Paket Umroh Murah 9 Hari Harga Mulai Rp18,9 Juta

Paket Umroh Murah 9 Hari Harga Mulai Rp18,9 Juta. Belum termasuk biaya perlengkapan sebesar Rp1 Juta. Paket umroh murah ini berangkat dari Jakarta, tidak termasuk biaya untuk transportasi dari daerah ke Jakarta pp.

Apabila Bapak Ibu sudah bertekad bulat untuk melakukan perjalanan umroh bersama keluarga, maka perhatikanlah pedoman lima pasti dalam ibadah umroh, agar umrah keluarga aman dan nyaman. Hal tersebut penting. Pastikan Izin Travelnya, Pastikan Jadwalnya, Pastikan Pesawatnya, Pastikan Hotelnya, Pastikan Visanya. Semuanya ada dan lengkap.

====================================================

INFORMASI DAN KONSULTASI UMROH HAJI: 

H SUDJONO AF – 0813 8809 7656 WA

=========================================================

 

Paket Umroh Murah Tahun 2018 – 2019, sedang dibuka dengan biaya Rp18,9 Juta. Seat terbatas. Ayo segera daftarkan keluarga Anda agar tidak kehabisan seat. Paket Umrah Murah bulan Januari 2018 – 2019 ini tetap memiliki fasilitas yang OK dan prima bagi semua jamaah umroh, baik tua maupun muda.

 

Kelebihan Paket Umroh Murah Tahun 2018 – 2019.

Perjalanan umroh pada bulan Maret, khususnya, apalagi berangkat pada akhir bulan, akan memberikan kenyamanan dan kesyahduan tersendiri, yaitu:

  • Jamaah umroh di Tanah Suci relatif sedikit.
  • Memiliki peluang besar untuk bisa menyentuh dan mencium Hajar Aswat.
  • Berpeluang besar untuk dapat mengerjakan sholat-sholat sunnah di Hijir Ismail.
  • Peluang besar untuk bisa sholat dan berdzikir di Raudhah.

 

Program Umroh Murah Tahun  2018 – 2019:

Biaya untuk ibadah Umroh Murah kota Bekasi 2018 – 2019 ini  adalah Rp18,9 juta. Sudah termasuk perlengkapan, tidak termasuk pengurusan pasport dan biaya suntik meningitis.

 

Pembayarannya Program Umroh ini bisa dilaksanakan 2 kali:

  • Pertama DP Rp3,5 juta saat melakukan pendaftaran.
  • Kedua, Pelunasan wajib 2 bulan sebelum berangkat umroh.

 

Jadwal Keberangkatan  Paket Umrah Murah Bekasi Tahun 2018 – 2019:

  • Berangkat pada bulan Januari.
  • Berangkat bulan Februari.
  • Berangkat pada bulan Maret.
  • Berangkat pada bulan April.

 

Fasilitas yang Diterima untuk Paket Umrah Murah dan Promo Tahun  2018 – 2019 ialah sbb:
  • Selama sembilan (9) hari perjalanan umroh reguler.
  • Urus Visa umroh.
  • Fasilitas hotel di Kota Makkah: Firdaus Al Umrah, bintang 3 jarak 350m dari Masjidil Haram. Atau hotel yang setaraf.
  • Akomodasi hotel di Madinah: Makarim Al Mashi bintang 3 jarak sekitar 200m dari Masjid Nabawi. Atau hotel yang setaraf.
  • Transportasi Kota Jeddah – Madinah – Kota Makkah.
  • Tour city Kota Jeddah – Kota Madinah – Kota Makkah.
  • Makan: 3 kali sehari.
  • Tour Leader dari Indonesia dan Pemandu Ibadah Umroh di Tanah Suci.
  • Ibadah Umroh kedua dari tempat miqot yang berbeda.
  • Air Zam Zam 5 liter.
  • Pesawat: Air Asia via Kuala Lumpur atau Scoot via Singapura .

 

Tidak Termasuk Fasilitas Program Umroh Murah Jakarta Tahun 2018 – 2019 adalah:

  • Pembuatan dan perubahan pasport, oleh jamaah sendiri.
  • Suntik vaksinasi meningitis oleh jamaah sendiri, namun bisa juga dibantu oleh travel.
  • Pembuatan surat mahrom bagi wanita dibawah usia 45 tahun yang berangkat umroh tidak dengan muhrim.
  • Transpor dari daerah ke Jakarta dan sebaliknya.
  • Umroh dan tour city diluar program yang ditetapkan travel.
  • Kelebihan bagasi, telepon hotel, loundry dan keperluan pribadi lain.

