Perlengkapan Yang Wajib Dipersiapakan Oleh Calon Jamaah Haji Yang Siap Berangkat

Inilah printilan perlengkapan yang wajib Anda persiapakan bila waktu berangkat ibadah haji semakin dekat. Tinggal sebulan lagi.

Persiapan pemberangkatan ibadah haji di asrama haji
Persiapan pemberangkatan ibadah haji di asrama haji

Daftar isi Artikel Perlengkapan Yang Wajib Dipersiapakan Oleh Calon Jamaah Haji Yang Siap Berangkat:

  • Pakaian Pria
  • Pakaian Wanita
  • Perlengkapan Mandi dan Cuci
  • Bahan Makanan Jika Dianggap Perlu
  • Perlengkapan Masak Ringan
  • Obat Obatan Untuk Jaga-jaga
  • Perlengkapan Keperluan Sehari-hari

Sebelum berangkat inventarisasikan dulu barang-barang yang akan dibawa. Sebenarnya masing-masing orang akan mempunyai kepentingan yang berbeda tetapi perlengkapan yang standart dan umumnya dibutuhkan oleh jamaah haji dalam perjalanan yang akan berlangsung kurang lebih satu bulan itu adalah sebagai berikut:

  • Pakaian dan perlengkapannya.
  • Perlengkapan mandi dan mencuci.
  • Perlengkapan makan dan memasak.
  • Obat-obatan.
  • Ziarah, perlengkapan.
  • Buku dan alat tulis.
  • Tidur, perlengkapan.
  • Kamera foto, atau video.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perlengkapan tersebut di atas lihat pada entri masing-masing komponen tersebut dibawah ini.

PAKAIAN. Jika anda pergi haji di musim panas maka siapkan pakaian yang terbuat dari bahan yang tipis dan dapat menyerap keringat agar memberikan rasa nyaman. Pilihlah warna putih atau warna terang, agar tidak menyimpan panas. Hindarkan warna hitam karena warna ini dapat menyerap dan menyimpan panas, begitu sebaliknya jika di musim dingin maka siapkan pakaian penghangat dan selimut.

Pakaian Pria

Bagi jamaah pria pakaian yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Beberapa potong baju kemeja tangan panjang.
  • Beberapa potong oblong (T-Shirt) bahan katun.
  • Beberapa potong celana bahan katun.
  • Pakaian dalam dan kaos kaki secukupnya.
  • Pakaian tidur (piyama) dan handuk kecil.
  • Baju hangat atau jaket, berguna juga didalam pesawat.

Pakaian Wanita

Pakaian wanita sebaiknya model long dress berlengan seperti daster berleher agak longgar. Tidak ketat, tidak terlalu tipis, dan tidak tembus pandang. Warnanya disarankan yang tidak terlalu menyolok. Untuk pakaian ke masjid, sebaiknya menggunakan celana panjang dengan blouse gantung tangan panjang. Gunakan tutup kepala berupa jilbab atau mukena pendek. Dengan demikian, pakaian wanita yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Beberapa potong baju/blouse tangan panjang.
  • Beberapa baju kurung seleher/lengan panjang.
  • Satu-dua potong pakaian tidur.
  • Pakaian dalam secukupnya.
  • Beberapa kaos kaki.
  • Tiga potong mukena pendek.
  • Empat potong tutup kepala dari katun.
  • Satu jaket untuk di pesawat.

Semua pakaian tersebut terutama pakaian dalam sebaiknya diberi “tanda” berupa nama, inisialnya atau kode tertentu. Pemberian tanda ini diperlukan agar tidak tertukar oleh jamaah lain sewaktu menjemur pakaian di pemondokan. Mekkah maupun Madinah nanti. Jangan bawa pakaian terlalu banyak, karena akan memberatkan. Yang penting asal cukup untuk pengganti selagi yang kotor masih di jemuran.

Perlengkapan Mandi dan Cuci

Bawalah perlengkapan mandi dengan merek seperti yang biasa dipakai sehari-hari di tanah air. Ini perlu karena mungkin sabun atau shampo yang biasa anda pakai tidak ada disana. Kamar mandi di Saudi biasanya tidak menggunakan bak air tetapi menggunakan shower atau pancuran air, maka bawalah gayung untuk mencuci hadas dll.

Tempat sabun sebaiknya model yang bertali sehingga bisa digantungkan. Adapun perlengkapan mandi dan mencuci yang harus dipersiapkan antara lain adalah:

  • Tas atau kotak sabun.
  • Sabun mandi, cuci, colek, serbuk.
  • Sikat gigi dan odol.
  • Shampo.
  • Handuk.
  • Parfum/Deodoran.
  • Gunting kuku.
  • Pisau cukur (bagi pria).
  • Perlengkapan kosmetik kesehatan (bagi wanita).
  • Gayung.

