilih. Jika Anda sedang memikirkan sebuah ide bisnis cemerlang, saya menyarankan untuk mencoba memulai bisnis umroh. Bisnis ini bisa mejadi salah satu bagian dari ide-ide cemerlang tersebut.

Meskipun jasa penyedia umroh semakin bertambah jumlahnya, masing-masing biro travel umroh tidak kesulitan mendapatkan jemaah, apalagi yang sudah berpengalaman selama  bertahun-tahun. Bagi mereka yang memiliki uang cukup, umroh bahkan dipandang sebagai ibadah rutin yang kadang-kadang mereka lakuka setiap tiga atau empat bulan sekali. Menarik bukan? Bisnis travel umroh bisa menjadi bisnis yang menggiurkan bagi Anda dan keluarga. Anda tidak perlu merasa ragu untuk memulai bisnis travel haji dan umroh karena saya memiliki beberapa fakta yang dapat membuat Anda lebih percaya diri untuk mendirikan bisnis tersebut.

Jumlah Jemaah Umroh yang Terus Meningkat

Jumlah Jemaah Umroh yang Terus Meningkat
Jumlah Jemaah Umroh yang Terus Meningkat

           Rasulullah bersabda, “Barang siapa memiliki kelebihan harta serta kendaraan yang bisa membawanya ke Baitullah tetapi tidak melaksaakan haji maka dia matinya sebagai Yahudi/Nasrani.” (HR At Tirmidzi 812). Maka berbondong-bondonglah masyaraakat muslim melakukan ibadah haji untuk memenuhi panggilan-Nya sekaligus menyempurnakan Islam mereka.

Indonesia yang merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak pernah sepi memberangkatkan para jemaah haji. Sampat saat ini, jumlah jemaah haji Indonesia semakin meningkat, dari hari ke hari bisa mencapai 100.000 orang per bulan. Dalam keadaan krisis sekalipun, jumlah jemaah haji terus meningkat. Sayangnya, karena menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, waktu tunggu untuk keberangkatan haji di Indonesia menjadi semakin lama. Kita tidak pernah tau umur kita di dunia. Oleh karena itu, banyak warga negara Indonesia yang menjadikan umroh sebagai ibadah alternatif.

Umroh dapat dilakukan kapan saja kecuali pada tanggal-tanggal tertentu. Konon saat ini jemaah Indonesia merupakan jemaah terbesar yang melakukan perjalanan ibadah umroh. Sesuai data yang saya ketahui, saat ini setiap bulannya pemerintah Saudi menerbitkan visa umroh sekitar 100 ribu khusus untuk jemaah Indonesia, begitu pula data yang ada di Departemen Agama. Jumlah tersebut selalu meningkat meskipun beberapa waktu lalu sempat ada pengurangan kuota keberangkatan dikarenakan perluasan kompleks Masjidil Haram yang dilakukan oleh pihak Saudi, tetapi itu tidak menjadi kendala yang berarti. Dengan demikian, peluang dan prospek bisnis travel, khususnya travel haji dan umroh, dapat dikatakn cukup bagus.

Sekitar 80% Rakyat Indonesia adalah Umat Muslim yang Semuanya Berniat Berangkat Umroh

Rakyat Indonesia adalah Umat Muslim yang Semuanya Berniat Berangkat Umroh
Rakyat Indonesia adalah Umat Muslim yang Semuanya Berniat Berangkat Umroh

            Menurut data statistic, umat muslim di Indonesia telah melebihi 80% dari jumlah penduduk sekitar 200 juta jiwa. Walaupun tidak ada jaminan 80% penduduk muslim tersebut akan melakukan ibadah haji, tetapi melihat persentasenya yang tinggi saja merupakan alasan yang bagus untuk menjalankan bisnis umroh dan haji. Dulu, saat pertama kali saya ingin memulai bisnis ini, saya pernah berpikir, “Apakah dengan jumlah penduduk muslim sekitar 80%, peluang bisnis yang tercipta cukup bagus? Karena di luar sana sudah banyak sekali agen travel yang menawarkan bisnis serupa.” Namun dengan keteguhan hati, akhirnya saya memberanikan diri untuk mendirikan travel umroh. Dengan travel umroh yang saya miliki sekarang, saya mendapatkan pundi-pundi penghasilan, sekaligus menjadi ibadah gratis yang dapat saya lakukan kapan saja saya mau.

Impian-impian saya perihal enaknya memiliki travel umroh sendiri akhirnya tercapai dan dapat saya nikmati. Hal itu terjadi karena saya berhasil memanfaatkan 80% penduduk muslim Indonesia sebagai peluang. Saya tidak lagu memikirkan persaingan pasar, tetapi apa yang dapat travel saya berikan untuk kepuasan dan kenyamanan jemaah.

Anda pun tidak perlu takut kalah bersaing dengan agen travel yang lain. Anda dapat memuat beberapa paket yang menarik dan berbeda dengan agen travel lainnya. Anda bisa memberikan pelayanan lain, seperti harga yang relatif murah dibandingkan dengan harga di agen travel lain, atau apapun yang bisa membuat agen travel Anda dikenal nantinya.

Untuk travel saya, ada banyak hal yang saya lakukan agar bisnis tersebut bisa berdiri dan dikenal luas oleh masyarakat. Saya mencoba menawarkan beberapa paket umroh yang telah saya rancang dan menyebarluaskannya dengan memanfaatkan berbagai media cetak sampai online. Dalam kurun waktu beberapa tahun, travel umroh saya termasuk travel yang patut diperhitungkan karena dalam setahun kami dapat memberangkatkan jemaah umroh ke Saudi sekitar 2000-3000 jemaah.

Bisnis Travel Umroh Tidak Memerlukan Keahlian Khusus

Bisnis Travel Umroh Tidak Memerlukan Keahlian Khusus
Bisnis Travel Umroh Tidak Memerlukan Keahlian Khusus

            “Benarkah bisnis travel umroh itu tidak memerlukan keahlian khusus?” Pertanyaan itu sering kali dilontarkan oleh sebagian orang terutama mereka yang ingin menjalankan bisnis umroh, tetapi masih sangat pemula. Pertama kali saya mendaftar umroh, saya juga bertanya dalam benak saya, “Apakah menjalankan bisnis umroh ini wajib memiliki keahlian khusus atau apakah kita harus jadi ustaz dulu? Pintar berbahasa Arab dulu atau kenalan dengan para pejabat terlebih dahulu?” Sekarang saya tahu bahwa pemikiran saya salah. Setelah saya pulang melaksanakan ibadah umroh itu, saya berkata pada diri sendiri bahwa pasti sangat enak apabila saya bisa melaksanakan ibadah umroh setiap tahunnya. Namun saat pertanyaan yang dulu muncul kembali, saya merasa bahwa jauh lebih enak memiliki travel umroh karena saya dapat umroh kapan saja saya mau.

Saya sempat beberapa kali memperhatikan teman saya yang menjalankan bisnis travel umroh, begitu mudahnya dia mengurus bisnis tersebut. Lagi-lagi pertanyaan serupa menghampiri saya, “Apakah saya bisa menjalankan bisnis tersebut seandainya saya diberi kesempatan?” Saya masih ragu apakah saya dapat menjalankannya atau tidak, sebab saya berpikir unutk menjalankan bisnis ini saya harus bisa berbahasa Arab dan lain sebagainya. Semuanya sulit pada awalnya, baik pengurusan visa umroh, tiket pesawat, booking hotel akomodasi, sampai mencari jemaah tentunya. Apalagi kegiatan ibadah umroh umumnya hanya dapat dilaksanakan oleh kalangan tertentu atau kalangan menengah ke atas atau mereka yang memiliki uang lebih. Ternyata semua dapat berjalan dengan mudah dan lancer kalau kita mengetahui ilmunya. Kita dapat mempelajarinya lebih dulu bertanya kepada yang sudah lebih dulu memulai bisnis tersebut. Tanyakan hal-hal yang bersifat teknik seperti apa saja yang diperlukan, bukan pertanyaan yang bersifat pesimis.

