Ummul Qura, Induk Segala Kota di Dunia

Ummul Qura Makkah, kota Allah yang aman. Allah memilihnya dari beberapa kota yang ada, demi menjadikannya sebagai tempat beribadah bagi para hambaNya. Dia mewajibkan mereka, baik yang dekat maupun jauh untuk mendatanginya dari segala penjuru dunia. Dia menjadikannya sebagai daerah haram yang penuh dengan keamanan. Darah tidak boleh ditempatkan disana, pohon-pohon tidak boleh ditebang, binatang-binatang tidak boleh diusir, apalagi diburu, dan rerumputan juga tidak boleh dicabut.

Allah bersumpah dengannya sebanyak dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu:

“Dan demi kota (Makkah) yang aman ini.” (QS. At-Tien: 3)

Juga dalam firmanNya pada surat Al-Balad:

“Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah).” (QS. Al-Balad: 1)

Makkah inilah yang dimaksud dengan Al-Masjid Al-Haram dan Al-Bait Al-Atiq (rumah tertua). Pergi kesana adalah ajang untuk menghapuskan segala dosa. Menghilangkan segala bentuk noda. Memusnahkan kemaksiatan dan kesalahan yang telah diperbuat setiap hamba. Allah tidak ridha untuk membalas siapapun yang mengunjungi dan datang kesana, kecuali dengan surga. Rasulullah bersabda:

“Tiada balasan yang setimpal dengan haji mabrur selain surga.” (HR. Ahlus Sunan).

Sedangkan dalam Ash-Shahihain, beliau bersabda:

“Antara umrah yang satu dengan umrah yang lainnya adalah penghapus segala dosa diantara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya selain surga.”

Setiap orang yang hendak mengerjakan haji atau umrah tidak boleh memasuki Makkah kecuali dalam keadaan ihram, penuh tawadhu’ dan kekhusyu’an, penuh rendah diri dan meninggalkan segala urusan dunia serta hanya mengharap kenikmatan yang kekal di akhirat.

Ummul Quro Makkah

Hanya Makkah, kota yang paling dicintai Allah  dan paling banyak keutamaannya. Rasulullah berkata kepadanya saat hendak meninggalkannya karena hijrah ke Madinah:

Demi Allah! Engkau adalah bumi Allah yang terbaik, dan bumiNya yang paling dicinta. Kalau saya tidak diusir darimu, selamanya saya tak akan keluar….” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Kota ini sangat dicintai Rasulullah. Dan setiap mukmin yang benar keimanannya pasti selalu tertarik hatinya untuk tinggal disana. Rasulullah bersabda:

“Ya Allah! Buatlah kami mencintai kota Madinah, sebagaimana Engkau telah membuat kami cinta kepada Makkah.” (HR. Muslim)

Hanya kepada kota Makkah lah hati para hamba mukmin mencinta, jiwa-jiwa selalu merindu, dan hati para mukmin tak henti-hentinya mengharap datang kesana…

“Mata ini tak pernah ingin menoleh ke tempat lain saat melihatnya…

Tapi ketika berpaling, ia cepat-cepat ingin melihatnya kemballi dengan penuh kerinduan…”

Hati kaum muslimin senantiasa merindukannya dengan penuh pengagungan, keecintaan, dan pengharapan. Padahal jalan menuju kesana sangat susah, sulit ditempuh dan mendatangkan kepenatan yang sangat. Disana juga tidak terdapat keindahan, tempat wisata, air terjun Niagara atau pemandangan hijau yang membuat jiwa ingin mengunjunginya. Tapi! Apa gerangan penyebab kekagnuman dan kecintaan kaum mukminin kepada Makkah ini? Jawabannya tidak lain hanyalah karena keagungan dan kemuliaan kota itu sendiri. Allah lah yang membuatnya demikian.

Coba Anda bayangkan! Betapa banyak orang yang mencintainya dan betapa banyak orang yang rela menguras habis harta dan meninggalkan kampung halaman selama berbulan-bulan demi mengunjunginya.

Dialah Ummul Qura, induk segala kota. Sebuah kota kuno yang tidak ada satu kota pun bisa menandingi atau menyamainya.

Dialah kiblat kaum muslimin dalam ibadah mereka. Disanalah didirikan rumah Allah yang pertama kali buat para manusia. Allah berfirman:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali-Imran: 96)

Dia lah tempat berkumpul para manusia, yang penuh dengan keamanan bagi siapa saja yang datang kesana.

“Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Hanya ke kota Makkah lah orang-orang berkumpul dan kembali datang, serta melampiaskan kerinduan dan mengunjunginya setiap ada kesempatan.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, diantaranya adalah maqam Ibrahim; barangsiapa memasuki Baitullah itu, menjadi amanlah dia; dan mengerjakan haji adalah suatu kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan kesana (Baitullah).” (QS. Al-Baqarah: 97)

Ummul Qura Nama Lain Kota Makkah

Setiap jengkal tanahnya dipenuhi dengan ayat-ayat dan surat-surat yang turun. Diatas dataran kotanya, Rasulullah membolak-balikkan langkah kaki beliau yang mulia.

Disanalah para malaikat dan juga jibril berulang kali naik turun. Sampai-sampai setiap jengkal tanahnya penuh dengan tasbih, tahlil, dan taqdis.

Disanalah risalah dan cahaya kenabian menebarkan aromanya terpancar cahaya risalah. Hanya padanya terdapat syiar-syiar, manasik-manasik, tanda-tanda kebanggaan kaum muslimin, dan catatan sejarah pemimpin para Nabi dan Rasul, Muhammad.

Kota Makkah adalah satu-satunya kota yang menjadi pangkuan hidayah. Dia lah Al-Balad Al-Haram (kota haram). Semoga Allah menambahkan selalu kemuliaan, keagungan dan kehormatan padanya. Dan semoga pula Dia senantiasa menambahkan kepada orang yang datang untuk beribadah haji atau umrah dengan berkah dan kenikmatan yang tak terhingga. Allah berfirman:

“Barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj:32)

Itulah sekilas kisah Ummul Qura, Induk Segala Kota di Dunia

Similar Posts:

By |2017-03-20T10:57:24+00:00February 7th, 2017|Uncategorized|

Leave A Comment