Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh

Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh
Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh

Persiapan Rohani Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh.  Jamaah perlu secara sadar untuk berniat melakukan persiapan rohani atau mental karena akan membersihkan diri dari segala cacat dan cela. Dengan demikian kita bisa berangkat dalam keadaan bersih dan suci, lepas dari segala beban duniawi yang akan memberatkan pikiran selama perjalanan haji.

Persiapan rohani jamaah haji dan umroh agar saat pelaksanaan lebih nyaman
Persiapan rohani jamaah haji dan umroh agar saat pelaksanaan lebih nyaman

Usahakan agar perjalanan rohani ini bisa berlangsung dengan baik dan lancar serta berharap ibadah hajinya mendapatkan ridha Allah, dan menjadi Haji yang Mabrur sebagaimana sabda Rasulullah:

Artinya:

“Haji yang marur tiada ganjarannya yang sesuai melainkan surga”. ( HR: Tabrani dari Ibnu Abbas)

Pematangan Sikap dan Tabiat dalam Persiapan Rohani Jamaah Haji dan Umroh

Dalam usaha memperoleh predikat Haji Mabrur itu maka kepada calon jamaah haji diharapkan dapat melakukan pematangan sikap dan tabiat-tabiat religius:

  • Ikhlas
  • Sabar
  • Tolong-menolong
  • Uang halal

Keempat hal diatas dapat diuraikan secara ringkas sbb:

IKHLAS. Menunaikan Ibadah Haji merupakan perintah Allah kepada setiap manusia yang mampu. Luruskan niat, serta kobarkan semangat dengan perasaan tulus dan ikhlas. Niat tunggal dan bulat bahwa pergi menunaikan Ibadah Haji, hanya karena melaksanakan perintah Allah, dan untuk mengharapkan ridha-Nya semata. Hindarkan diri dari perasaan “ria, ingin dipuji, takabbur, sombong merasa hebat”, serta sifat-sifat jelek lainnya. Berserah dirilah kepada Allah, dan lakukan semuanya itu dengan Taqwa.

SABAR. Sifat sabar amat diperlukan dalam melaksanakan Ibadah Haji. Sikap ini bahkan mulai diuji begitu kita memutuskan untuk berangkat ke tanah suci. Semua urusan memerlukan kesabaran, baik pada saat pembayaran ongkos Haji, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran, menunggu panggilan untuk keberangkatan dsbnya. Di tanah suci sendiri, saat berkumpulnya jutaan jamaah dengan berbagai sifat, tabiat dan kebiasaan yang berbeda, akan ada saja perilaku yang bisa membuat jamaah marah. Mulai dari sekedar tersenggol, terdorong, atau bahkan terinjak. Bersabarlah! Sabar itu penting karena niat ibadah. Bahkan antara suami isteri pun akan sering terjadi pertengkaran bila tidak diredam dengan rasa bersabar.

TOLONG MENOLONG. Sering dialami suatu keadaan Anda diminta untuk memberikan pertolongan kepada jamaah lain yang memang perlu ditolong. Ada orang pingsan didepan anda umpamanya. Apa yang anda lakukan! Menghindar dan cuek saja? Lakukanlah pertolongan dengan segera. Jangan ragu-ragu. Karena dengan pertolongan yang diberikan maka Allah pun akan membalasnya dengan menolong anda. Percayalah bahwa orang-orang yang banyak menolong orang lain dengan ikhlas, segala urusannya akan mudah lancar, dan ajaibnya, dia akan terhindar dari berbagai kesulitan. Yang penting niat menolong itu dengan ikhlas, tanpa mengharapkan sesuatu, kecuali ridha Allah semata.

UANG HALAL. Mengerjakan Haji dengan uang halal merupakan idaman hampir setiap orang karena dengan uang halal itu diharapkan diperoleh predikat mabrur. Dalam suatu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda:

Labbaik Allahumma Labbaik.

Dia akan mendapat sambutan dengan seruan dari langit:

Diterima panggilanmu dan berbahagialah engkau, karena bekalmu halal dan kendaraan yang engkau pakai halal, dan hajimu diterima, tidak ditolak.

(HR: Tabrani dari Abu Hurairah)

Dan apabila seseorang pergi melaksanakan Ibadah Haji dengan nafkah yang kotor (haram), dan meletakkan kakinya di atas kendaraannya, maka ketika ia berseru:

“Labbaik Allahumma Labbaik.”

Dia akan mendapat sambutan dengan seruan dari langit:

Ditolak panggilanmu dan celakalah engkau,

 karena bekalmu haram dan kendaraan yang engkau pakai

haram, dan hajimu ditolak, tidak diterima.”

(HR: Tabrani dari Abu Hurairah)

 

Bersih dan Sucikan Diri sebagai Persiapan Rohani Jamaah Haji dan Umroh

Meraih Haji yang mabrur dengan persiapan rohani sejak dari tanah air
Meraih Haji yang mabrur dengan persiapan rohani sejak dari tanah air

Yang dimaksud adalah membersihkan dan mensucikan diri secara rohani, dimana hal ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
  • Mohon maaf kepada orang tua, isteri/suami, anak-anak, saudara.
  • Memperbaiki atau meningkatkan mutu shalat agar lebih baik.
  • Mengeluarkan zakat, karena zakat ini termasuk unsur pembersih diri dari harta.

