Tafsir Surat Al-Qadr Malam Lailatul Qadar

Tafsir Surat Al-Qadr Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang ditunggu oleh seluruh makhluk di alam semesta, tak terkecuali manusia. Malam turunnya Kitab Termulia kepada Nabi Termulia untuk Umat Termulia ini, yaitu Rasulullah Muhammad SAW.

Para malaikat bergemuruh menanti malam lailatul qadar tersebut. Mereka meyakini bahwa yang akan turun adalah Kitab Terakhir kepada Nabi Terakhir Muhammad SAW. Dan ini adalah pertanda sungguh dekatnya Hari Kiamat.

Rasulullah SAW bersabda,

“Allah memberikan hadiah terbesar kepada umatku yang belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. Hadiah itu adalah Lailatul Qadar, di saat itu Allah melipatgandakan seluruh amal senilai 1.000 bulan.”

Itulah yang disebut sebagai malam lailatul qadar, malam penuh kemuliaan, malam seribu bulan.

Tafsir Surat Al-Qadr Malam Lailatul Qadar

Surah Al-Qadr dalam Al Qur'an, terdiri dari 5 ayat. Merupakan surah ke-97 dalam Al-Quran yang terletak setelah surah Al-'Alaq. Surah ini tergolong Makkiah yang diturunkan setelah surah 'Abasa pada tahun ke-4 setelah bi'tsah.

Surah Al-Qadr, diambil dari kalimat Al-Qadr yang disebutkan dalam ayat pertama surat ini. Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa barang siapa yang membaca surah ini, akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dan menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar.

AL Qur'an, Surat Al-Qadr:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ –١-

 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ -٢-

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ -٣-

 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ -٤-

 سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ -٥

 

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS: Al-Qadr 1-5)

Pahala Membaca Surat Al-Qadr, Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW bersabda,

"Siapa yang membaca Surat Al-Qadr pada sholat dari sholat-sholat wajibnya maka ada suara penyeru berkata “Wahai hamba Allah, Allah telah mengampuni dosamu yang sebelumnya maka mulailah beramal (kebaikan)”

“Siapa yang membaca Surat ini, maka pahalanya seperti orang yang puasa di bulan Ramadhan. Dan jika membacanya di malam Lailatul Qadar maka pahalanya seperi orang yang jihad di jalan Allah SWT.”

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar. (إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ)

Dalam ayat ini Allah SWT menggunakan Dhomir Nahnu yang bermakna Kami. Pemakaian kata Kami ini mengisyaratkan kemuliaan Yang Berkata. Selain itu, kata Kami juga menampakkan kemuliaan sesuatu yang akan disampaikan dan kemuliaan bagi yang menerimanya.

Pada ayat ini Allah langsung menisbatkan turunnya Al-Qur’an kepada Dzat-Nya Yang Suci. Sama seperti ketika Allah berjanji untuk menjaga Al-Qur’an, Dia juga menisbatkan penjagaan itu kepada Dzat-Nya.

 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ -٩

“Sesungguhnya Kami-lah yang Menurunkan al-Quran, dan pasti Kami (pula) yang Memeliharanya.” (Al-Hijr 9)

Masih dalam ayat ini, Allah tidak menyebutkan kata Al-Qur’an secara jelas. Namun cukup dengan kata ganti nya atau dalam bahasa arab memakai kata هُ . Mengapa?

Karena Al-Qur’an begitu terkenal sebelum diturunkannya. Kitab ini begitu masyhur dan dinanti seluruh makhluk Allah SWT. Karenanya, cukup dengan kata ganti tanpa menyebutkan kata Al-Qur’an secara jelas.

Kapan malam Lailatul Qadar itu?

Dalam ayat lain, Allah swt berfirman

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ -١٨٥

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Quran.” (QS:Al-Baqarah 185)

Karena Malam Lailatul Qadar adalah waktu turunnya Al-Qur’an dan Al-Qur’an itu turun di bulan Ramadhan maka Lailatul Qadar pasti berada dalam bulan Ramadhan.