Usaha Travel Umroh Marjinnya Cukup Baik

Usaha Travel Umroh Marjinnya Cukup Baik
Usaha Travel Umroh Marjinnya Cukup Baik

            Saat orang akan memulai suatu bisnis, yang selalu saya dengan adalah berapa sih marjin atau keuntungan yang akan diperoleh? Berapa persen atau berapa banyak? Orang selalu bertanya-tanya, apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai suatu bisnis? Kalau tidak, lalu kapan? Karena selalu bertanya-tanya akhirnya tidak ada aksi, akibatnya mereka tidak pernah bisa memulai bisnis mereka. Namun, saya akan memaparkan sedikit mengani marjin dari bisnis umroh, berapa kira-kria marjinnya untuk setiap jemaah. Keterangan berikut saya dapatkan dari teman saat pertama kali saya ingin menjalankan bisnis umroh. Dari situlah saya dapat mengetahui berapa besar marjin atau keuntungan yang diperoleh dari setiap jemaah.

Marjin dari setiap jemaah sebenarnya antara 7%-15%, namun tergantung keputusan kita. Ada yang mengambil banyak, namun ada pula yang mengambil sedikit tetapi mereka memfokuskan pada kuantitas atau banyaknya jemaah, jadi sama saja. Anggaplah harga biaya umroh per orang paket A Rp 20.000.000,00. Jika kita mengambil 7% dari biaya tersebut, kita mendapat keuntungan Rp 1.400.000,00 per orang, kemudian kita kalikan dengan jumlah calon jemaah yang mendaftar umroh paket A. Satu hal yang pasti, marjin yang diperoleh dalam bisnis umroh bukan hanya berupa materi atau uang, melainkan juga pahala yang berlipat-lipar dari Allah. Itu sebabnya yang kita pikirkan tidak melulu keuntungan pribadi, tetapi juga pelayanan yang terbaik untuk para jemaah.

Kita harus berusaha memberikan fasilitas-fasilitas terbaik bagi para tamu Allah. Jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan calon jemaah, apalagi sampai menipu. Karena sudah menjadi rahasia umum, seiring banyaknya permintaan masyarakat Indonesia untuk berhaji dan umroh, berbagai pihak memanfaatkan momen tersebut untuk menipu. Jika mereka tidak menipu dan melakukan bisnis travel haji dan umroh dengan sebenar-benar dan sebaik-baiknya, mereka juga tidak akan rugi. Memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah akan menambah kepercayaan mereka terhadap travel kita sehingga bisnis kita Insya Allah semakin berkembang.

 

Ibadah Umroh dan Haji Ada hingga Akhir Zaman

Ibadah Umroh dan Haji Ada hingga Akhir Zaman
Ibadah Umroh dan Haji Ada hingga Akhir Zaman

            Melakukan ibadah haji sebenarnya telah disyariatkan oleh Allah sejak zaman Nabi Ibrahim, bahkan sebelum diperintahkan melalui Nabi Muhammad. Oleh karena itu, ritual ibadah haji membuat kita seolah-olah melakukan napak tilas atas sejarah Nabi Ibrahim dan keluargnya. Hal itu karena ritual ibadah tersebut merupakan cerminan kisah perjuangan beliau dan keluarganya semasa hidup yang terus-menerus diberi ujian oleh Allah. Ketika Allah mencintai hamba-Nya, Ia akan memberikan ujian untuk melihat bukti ketakwaan hamba tersebut. Nabi Ibrahim membuktikan hal tersebut saat ia diperintahkan untuk membersihkan Ka’bah akibat banjir Nabi Nuh. Seperti yang terkandung dalam surah QS. Al-Baqarah ayat 125

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadilkanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk, dan yang sujud.

