Tanggal 10 Muharram Antara Syi’ah dan ‘Asyura

Tanggal 10 Muharram Antara Syi’ah dan ‘Asyura

 Tanggal 10 Muharram sering disebut sebagai hari ‘Asyura. Bagi sekte Syi’ah, hari ini adalah hari raya yang harus diperingati dengan kesedihan yang didramatisir; tubuh dilukai dengan sengaja, sambil menanis meronta-ronta, berteriak histeris, secara berjama’ah, atau minimalnya diperingati dengan hening sampai menangis pertanda sedih yang sangat mendalam. Itu menurut mereka sebagai bukti bahwa mereka mencintai Nabi saw dan keluarganya, dimana salah satu cucu Nabi saw, Husain ra., dibunuh dengan keji pada tanggal 10 Muharram 61 H/680 M di padang karbala, Irak.

===========================================================

BIAYA UMROH MURAH JANUARI FERBUARI MARET 2016 BIAYA $1.550

PAKET UMROH MURAH JANUARI FERBUARI MARET 2016 BIAYA $1.550

HUBUNGI: H. SUDJONO AF  0813 88097656 | BB  2314A7C3

===========================================================

Syi’ah arti asalnya ‘kelompok’. Syi’ah menyatakan dirinya sebagai Syi’ah ‘Ali (kelompok pencinta ‘Ali) dan Ahlul-Bait (keluarga Nabi saw). Di Indonesia, nama yang dijadikan identitasnya bukan Syi’ah, tetapi Jama’ah/Madzhab Ahlul-Bait, seperti IJABI (Ikatan Jama’ah Ahlul-Bait Indonesia) yang dipimpin oleh  Jalaludin Rakhmat dan berkantor pusat di Bandung, Kiara Condong.

Syi’ah menyatakan bahwa ‘Ali adalah satu-satunya Khalifah dan imam pengganti Rasulullah saw. Hak Khalifah untuk ‘Ali ini berlaku juga untuk keturunan-keturunannya. Kalupun diantara mereka ada yang tidak menjadi khalifah maka itu disebabkan dizhalimi oleh pihak lain atau sikap menyembunyikan keyakinan dari para keturunan ‘Ali tersebut (Al-Minal wa an-Nihal, 1 : 146). Konsekuensinya, Khalifah Abu Bakar, ‘Umar , dan Utsman dinilai sebagai perampas hak khalifah Ali Ibn Abi Thalib. Tiga sahabat mulia tersebut dinilai sebagai orang-orang sesat dan kafir. Semua sahabat yang berbai’at kepada tiga khalifah tersebut juga termasuk sesat dan kafir. Semua kaum muslimin yang mengakui kekhalifahan  Abu Bakar, Umar dan Utsman pun dinilai sesat dan kafir. Di sinilah aqidah sesat syi’ah bermula.

Dari aqidah tersebut, konsekuensinya adalah al-Qur’n dan sunnah tidak dijadikan sumber ajaran Islam. Sebab al-Qur’an yang ada hari ini diriwayatkan secara mutawatir melalui sahabat. Para sahabat juga sumber Hadits-hadits Nabi saw. Ketika sahabat dinilai kafir otomatis mereka menolak al-Qur’an dan sunnah. Maka dibuatlah al-Qur’an versi Syi’ah yang dibuat-buat alias palsu. Dari sini maka perbedaan antara Islam dan Syi’ah pun bukan lagi dalam persoalan ajaran cabang, tetapi sudah pada ajaran pokok, yakni dasar-dasar aqidah dan ibadah.

Al-Kulaini, seorang imam hadits versi Syi’ah,meriwayatkan sebuah hadits yang dinilai shahih dikalangan Syi’ah, sebagai berikut:

Orang-orang murtad sesudah Nabi saw (wafat) kecuali tiga orang yaitu Miqdad, Salman dan Abu Dzar (Al-Ushul minal-kafi no. 341).

Hadits tersebut jelas merupakan hadits maudlu’ (palsu). Sebab sahabat faktanya dijamin oleh Nabi saw akan selalu dalam kebenaran. Ketika Nabi saw menyebutkan bahwa sepeninggalnya akan banyak aliran sesat, Nabi saw memberi wasiat kepada kaum muslimin untuk konsisten mengikutinya dan para sahabatnya agar tidak tersesat:

“Ikuti apa yang aku dan para sahabatku ada padanya (Sunan at-Tirmidzi bab Maja’a fi iftiraqi hadzihi al-ummah no. 2565).

Al-Qur’an sudah memberikan jaminan bahwa sahabat, meski bukan manusia suci yang bebas dari dosa, tidak mungkin mereka melegalkan sebuah kemaksiatan dan kemungkaran (QS. at-Taubah [9] : 100,117, Al-Hasyr [59] : 8-9, Ali ‘Imran [3] :110). Jika benar khalifah yang seharusnya Ali, tidak mungkin sahabat semuanya membenarkan kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tidak mungkin juga ketiga sahabat tersebut melanggar wasiat Nabi saw untuk menjadikan Ali khalifah dan merampasnya, jika memang benar wasiat itu ada. Tidak mungkin juga Ali dan Ahlul-Bait menyembunyikan keyakinan dan berdiam diri ketika ia tidak diangkat jadi khalifah sepeninggalnya Nabi saw wafat, jika memang benar ajaran itu ada. Semua ini adalah kedustaan yang dibuat-buat dengan mengatasnamakan Ali ra dan Ahlul-Bait (keluarga Nabi saw).