Semua hal diatas perlu dilakukan agar waktu berangkat calon jamaah haji sudah berada dalam keadaaan bersih dan suci. Sering kita alami dan memang terjadi kejadian-kejadian aneh terhadap jamaah di tanah suci, yang katanya merupakan hukuman dunia terhadap dosa atas perbuatannya selama ini. Dengan membersihkannya diri sebelum pergi, mudah-mudahan bisa terhindar dari hukuman-hukuman Allah di tanah suci.

PENATARAN HAJI. Pergi haji merupakan suatu rangkaian ibadah yang terikat oleh waktu dan tempat disertai aturan dan larangan yang sangat keras. Dilihat dari sifat dan status hukumannya, ibadah haji terdiri dari: Rukun, Wajib, dan Sunnat.

Rukun             : Kalau ditinggalkan dapat membatalkan haji.

Wajib               : Kalau ditinggalkan wajib ditebus dengan membayar Dam.

Sunnah            : Kalau dilakukan akan mendapat pahala dan kalau tidak dilakukan tidak berdosa.

Sebenarnya ada banyak anjuran serta larangan yang bisa menjadikan haji kita mabrur atau tidak mabrur sama sekali. Karena ini dipelajari dengan seksama tata cara pelaksanaan manasik haji, baik melalui instruktur maupun melalui buku-buku petunjuk manasik. Pahamilah hal-hal yang Wajib, yang Rukun dan yang Sunnat. Pelajari juga secara mendalam hal-hal yang menyangkut dasar dan arti pelaksanaan haji serta makna dari: Ihram, Tawaf, Sa’i dan Melontar.

BELAJAR DO’A. Sebenarnya doa bisa dibaca dari buku, tetapi demi lancarnya pelaksanaan ibadah sebaiknya jamaah menghafalkannya. Tentulah sangat merepotkan halau harus membolak-balik buku setiap kali mau berdoa. Dan arti doa tersebut perlu juga dipelajari dan dimengerti, agar kita lebih menghayati dan secara khusyuk memanjatkannya kepada Allah SWT. Semua doa dalam intinya untuk memohon kebahagiaan dan kesejahteraan kita di dunia dan akhirat. Dengan menghayati arti dan makna doa itu, ibadah kita akan menjadi lebih khusyuk.

SEJARAH ISLAM. Selain untuk ibadah haji, tujuannya ke tanah suci sudah pasti untuk ziarah ke tempat-tempat bersejarah disekitar kota Mekkah dan Madinah. Dengan mengetahui riwayat dari tempat-tempat bersejarah itu, pada saat berziarah jamaah akan mendapat gambaran yang lebih lengkap. Didalam “Buku Pintar Haji” ini objek-objek wisata disusun seperti kamus, agar jamaah mengetahui peristiwa bersejarah yang terjadi disana dan kaitannya dengan perjuangan Nabi dan para sahabat-sahabat dalam menegakkan dan mempertahankan agama Islam.

BERESKAN HUTANG. Sebelum berangkat selesaikan dulu segala hutang-piutang. Hutang dapat mengganggu ketenangan dalam menunaikan ibadah haji. Tetapi hutang jangka panjang seperti cicilan rumah atau mobil yang pembayarannya diurus kantor dapat dianggap sebagai hutang yang tidak perlu segera dibayar.

Maka sebelum berangkat sebaliknya segala “sangkutan” harus dilimpahkan atau setidak-tidaknya dipermaklumkan kepada keluarga yang ditinggal agar mengetahui sehingga kalau terjadi apa-apa terhadap diri kita, mereka yang ditinggal dapat menyelesaikannya.

BEKAL UNTUK KELUARGA. Apabila jamaah berstatus kepala keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi, maka tanggung jawabnya terhadap orang-orang yang ditinggalkan di tanah air tetap harus dipenuhi. Oleh karena itu, sebelum berangkat jamaah harus meninggalkan bekal buat mereka, yang jumlahnya mencukupi untuk kehidupan dan keperluan mereka selama jamaah berada di tanah suci.

BELAJAR SHALAT JENAZAH. Pada musim haji, baik di Masjidil Haram, Mekkah maupun Masjid Nabawi, Madinah, hampir setiap shalat wajib diiringi dengan shalat jenazah. Mungkin karena cuacanya yang sangat panas dan terkadang juga terlalu dingin, dipicu kondisi jamaah yang lemah, maka hampir setiap shalat selalu saja ada permintaan untuk shalat jenazah bagi jamaah haji yang meninggal dunia di kedua tanah suci itu. Oleh karena itu, bagi yang belum mengetahui tata cara pelaksanaannya shalat jenazah atau belum hafal bacaannya, dianjurkan untuk mempelajari serta menghapalkannya sebelum berangkat ke tanah suci.

INFORMASI PAKET HAJI PLUS

Dibuka Paket Haji Plus berangkat Tahun ini dengan visa Foroda, biaya 16.000$ US. Fasilitas Hotel *4. Durasi 26-28 hari. Starting Jakarta. Info lengkap Hubungi: H SUDJONO AF -081388097656

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Haji Qiran banyak dipilih oleh jamaah yang waktunya terbatas. Mereka umumnya tiba di Mekkah mendekati
Persiapan jamaah haji dan umroh. Pada dasarnya, melaksanakan Ibadah Haji adalah kewajiban seluruh umat Islam