Selesai membangun Ka’bah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyeru manusia untuk melaksanakan haji. Alllah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 26-27 yang berbunyi

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullan (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.

Lalu diserukanlah perintah Allah oleh Nabi Ibrahim

Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan kepadamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu Yang Mahaagung.

Seruan tersebut didengar oleh setiap manusia baik yang sudah lahir maupun yang masih berada dalam sulbi laki-laki dan rahim wanita (manusia yang belum lahir) kemudian disambut oleh orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah bahwa ia akan melaksanakan haji, dengan berkata, “Telah saya penuhi panggilan-Mu, Ya Allah! Telah saya penuhi panggilan-Mu.”

Sepeninggal Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad mulai memperbarui perintah berhaji dengan menunjukkan cara manasik yang benar, salah satunya muncul sai (berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah). Lalu, Allah menurunkan QS. Al-Baqarah ayat 158 saat para sahabat khawatir dengan sai karena pada zaman jahiliyah tempat tersebut penuh dengan berhala. Dengan turunnya wahyu tersebut, Nabi Muhammad telah membersihkan beberapa ritual ibadah haji yang mirip dengan zaman jahiliyah beserta unsur syiriknya.

Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumroh maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Barang siapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

  1. Hakim dan Ibnu Huzaimah mengatakan pada tahun kesepuluh Hijriah, Rasulullah melakukan manasik haji bersama dengan umatnya, kemudian belia bersabda, “Ambillah dariku manasik (tata cara amalan haji) kamu, karena sesungguhnya aku tidak tahu barangkali aku tidak lagi dapat menunaikan haji setelah hajiku ini.” Lalu para sahabat yang berkumpul di sana bergembira mendengar turunnya wahyu tersebut. Mereka saling berkata, “Agama kita telah sempurna!”

Sejak itulah ibadah haji mulai ditetapkan sebagai rukun Islam yang kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim yang telah berkecukupan. Itu berarti ibadah haji akan ada sampai akhir zaman karena ibadah tersebut wajib dilakukan. Allah akan terus menunggu umat-umat-Nya berdatangan ke Baitullah.

Seperti yang kita ketahui bersama waktu tunggu untuk dapat berangkat haji cukup lama sehingga umroh akan menjadi pilihan kedua yang setidaknya dapat mengobati kerinduan umat muslim untuk berkunjung ke Baitullah. Itu karena umroh dapat dilaksanakan kapan saja selain hari-hari yang telah ditentukan seperti 9, 10, 11 Zulhijjah‒tanggal tersebut adalah tanggal untuk melaksanakan haji. Saat ini, pemerintah Saudi telah mempersiapkan diri untuk memanjakan para jemaah dengan melakukan pembangunan kota ibadah termodern di dunia. Pembangunan dan perluasan Masjidil Haram akan dilakukan hingga 2020 dan akan menjadi salah satu kota ibadah termodern yang ada di Saudi Arabia.

Untuk memfasilitasi para jemaah di seluruh dunia agar dapat melakukan ibadah umroh, biro perjalanan wisata atau travel umroh menjadi pilihan yang tepat. Menurut saya, bisnis umroh ini tidak akan ada matinya di Indonesia, artinya bisnis ini bukanlah bisnis musiman. Saya juga beranggapan bahwa bisnis umroh dan haji plus merupakan suatu bisnis dunia dan akhirat, bukan saja bermanfaat bagi calon jemaah tetapi juga bagi kita sebagai pelayan tamu Allah.

Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di dalam hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina.” (Abu Sulaiman Ad-Darony)

Oleh : Abu Hamzah

 

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Ayo Bisnis Umroh. Cara Mudah Membangun Bisnis Travel Umroh Murah “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
Tayamum adalah “bersuci” menggunakan debu tayamum adalah pengganti wudhuk tanpa air yang dibenarkan oleh ajaran
Umroh Murah 2020 Januari Februari Maret April Mulai Rp19,9 Jt. Umrah Murah 2020 2021 2022