Nabi saw sudah bersabda:

Siapa saja yang menyebut kepada saudaranya: Hai kafir, maka sungguh telah kena hal itu kepada salah satu seorang dari mereka. jika memang apa yang benar dikatakan itu, maka benar, dan jika tidak, maka kekafiran itu kembali pada yang mengatakannya (shahih Muslim kitab al-iman bab bayan hal iman man qala li akhilil-muslim ya kafir no. 225).

Dengan sendirinya Syia’ah kafir karena  mereka menilai Umat Islam (yang biasa disebut Sunni/Ahlus-Sunnah) sebagai kafir. Ketika faktanya umat Islam yang ada hari ini dan yang mendasarkan ajarannya kepada al-Qur’an dan sunnah benar sebagai muslim, maka otomatis vonis kafir dari syi’ah tersebut kembali kepada Syi’ah. Jadi Syi’ah kafir bukan karena kita menilainya kafir, tetapi karena aqidah mereka sendiri yang mengkafirkan sahabat dan umat Islam. jadinya, merekalah yang kafir.

‘Asyura itu sendiri menurut Syi’ah adalah salah satu bentuk kekejian umat Islam kepada cucu Nabi saw, Husain ra., yang telah menyebabkannya dibantai di Karbala, Irak 10Muharram 61 H/680 M. Pembantaian tersebut bagi syi’ah merupakan simbol dari ridhanya umat Islam yang terkesan membiarkan pembantaian tersebut, sehingga mereka pun merayakannya dengan kesedihan.

Padahal jika seperti itu kesimpulannya, berarti mereka (Syi’ah) pun sudah terlibat dalam “pembiaran” tersebut. Sebab fakta sejarah yang di tulis oleh para ulama yang otoritatif dan didasarkan pada sumber-sumber yang terpercaya, seperti Tarikh at-Thabari dan al-Bidayah wan-Nihayah Ibn Katsir, membuktikan hal itu. Pada tahun 61 H yang berkuasa adalah Khalifah Yazid putra Mu’awiyah. Salah seorang panglimanya, al-Hajjaj, dikenal dengan kekejamannya yang sering tanpa ragu membunuh siapapun yang dianggap lawan politiknya. Husain ra, dalam hal ini termasuk salah satu lawan politiknya.

Husain ra yang tinggal di Madinah saat itu mendapatkan surat ajakan dari orang Irak yang mengaku sebagai pendukung keluarga Nabi saw untuk datang ke Irak dan dibai’at oleh mereka. sahabat ‘Abdullah Ibn ‘Abbas sudah mengingatkan Husain agar jangan terbujuk ajakan orang Irak yang dikenal banyak pembohongnya/ Terlebih berotak kepada pemimpin (khuruj) jelas dilarang oelh agama. Terlebih lagi al-Hajjaj sudah dikenal kekejamannya. Akan tetapi Husain ra tetap pada pendiriannya, ia akan berangkat ke Irak dan bergabung dengan kelompok yang dahulu menjadi loyalis ayahnya, ‘Ali ibn Abi Thalib. Lalu terjadilah peristiwa yang tidak dihendaki oleh siapapun.

Husain Ibn Ali dan bahkan keluarga yang dibawanya dibantai oleh panglima bengis, al-Hajjaj. Umat Islam bukan berarti membiarkan, tetapi situasi saat itu menuntut umat Islam untuk menahan diri, dan ini sudah sesuai dengan yang diajarkan Nabi saw (rujuk hadits-hadits tentang fitnah diakhir zaman dalam buku penulis, AR-RISALAH jilid 2).

Umat Islam di seluruh penjuru dunia sangat tahu bahwa Husain memang syahid dibantai oleh pasukan yang tidak bermoral. Ia adalah salah satu Syahid diantara syahid-syahid lainnya seperti Umar ibn Khatab, Utsman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Thalib, syuhada badar, dan ribuan syuhada lainya dari kalangan sahabat dan generasi salaf.

Tetapi itu tidak perlu dengan mengunggulkan Husain dibanding lainnya, khususnya khalifah-khalifah dan syuhada perang badar yang sudah dijamin masuk surga oleh Nabi saw. Cukup diingat dengan sewajarnya saja bahwa Husain dizhalimi oleh pasukan yang zhalim, disebabkan tertipu oleh orang-orang yang mengklaim sebagai pencinta Nabi saw. Mereka saat itu memaksa Husain datang ke Irak untuk dibai’at jadi pemimpin dan dibela, tetapi teryata dibiarkan begitu saja terbantai di Karbala. Allah swt pasti akan mengganjar para syuhada dengan ganjaran setimpal, juga para penipu yang mengklaim pencinta keluarga Nabi dengan ganjaran yang setimpal pula.

(Sumber: , ar-Risalah Jilid I dan II karya Nashruddin Syarief)

 

===========================================================

BIAYA UMROH MURAH DESEMBER 2015 BIAYA $1.580

PAKET UMROH MURAH JANUARI FERBUARI MARET 2016 BIAYA $1.550

HUBUNGI: H. SUDJONO AF  0813 88097656 | BB  2314A7C3

===========================================================

Similar Posts:

By |2015-10-22T11:42:12+00:00October 22nd, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment