Perbedaan Umroh Wajib dan Umroh Sunnah

Umroh adalah mengunjungi atau berziarah ke Tanah Suci – Masjidil Haram, untuk melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah ( ihram, thawaf, sa’i, tahallul ) dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah SAW. Ibadah Umroh juga  disebut juga Haji Kecil.

Ibadah umroh dapat dikerjakan sepanjang waktu kecuali pada musim Haji. Artinya, ibadah umroh dapat dilakukan setiap saat, sepanjang tahun, kecuali di Hari Arafah, atau Hari Raya Qurban yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah, dan hari-hari Tasyrik, (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah), yang hukumnya “makruh tahrim” .

=====================================================================

Info Paket Umroh Murah Desember

Hubungi : H. SUDJONO AF – 081388097656 – WA

=====================================================================

Perbedaan Umroh Wajib dengan Umroh Sunnah
Perbedaan Umroh Wajib dengan Umroh Sunnah

Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh, dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rangkaian rukun ibadah umroh  secara berurutan sebagai berikut:

  • 1. Ihram: miqat umrah. Melantunkan niat umrah dan beriram di miqat yang ditetapkan.
  • 2. Tawaf. Berjalan mengelilingi Ka’bah di Baitullah sebanayk 7 kali putaran
  • 3. Sholat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim
  • 4. Sa’i antara Shafa dan Marwah
  • 5. Tahalul yaitu memotong rambut, baiak sebagaian atau menggundulnya.
  • 6. Tertib

Adapun wajib umrah adalah:

  1. Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  2. Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut
  • Keterangan:
  1. Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
  2. Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutupi dengan DAM
  3. Bersetubuh sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma ‘umrotan atau Labbaika Allahumma bi’umrotin.
  4. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  5. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  6. Sesampai di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
  7. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
  8. Salat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
  9. Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
  10. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  11. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  12. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  13. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah

Umrah dilakukan dengan ihram dari miqat, kemudian Tawaf, Sa’i, dan diakhiri dengan Tahallul (lepas dari pantangan ihram) dengan cara menggunting rambut. Rangkaian ibadah ini disebut Rukun Umrah.

Sedangkan Wajib Umrah adalah berniat untuk melakukan ibadah umrah dari miqat, serta menghindari perbuatan yang diharamkan ketika ihram. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 196 yang artinya:

“Tunaikanlah dengan sempurna ibadah haji dan umrah semata-mata karena Allah…”

Adapun mengenai hukumnya ada beberapa pendapat antara lain menurut Imam Ahmad dan Imam Syafi’i, hukumnya wajib. Menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi, hukumnya Sunat Muakkad (sunat yang dipentingkan).

Umrah disunatkan bagi setiap muslim dan sangat baik jika dilakukan pada bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya:

“Umrah didalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali”.

Pelaksanaan Ibadah Umrah

Tata cara pelaksanaan ibadah adalah Umrah, Mandi, Wudhuk, Ihram dari Miqat, Shalat Sunat Ihram dua rakaat, Niat Umrah dengan membaca:

Labbaik Allahumma Umratan

Artinya:

Aku sambut panggilan-Mu. Ya Allah untuk umrah.

Membaca talbiah serta tawaf di Masjidil Haram, Tawaf, Sa’i antara Shafa dan Marwah, dan Tahallul (cukur) dengan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah tersebut, maka selesailah ibadah umrah.

Inilah Perbedaan Umroh Wajib dan Umroh Sunnah

Paket Umroh Murah Depok Bogor Bekasi Tangerang Jakarta Harga Mulai Rp19,9 Juta
Paket Umroh Murah Depok Bogor Bekasi Tangerang Jakarta Harga Mulai Rp19,9 Juta

UMROH WAJIB.

Umroh Wajib adalah umrah yang dilakukan untuk pertama kalinya dalam kaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Seperti diketahui, dalam melaksanakan ibadah haji kita diwajibkan untuk melakukan ibadah haji dan ibadah umrah dalam satu kesatuan. Umrah yang inilah yang dimaksudkan dengan umrah wajib. Umroh wajib ini sering disebut sebagai umroh Tamattu’

UMROH SUNNAH.

Umrah Sunnah atau kadang disebut Umrah Mufradah adalah ibadah umroh yang bisa dilakukan kapan saja, baik sebelum atau sesudah pelaksanaan ibadah haji. Ibadah umrah ini juga boleh dilakukan diluar musim haji, dimana tata cara pelaksanaannya sama dengan umrah wajib yang termasuk ibadah haji, setelah jamaah  bertahallul maka selesailah ibadah umrah sunat. Adapun yang berbeda adalah dalam hal mengucapkan niatnya, yaitu untuk melakukan umrah sunat. Bagi jamaah yang sudah berada di Mekkah, umrah sunat bisa dilakukan dengan mengambil miqat di Tan’im atau Ji’ranah.

Tan’im yang terletak ditengah jalan raya menuju Madinah, berjarak hanya sekitar 6 km dari Masjidil Haram dapat ditepuh dengan bis umum atau taxi. Jika jamaah menggunakan taxi, sebaiknya dengan perjanjian untuk pulang-pergi, yaitu mulai dari Mekkah ke Tan’im dan kembali langsung ke Masjidil Haram.

Biasanya ongkosnya sekitar 10-15 riyal per orang. Dengan demikian sesampainya di Tan’im, taxi akan menunggu untuk sementara jamaah melakukan persiapan ihram. Adapun persiapan ihram, adalah sebagai berikut: Shalat sunat Ihram, berniat umrah, dengan membaca:

Labbaika Allahumma Umratan

Di Masjid Tan’im telah tersedia tempat untuk mandi, sehingga bagi jamaah yang menginginkannya bisa mandi sunat sebelum memulai ihram. Setelah jamaah berihram dan berniat umrah, lalu langsung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf, Sa’i dan Tahallul.

Jika jamaah memiliki Ji’ranah sebagai tempat miqat, maka yang perlu diingatkan dan diketahui adalah Ji’ranah letaknya lebih jauh dibanding Tan’im, yaitu sekitar 15 km di sebelah timur laut Mekkah, melalui jalan As-Sail yang menuju ke Qarnul Manazil. Jamaah yang kesana dapat menggunakan taxi atau mobil sewa lainnya. Karena agak jauh maka jamaah wanita disarankan pergi berombongan, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Sebagaimana telah diketahui, ibadah Umroh berarti berkunjung ke Masjidil Haram dengan melaksanakan rukun-rukunnya. Adapun yang
Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh.  Jamaah perlu secara sadar untuk berniat melakukan
Persiapan jamaah haji dan umroh. Pada dasarnya, melaksanakan Ibadah Haji adalah kewajiban seluruh umat Islam