Selama berada di asrama haji maupun selama di tanah suci perlengkapan mandi dan mencuci ini sangat dibutuhkan. Begitu juga saat berada di pelabuhan udara Jeddah.

Bahan Makanan Jika Dianggap Perlu

Pemerintah menyediakan bahan makanan untuk dimasak oleh jamaah. Pada tahun-tahun yang lalu setiap jamaah menerima “jatah” berupa beras, gula, teh, abon, garam dan mie instan yang jumlahnya cukup satu orang selama berada di tanah suci. Jatah ini biasanya dibagikan saat jamaah berada di Jeddah.

READ :  Hukum Tatacara Ibadah Haji dan Umroh Dalam Kitab Shohih Bukhori - 3

Untuk mendapat makanan siap saji selama di tanah suci, tidaklah sulit karena hampir ada saja wanita-wanita Melayu asal Madura, Banjar, dll menjajakan makanan langsung ke depan pintu tempat tinggal jamaah. Bahkan ada penyelenggara haji tertentu menawarkan catering untuk anggota rombongannya.

Makanan juga disediakan pada saat tertentu, misalnya selama Wukuf di Arafah, Mabit di Mina atau di Muzdalifah atau saat baru datang di Saudi.

Kalau mungkin, bawalah makanan jadi yang bisa tahan lama, seperti rendang, dendeng, sambal teri, serundeng, dan lain-lain. Dengan demikian penyiapan makanan bisa lebih cepat, dan sesuai dengan selera. Sebenarnya Pemerintah Arab Saudi melarang membawa makanan jadi ini. Namun pada kenyataannya hampir semua jamaah membawa bekal tersebut tetapi toh tidak ada masalah.

Perlengkapan Masak Ringan

Bila anda tidak suka membeli, masaklah sendiri. Dewasa ini bahan mentah seperti sayuran, cabe, bawang, ikan, daging, minyak dan sebagainya sudah ada di jual di Arab Saudi. Begitu juga bahan makanan kaleng, seperti ikan sarden, cornet daging kambing dan sapi bisa diperoleh dimana-mana. Dengan masak sendiri, jamaah malah bisa lebih irit dan praktis. Yang agak repot barangkali mengenai kompor dan perabotan masak yang digunakan sehari-hari.

Maka kalau memang mau praktis, belilah rice cooker multifungsi yang bisa memasak nasi dan bisa memasak sayur atau gulai. Rice cooker jenis ini banyak dijual di toko-toko Saudi dan setelah selesai pakai tentu bisa dibawa pulang ke tanah air sebagai oleh-oleh. Kalau ada rencana masak sendiri jangan lupa perlengkapan dapurnya: sendok, garpu, pisau, dan gelas dan juga bumbu-bumbu instan yang dewasa ini banyak tersedia.

Obat Obatan Untuk Jaga-jaga

Batuk, flu, dan pilek merupakan penyakit yang paling sering menyerang jamaah. Begitu juga infeksi kerongkongan dan sariawan. Maka bawalah obat-obatan yang sudah biasa di konsumsi. Bagi calon haji yang menderita penyakit tertentu, sebaiknya mempersiapkan obat-obatan seperti yang disarankan oleh dokter dalam jumlah yang cukup untuk 40 hari. Vitamin atau multivitamin hendaknya juga jangan dilupakan. Persiapkan obat-obatan yang biasanya dibutuhkan di tanah suci antara lain adalah:

  • Obat khusus untuk (jantung, asma, dll).
  • Obat batuk (tablet, kapsul, zak, isap).
  • Obat flu dan pilek (bodrex, inza, decolgen, dll).
  • Obat diare (oralit, parolit, dll).
  • Obat kumur (gargle, fresh, dll).
  • Obat luka (betadine, yodium, PK, dll).
  • Plester (tensoplast, handyplast dsb).
  • Krem pelindung kulit (nivea, citra, dll).
  • Pelembab bibir (lip gloss).
  • Minyak gosok (vicks, counterpain, rhemason, dll).
  • Obat tetes mata (visine, insto, rohto, dll).
  • Obat penunda menstruasi (primolut N, dll).