Al-Qadr Menurut Bahasa

Kata Al-Qadr dalam Al-Qur’an memiliki beberapa arti, diantaranya:

  1. “Sempit”

وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ -٧

“Dan orang yang terbatas (sempit) rezekinya.” (QS:At-Thalaq 7)

  1. “Ukuran atau Takaran”

وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلاَّ بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ -٢١

“Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.” (QS: Al-Hijr 21)

  1. “Ketentuan”

وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُوناً فَالْتَقَى الْمَاء عَلَى أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ -١٢

“Dan Kami Jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan.” (QS: Al-Qamar 12)

  1. “Kemuliaan”

وَمَا قَدَرُواْ اللّهَ حَقَّ قَدْرِهِ -٩١

“Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.” (QS: Al-An’am 91)

 

Semua makna diatas bisa kita gunakan dalam memaknai Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah malam yang sempit karena bumi dipenuhi dengan para malaikat di malam itu.

Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah membagikan seluruh takaran yang akan menjadi milik kita.

Lailatul Qadar adalah malam penentuan segala sesuatu yang akan terjadi hingga satu tahun kedepan. Allah berfirman,

 

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ -٤

“Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS: Ad-Dukhon 4).

Lailatul Qadar adalah malam yang begitu mulia karena didalamnya terjadi sesuatu yang paling mulia. Turunnya kibat termulia, dibawa oleh malaikat termulia, diterima oleh nabi termulia dan dipersembahkan untuk umat termulia.

Selain 4 makna diatas, Lailatul Qadar pada ayat lain juga disebut sebagai malam yang penuh dengan berkah. Allah berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ -٣

“Sesungguhnya Kami Menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS: Ad-Dukhon 3)

Bagaimana malam ini tidak menjadi berkah, sementara yang diturunkan adalah kitab yang penuh berkah, diterima oleh Nabi yang penuh Berkah dan diturunkan oleh Sumber Keberkahan, maka pasti malam ini adalah malam yang penuh berkah.

Lailatul Qadar bukanlah malam yang biasa. Rasulullah SAW selalu membangungkan keluarganya di malam ini. Putri beliau pun menidurkan anak-anaknya di siang hari agar bisa bangun di malam laylatul qadr untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT.

“Siapa yang bangun di malam lailatul qadar dengan keimanan maka akan diampuni semua dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

 

Pada tanggal berapa malam Lailatul Qadar itu?

Malam Lailatul Qadar itu disembunyikan letak pastinya. Ada yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar ada di antara malam-malam ganjil di akhir Ramadhan. Mulai tanggal 21 sampai 29. Riwayat lain menyebutkan bahwa kita dapat mencarinya di 3 malam yaitu malam 19, 21 dan 23. Jika Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an, harusnya Lailatul Qadar hanya ada di satu malam.

  • Mengapa kita harus mencarinya di beberapa malam itu?
  • Apakah Lailatul Qadar itu ada di salah satu malam atau ada di semua malam itu?
  • Lalu kenapa Allah SWT menyembunyikannya?

Perlu diingat bahwa tidak hanya Lailatul Qadar yang disembunyikan oleh Allah SWT. Banyak hal lain yang disembunyikan pula. Dan tentunya ada tujuan dan maksud tertentu dibaliknya. Allah SWT menyembunyikan para walinya dari pandangan manusia, tujuannya agar kita selalu berbaik sangka pada semua hamba Allah SWT. Siapa tau mereka adalah para kekasih Allah SWT.

Allah SWT juga menyembunyikan waktu ajal tiba. Tujuannya agar kita selalu menyiapkan diri di sepanjang kehidupan untuk menyambut kedatangannya.

Sementara pada Lailatul Qadar, Allah SWT menyembunyikannya agar kita lebih banyak taqarrub kepada Allah SWT. Dimulai dari hari pertama di bulan Ramadhan sampai hari-hari terakhirnya. Khususnya di 3 malam yang mulia yaitu malam 19, 21 dan 23. Allah menyembunyikannya diantara malam-malam ini agar kita semakin banyak berbuat kebaikan dan meminta ampunan sepanjang malamnya.

Dan tahukah engkau apakah malam qadar itu? (وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ)

Pada ayat kedua Allah SWT bertanya kepada nabi, Dan tahukah engkau apakah malam qadar itu?

Malam Lailatul Qadar setara dengan 83 tahun

Setelah Allah SWT memberikan informasi tentang turunnya Al-Qur’an pada Lailatul Qadar, Dia tidak langsung menyebutkan tentang keutamaan malam itu. Allah SWT masih bertanya kepada Rasulullah dengan pertanyaan diatas. Hal ini menunjukkan sesuatu yang akan disampaikan begitu besar dan agung nilainya.

Malam qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ)

Malam ini lebih baik dari seribu bulan. Kiranya 1000 itu angka yang paten atau hanya menunjukkan jumlah yang banyak?

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa 1000 hanyalah ungkapan untuk menunjukkan hal yang sangat banyak. Namun sebagian yang lain berpendapat bahwa 1000 adalah jumlah paten dan pasti.

Jika 1000 bulan adalah angka yang pasti, satu ibadah malam Lailatul Qadar setara dengan 83 tahun. Tentu ini bukanlah hal yang kecil.

Disinilah letak keadilan Allah, umat-umat terdahulu memiliki umur panjang untuk memperbanyak ibadah dan amal baik. Sementara umat Rasulullah memiliki umur yang amat singkat. Namun Allah memberi bonus Lailatul Qadar yang jika dimanfaatkan dapat melebihi umur umat terdahulu.

Nabi Muhammad SAW hanya berumur 63 tahun, tapi umur beliau bisa melebihi para nabi sebelumnya karena beliau memiliki malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya. Kemuliaan ini hanya dimiliki oleh umat Muhammad SAW.

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan-nya untuk mengatur semua urusan. (تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ)

Sebagian Ahli Tafsir memaknai Ruh dalam ayat ini adalah Malaikat Jibril. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Ruh adalah makhluk Allah yang lebih mulia dari seluruh Malaikat bahkan Jibril itu sendiri.

Imam Ja’far pernah ditanya apakah Ruh yang dimaksud adalah Jibril?

Beliau menjawab, “Jibril termasuk Malaikat dan Ruh lebih mulia dari malaikat. Bukankah Allah berfirman Pada malam itu turun Malaikat dan Ruh.”

Makna turun dalam ayat ini memakai kata Tanazzal dengan bentuk fi’il mudhori’ yang memiliki makna terus menerus. Artinya Lailatul Qadar tidak hanya terjadi sekali tapi akan terus terulang setiap tahunnya hingga Hari Kiamat.

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ)

Di malam ini setan tidak bisa melakukan apapun. Yang ada hanya ketentraman dan ketenangan. Malaikat turun memenuhi bumi dan mengucapkan salam pada orang-orang yang sedang beribadah di malam ini.

Ketentraman, kebahagiaan dan ketenangan meliputi seluruh alam hingga terbitnya fajar pagi.

Jika kemudian umat Muhammad SAW mempraktekkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan teguh dengannya maka yang ada dalam kehidupan ini hanyalah Salam, yaitu ketentraman dan ketenangan.

Tiadanya kedamaian diantara umat Muhammad SAW disebabkan oleh jauhnya mereka dari Al-Qur’an dan pendampingnya. Siapapun yang berpegang pada Al-Qur’an, maka kehidupannya akan tentram hingga masuk ke liang lahat dan disambut di alam akhirat.

Semoga kita mendapatkan anugerah untuk meraih Lailatul Qadar disetiap tahunnya hingga amal kita akan terus belipat ganda di sisi-Nya.

Waallahu ‘alam bishawaf

surat al qadr, laylatul qadr, artikel lailatul qadar, berburu lailatul qadar, doa malam lailatul qadar, hikmah malam lailatul qadar, keistimewaan malam lailatul qadar, keutamaan lailatul qadar, kisah sang pencari lailatul qadar, kisah-kisah malam lailatyul qadar, lailatul qadar, malam lailatul qadar, malam seribu bulan, pengalaman lailatul qadar, pengertian lailatul qadar, sholat lailatul qadar, tanda tanda malam lailatul qadar

Similar Posts:

By |2015-07-11T16:23:07+00:00July 11th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment