Perjalanan Umroh Murah Risalah Madinah Tanggal 25 Desember 2015 – 3 Januari 2016 (3)

Perjalanan Umroh Murah Risalah Madinah Tanggal 25 Desember 2015 – 3 Januari 2016 (3)

Perjalanan Umroh Murah Risalah Madinah, tengah malam kami berangkat ke Masjidil Haram umtuk melakukan rukun umroh yang lain yaitu thawaf, sa’i dan tahalul. Subkhanallah ternyata Masjdidil Haram penuh dengan jamaah umroh. Padat seperti musim haji. Waktu di Madinah saya sudah menerima kabar dari temen yang sudah di Makkah, bahwa Masjidil Haram penuh. Saya tidak mengira sepadat ini. Di pelataran masjid saja banyak jamaah yang duduk-dukuk dan berdzikir.

=================================================================

Umroh Murah Maret : 14 / 22 Maret 2016

Umroh Murah April 12 / 26 April 2016

Harga $1.500 + Rp1 Jt Perlengkapan

H. Sudjono AF : 0813 88097656 | BB 2315A7C3

=================================================================

Thawaf dan Sa’i di Lantai 3

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di depan Masjidil Haram

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di depan Masjidil Haram

Kami tidak bisa masuk ke pintu utama King Fath, karena sudah diborder petugas. Jamaah diarahkan ke pintu sebelahnya menuju lift. Pintu lantai 2 pun sudah ditutup. Jadi kami thawaf di lantai 3 balkon lingkaran tengah halaman Ka’bah. Alhamdulillah baru bulan Mei kemarin saya umroh sehingga tidak gagap terhadap perubahan ini. Saya sampaikan ke jamaah keadaan ini dan kami memulai thawaf setelah membaca doa melihat Ka’bah.

Di garis sejajar Hajar Aswad dan lampu hijau kami memulai thawaf: “Bismillahi Allahu Akbar”, sambil melambaikan  tangan ke arah Hajar Aswad dan mengecupnya, tanda memulai thawaf bersama-sama jamaah umroh dari berbagai belahan dunia.

Putaran thawaf pertama kami mulai dengan doa masing-masing, hingga sampai ke rukun Yamani, kami membaca: Bismillahi Allahu Akbar, sambil melampaikan tangan namun tidak dikecup. Dan dilanjutkan membaca doa sapu jagad sampai ke garis Hajar Aswad. Dari sini kami memulai putaran kedua, dengan doa seperti memulai thawaf yaitu membaca doa: Bismillahi Allahu Akbar, sambil melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad dan mengecupnya.  Begitu kami lakukan sampai 7 putaran.

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di dalam Masjidil Haram

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di dalam Masjidil Haram

Alhamdulillah selama thawaf tidak ada yang batal. Saya membayangkan kalau ada yang batal maka bakal sulit untuk berwudlu, kecuali jamaah bawa bekal air dalam botol kemasan. Karena harus keluar lingkaran balkon dan mencari tempat air zam zam terdekat. Dalam situasi begini rawan jamaah tertinggal rombongan dan akan tersesat. Apalagi yang baru pertama kali.

Dari atas tempat thawaf di lantai 3, terlihat pelataran Ka’bah di lantai 1, ternyata banyak di jaga tentara yang bersenjata. Begitu pun di lantai 3 ini banyak dijaga tentara. Saya berfikir: “Wah sedang ada demo ini. Pantesan pintu ke lantai 1 ditutup”. Belakangan  baru tahu saat sa’i ternyata bukan demo, namun ada tamu kerajaan yang istimewa sedang thawaf, makanya dijaga ketat oleh tentara.

Thawaf selesai kami segera keluar dari balkon lingkaran Ka’bah untuk melakukan sa’i. Di belakang maqam Ibrahim agak jauh, kami melakukan sholat sunah thawaf 2 rakaat, lalu berdoa, dilanjutkan minum air zam zam dengan doa spesial.

Kami menuju tempat sa’i yang ternyata juga lantai 3, sehingga tidak bisa melihat bukit Shofa dan bukit Marwah. Kami berada di atasnya. Kalau mau melihat bukit Shofa dan bukit Marwah harus melongok ke bawah. Doa menaiki bukit shofa kami lantunkan dan doa diatas bukit Shofa pun kami panjatkan. Selanjutnya memulai sa’i dari bukit Shofa menuju bukit Marwah.

Memasuki wilayah lampu hijau jamaah laki-laki melakukan raml atau lari-lari kecil. Saya sering menengok ke belakang melihat kondisi rombongan agar tak tercecer. Mendaki bukit Marwah kami panjatkan doa dan diatas bukit Marwah juga kami latunkan doa. Pada putaran ketiga kami dikejutkan dengan suara gaduh dari belakang kami. Saya menengoknya ternyata ada rombongan tentara yang mengawal tamu istimewa kerajaan sedang melakukan sa’i. Mereka berjalan cepat dengan suara sepatu laras yang keras berderap.

Saya bilang ke jamaah: “Mingir! Minggir!” sambil mendorong jamaah ke pinggir agar tidak tertabrak. Pengawal rombongan tampak senang kami segera minggir. Sebagian pengawal memberi acungan jempol dan pengawal lain yang berpapasan di sebelah saya tampak tersenyum riang.

“Sudah. Sudah…Mari kita lanjutkan sa’i. Itu tamu istimewa kerajaan,” jelas saya setealah mereka berlalu. Jamaah pun seolah melupakan kejadian tersebut dan melanjutkan sa’i.

Dalam perjalanan putaran ke-5 kami mendengar adzan dilantunkan. Ini adalah adzan pertama dini hari di Masjidil Haram berarti sekitar 1,5 jam lagi akan dikumandangkan adzan subuh. Di Masjid Nabawi dan di Masjidil Haram, adzan dini hari memang dilakukan dua kali. Perjalanan sa’i dari bukit Shofa ke bukit Marwah kami lakukan 7 kali, sehingga berakhir di bukit Marwah.

Usai putaran ke-7 kami minta kepada seseorang yang berada di bukit Marwah untuk melakukan tahallul. Kres.., kres.., kres.., rambut saya pun dipotong untuk tahallul. Alhamdulilah seluruh rangkaian umroh pun selesai. Saya lantas mentahallulkan jamaah satu per satu. Bahkan banyak jamaah luar negeri yang minta ditahallulkan.

Alhamdulillah. Saya lantas meminta jamaah untuk sujud syukur dan berdoa atas lancarnya perjalanan umroh dalam kondisi yang sehat wal afiat semua. Selanjutnya menunggu adzan subuh, sambil leyeh-leyeh di seputaran bukit Marwah.

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di dalam Masjidil Haram

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah bersama jamaah dunia di dalam Masjidil Haram

Usai shalat subuh saya mencari jalan keluar menuju pelataran Ka’bah di lantai 1 agar bisa menerangkan seluk beluk Ka’bah. Bersyukur, ternyata pintu dan lift menuju lantai 1 di depan tempat sholat dibuka. Kami menuruni lift menuju lantai 1, lalu mampir ke bukit Marwah dan bukit Shofa di lantai 1 yang sudah ditutup dengan kaca. Selanjutnya muter jalan menuju pelataran Ka’bah sambil menjelaskan seluk beluk Ka’bah yang ada di depan mata langsung.

Hari itu jadwal kami istirahat dan memperbanyak sholat mandiri ke Masjidil Haram. Ternyata beberapa jamaah malah sudah thawaf lagi dan berusaha mencium Hajar Aswad, doa di Multazam dan sholat di Hijir Ismail. Di hotel mereka bercerita dengan penuh semangat dan antusias. Saya tersenyum dan menyampakan: “Kalau sudah begitu, perbanyak istigfar dan bersyukur”.

Jamaah Umroh Murah Risalah Tour City Makkah

Jamaah Umroh Murah Risalah Madina di Jabal Tsur

Jamaah Umroh Murah Risalah Madina di Jabal Tsur

Hari berikutnya kami melakukan tour city ke temoat-tempat ziarah di seputar kota Makkah. Lokasi yang kami kunjungi adalah jabal Nur, jabal Tsur, Goa Hiro, Padang Arofah, Masjid Namiroh dan tentunya jabal Rahmah. Tempat ziarah di Mina hanya kami lewati karena memang tidak masuk. Terakhir adalah menuju Masjid Ji’ranah untuk melakukan umroh ke-2. Miqot dari Ji’ranah.

Suasana di Masjid Ji’ranah memang sangat ramai, kamar mandi terbatas sehingga banyak jamaah yang berwudlu di luar dengan membeli air dari penjual setempat. Harganya 1 jurigen kecil 3-5 Real.

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah di Masjid Namiroh Arofah

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah di Masjid Namiroh Arofah

Setelah semua siap, jamaah secara mandiri sudah bisa niat umroh sendiri-sendiri di Masjid Ji’ranah. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke hotel untuk bersiap melakukan ibadah umroh lagi. Ibadah umroh kedua ini bisa untuk dirinya sendiri atau membadalkan untuk orang-orang tercinta, khususnya orang tua yang sudah meninggal. Sebagai bukti hormat dan bhakti anak kepada orang tua.

Jamaah Umroh Murah Risalah Madina di Masjid Namiroh

Jamaah Umroh Murah Risalah Madina di Masjid Namiroh

Alhamdulillah ibadah umroh kedua ini mendapatkan pelataran Ka’bah di lantai 1 waktu thawaf sehingga jamaah tambah semangat saja. Rangkaian rukun-rukun umroh pun dijalani dengan lancar hingga selesai tahallul. Berarti tinggal satu tugas lagi yaitu thawaf wada’ atau thawaf perpisahan untuk berpamitan kembali ke tanah air, nanti menjelang pulang. Saya menyarankan kepada jamaah thawaf wada’ bisa dilakukan sendiri-sendiri atau group kecil per kamar, sehingga lebih praktis.

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinahdi Jabal Rahmah

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinahdi Jabal Rahmah

Saya sendiri dengan beberapa jamaah sehari sebelum pulang melakukan thawaf sunah sekaligus mengusap rukun Yamani, berusaha meraih Hajar Aswad, berdoa di Multazam dan sholat serta doa di Hijir Ismail. Alhamdulillah semua terlaksana atas kemudahan Allah SWT. Jamaah yang bersama saya pun merasa bahagia bisa melakukan sunah-sunah itu semua.

umroh murah, umroh maret, umroh april, umroh mei, umroh juni, umroh ramadhan, umroh desember, umroh iktikaf, umroh januari, umroh februari, umroh murah 2016, paket umroh umroh, biaya umroh murah, paket

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah persiapan miqod Masjid Ji'ronah

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah persiapan miqod Masjid Ji’ronah

umroh, biaya umroh

Bersambung…

=================================================================

Umroh Murah Maret : 14 / 22 Maret 2016

Umroh Murah April 12 / 26 April 2016

Harga $1.500 + Rp1 Jt Perlengkapan

H. Sudjono AF : 0813 88097656 | BB 2315A7C3

=================================================================

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah di pondokan haji Mina

Jamaah Umroh Murah Risalah Madinah di pondokan haji Mina

Similar Posts:

By |2016-02-04T14:21:24+00:00February 4th, 2016|Uncategorized|

Leave A Comment