Perlengkapan Keperluan Sehari-hari

Perlengkapan yang dimaksud disini adalah yang diperlukan untuk melakukan perjalanan setiap hari di tanah suci. Baik untuk berjalan ke tempat ibadah, ke pasar, maupun ke tempat ziarah. Tujuannya untuk melindungi diri dari cuaca yang sangat panas serta udara kering yang berdebu. Berikut ini beberapa alat bantu untuk menjamin kenyamanan para jamaah yaitu antara lain:

  • Handuk Kecil
  • Kacamata Hitam
  • Kantong Plastik
  • Kantong Kain
  • Hp, Camera dan Charger plus colokan 3
  • Masker
  • Sandal Jepit
  • Semprotan Air
  • Sepatu Kets Tipis
  • Buku dan Alat Tulis
  • Buku Do’a dan Zikir
  • Buku Manasik Haji
  • Buku Notes
  • Peralatan Tidur
  • Uang Bekal
  • Koper Bermerek
  • Tas Tenteng Cabin

 

Handuk Kecil. Benda kecil ini sangat berguna untuk mendinginkan kepala atau tubuh dari sengatan panas. Handuk dibasahi atau disemprot dengan air lalu ditempelkan di kepala sebagaimana layaknya mengompres.

READ :  Rukun Haji dan Wajib Haji

Kacamata Hitam. Untuk melindungi mata dan sinar matahari gurun pasir maka kacamata hitam sangat diperlukan. Jangan membeli kacamata bertangkai logam, karena akan sangat terasa panas bila menempel di kulit muka atau telinga. Sebaiknya kacamata diberi tali agar tidak jatuh atau lepas. (Lebih lanjut lihat entri; Kacamata).

Kantong Kain. Kantong ini diperlukan untuk menyimpan payung, sandal, semprotan air dan barang kecil lainnya terutama sewaktu shalat di Masjid. Dengan demikian benda tersebut menjadi aman tersimpan dalam satu tempat, sehingga dapat dibawa dan diletakkan di dekat tempat kita shalat. Kantong bisa dibuat dari kain yang besarnya disesuaikan dengan ukuran payung dan barang lain yang akan disimpan bareng. Buatkan simpul di mulut kantong dari kain yang cukup panjang, agar bisa disandangkan ke bahu, dan mudah dibawanya.

Masker. Masker untuk penutup hidung dan mulut diperlukan sebagai penyaring udara yang berdebu. Dengan menggunakan masker diharapkan kita bisa menghindari serangan batuk, pilek, dan flu. Ketiga penyakit tersebut sangat sering dan mudah menyerang jamaah haji. Menghindari debu di Saudi mungkin mustahil, tetapi dengan memakai masker diharapkan kemungkinan bisa menghindari serangan.

Masker bisa dibuat sendiri atau dibeli di apotik atau bahkan juga di toko bahan bangunan. Ukurannya rata-rata 10 x 8 cm, dengan tali pengikat di keempat sudutnya. Sebaiknya setiap orang punya empat buah saat yang lain dicuci. Masker juga bisa dibeli di apotik atau di toko obat dengan berbagai model dan ukuran serta sekali pakai buang.

Sandal Jepit. Sandal jepit praktis sekali untuk dipakai sehari-hari, baik ke Masjid ataupun ke pasar, karena gampang dipasang dan dilepas. Dengan modelnya yang terbuka, kaki terasa lebih nyaman dan tidak terlalu panas. Sandal jepit juga diperlukan waktu berpakaian ihram, pilih sandal karet kulit.

Semprotan Air. Sejak beberapa tahun belakangan ini semprotan air (water spray gun) banyak digunakan oleh jamaah haji. Selain berfungsi sebagai tabung air untuk persediaan minum juga untuk disemprotkan ke muka, tubuh dan kepala agar tubuh tetap lembab dan dingin. Meskipun tidak merasakan haus dan tidak berkeringat, jamaah dianjurkan tetap minum yang banyak, agar cairan tubuh terjaga. Waspadalah bahwa walaupun sebenarnya keringat terus menerus keluar, Anda mungkin tidak merasakannya, karena di gurun yang panas itu keringat itu langsung menguap. Berkurangnya cairan tubuh bisa menimbulkan heat stroke (sengatan panas) yang sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.

Sepatu Kets Tipis. Sebenarnya sepatu sangat jarang digunakan karena saban hari jamaah hanya pulang pergi ke Masjid. Pergi ke pasar pun jamaah lebih suka pakai sandal karena letak pasar itu tidak jauh dari penginapan dan dilakukan biasanya sambil ke Masjid. Tapi sepatu kets tipis perlu disiapkan, siapa tahu waktu melontar jumrah anda akan akan memakai sepatu karena kalau pakai sandal pasti terlepas terinjak jamaah lainnya. Dan mungkin juga anda akan memerlukan sepatu itu ketika ziarah ke Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu atau ketempat-tempat ziarah lainnya.

BUKU DAN ALAT TULIS. Perlengkapan alat tulis serta buku bacaan pasti akan sangat berguna bagi jamaah haji sewaktu berada di tanah suci, perlengkapan itu, antara lain adalah:

Al-Qur’an. Yang dibawa sebaiknya berukuran kecil, sehingga bisa dimasukkan ke dalam tas tenteng. Manfaatkan waktu luang dengan membaca Al-Qur’an dan yang paling ideal adalah membawa tafsir Al-Qur’an. Jangan lupa membawa buku Siroh Nabi “Riwayat hidup Nabi Muhammad” yang dapat dibaca setiap sebelum dan sesudah shalat di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi.

Buku Do’a dan Zikir. Sama seperti Al-Qur’an, sebaiknya yang berukuran kecil agar bisa dibaca di Masjid sambil menunggu waktu shalat.

READ :  Hukum Menjamak Sholat di Musdzalifaf Saat Ibadah Haji

Buku Manasik Haji. Secara umum buku-buku panutan yang dibagikan dan diterbitkan oleh Departemen Agama sudah mencukupi. Namun ada baiknya juga membaca buku-buku yang cukup, jamaah akan mudah dan nyaman melewati waktu-waktu senggangnya selama berada di tanah suci.

Buku Notes. Buku tulis kecil diperlukan untuk mencatat alamat tempat menginap, nama jalan atau rute yang dilalui, nomer bis, serta tanda-tanda khusus lainnya agar tidak tersesat.

Spidol. Alat tulis ini diperlukan untuk memberi nama atas tanda pada koper anda, agar mudah dikenali dan tidak tertukar dengan jamaah lainnya. Kalau memungkinkan, koper atau kain pembungkusnya dapat ditulis dengan cat biasa atau cat kaleng semprot.

Peralatan Tidur. Pemerintah Saudi hanya menyediakan kasur dan bantal saja, tanpa sprei dan sarung bantal. Karena itu, para jamaah perlu menyiapkan; sarung bantal 2 potong, sprei 2 potong dan selimut. Bawa juga kain panjang atau kain batik beberapa lembar. Untuk bisa digunakan sebagai pengganti sprei dan selimut. Bawa juga kain panjang atau kain batik beberapa lembar, untuk bisa digunakan sebagai pengganti sprei dan selimut. Kain panjang banyak juga digunakan sebagai tabir pembatas pada waktu tidur sebagai tirai dari pandangan teman sekamar lainnya.

Uang Bekal. Pada setiap jamaah akan diberikan uang saku sebesar 1500 Rial yang “dikembalikan” oleh Pemerintah di asrama sebelum terbang. Uang sebenarnya sudah mencukupi untuk biaya hidup di tanah suci kalau digunakan untuk yang perlu-perlu saja seperti untuk membayar “Dam” (denda). Namun demikian, ada baiknya membawa uang sebagai bekal tambahan.

Koper Bermerek. Koper dan tas jamaah yang dibagi oleh panitia atau biro pemberangkatan selalu mempunyai warna yang sama ini menimbulkan problem tersendiri karena akan sulit bagi jamaah untuk mengenali kopernya. Karena itulah koper besertakan pembungkusnya, serta tas lainnya perlu diberi nama, nomer kloter, dan juga nomer paspor atau PPH (Pas Perjalanan Haji) jamaah yang bersangkutan. Sebaiknya dibubuhi tanda yang khas pada barang bawaan barang anda agar mudah dikenali dari jauh. Misalnya ikatan pita, sulaman, atau sablonan dengan warna tertentu. Tanda khusus ini sangat membantu bila sewaktu-waktu anggota rombongan tersesat atau lepas dari kelompoknya. Dengan pasangan atau teman rombongan di airport atau ditempat penginapan.

Tas Tenteng Cabin. Sepanjang perjalanan pergi dan pulang diperlukan satu tas yang berisi pakaian dan kebutuhan sehari-hari. Mudah ditenteng dan ditempatkan di pesawat sebagai cabin. Tas ini minimal harus berisi:

  • Pakaian untuk di asrama haji dan di Jeddah.
  • Jaket, agar tidak kedinginan di pesawat.
  • Peralatan mandi untuk di airport Jeddah.
Kenangan Haji 2007 di Bandara Jeddah Menunggu Pulang
Kenangan Haji 2007 di Bandara Jeddah Menunggu Pulang

Similar Posts:

Bagaimana Seorang Muslim Melakukan Manasik Haji Dan Umrah ? Cara yang terbaik bagi seorang muslim
Kemampuan pergi haji bagi seorang perempuan. Ada beberapa poin yang mesti diperhatikan oleh perempuan yang
Kewajiban Haji adalah bagi orang yang mampu. Apa yang dimaksud dengan "mampu" disini? Yang dimaksud
WhatsApp chat