 

NB:

  • Biaya pengurusan pasport Rp350 ribu (diurus sendiri), selesai sekitar tujuh hari.
  • Biaya suntik vaksinasi Meningitis Rp450.000,- (suntik sendiri).
  • Biaya pembuatan surat mahrom Rp350 ribu (lewat travel).

 

 

Kontak Informasi lengkap Paket Umroh Murah Tangerang Tahun Baru 2018 – 2019 silakan hubungi :

 

SUDJONO AF – 0813 8809 7656 WA | Email:[email protected]

Inilah Itenerary Paket Umroh Murah Bekasi|Jakarta|Jabotabek|Bogor|Depok|Tangerang Tahun 2017 – 2018 – 2019

Hari 01 : JAKARTA – KUALA LUMPUR / SINGAPURA — JEDDAH

Jamaah berkumpul di airport paling lambat 3 jam sebelum berangkat. Jamaah berangkat menuju Kuala Lumpur atau Singapura, sesuai dengan pesawat. Transit sekitar 4-5 jam dan selanjutnya menuju Jeddah. Tiba di Jeddah melanjutkan perjalanan menuju Medinah menggunakan Bus. Tiba di Madinah langsung menuju hotel untuk istirahat dan makan malam.

Hari 02 : MADINAH

Sholat Tahajud dan shubuh di Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Rasulullah & sahabat serta ke Raudhah. Pk.07.00 melakukan ziarah di sekitar kota Madinah yaitu mengunjungi Masjid Quba, Qiblatain, Jabal Uhud, Masjid Khandaq serta pasar kurma. Kembali ke hotel sebelum azan Zuhur.

Setelah Ashar: Diadakan Tausiyah dan Pemantapan Manasik Umroh.

Hari 03 : MADINAH

Sholat Tahajud dan shubuh di Masjid Nabawi

Acara bebas. Dianjurkan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi

Setelah Ashar: Tausiyah dan Pemantapan Manasik

Hari 04 : MADINAH – MEKKAH

Sholat Tahajud dan shubuh di Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Rasulullah Saw & sahabat serta ke Raudhah.

Jamaah bersiap-siap untuk keberangkatan ke Makkah. Setelah makan siang, berkumpul di lobby hotel kemudian berangkat ke Mekkah. Jamaah melakukan miqat / niat umrah di Bir Ali. Insya-Allah tiba di Mekkah langsung ke hotel. Setelah istirahat sejenak & makan malam, melaksanakan ibadah umrah ke-1 bersama – sama.

 

Hari 05 : MEKKAH

Sholat Tahajud selanjutnya Tawaf sunat. Solat shubuh di Masjid Haram

Acara bebas. Dianjurkan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

 

Hari 06 : MEKKAH

Sholat Tahajud , Tawaf sunat. Solat shubuh di Masjid Harom

Pk. 07.00 Setelah makan pagi, jamaah mengikuti program ziarah di sekitar kota Mekkah yaitu ziarah ke Jabal Nur, Jabal Tsur, Ja bal Rahmah, Arafah, Mina, Muzdalifah dan Masjid Ja’ronah untuk mengambil miqat ibadah umroh ke-2.

 

Hari 07 : MEKKAH

Sholat Tahajud , Solat shubuh di Masjid Harom

Acara bebas. Disarankan jamaah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

 

Hari 08 : MEKKAH – JEDDAH – JAKARTA

Sholat Tahajud Solat shubuh di Masjid Harom

Sebelum meninggalkan Mekkah, Tawaf Wada kemudian berangkat menuju Jeddah. City tour kota Jeddah, kemudian menuju Airport untuk keberangkatan kembali ke Tanah Air.

Hari 09 : JAKARTA

In sya-Allah tiba di tanah air dengan selamat, semoga memperoleh Umrah Makbullah.

Dengan tanpa mengurangi kekhusukan dan makna ibadah umroh, itenerary bisa berubah menyesuaikan kondisi di lapangan dan ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

 

Lima Rukun Umroh

1. Ihram.

Ihram dilakukan ditempat miqat, bisa dimulai sejak tanggal 1 syawal dan paling telat tanggal 10 Dzulhijjah. Memakai kain ihram boleh dilakukan sebelum sampai ke miqat, tetapi mengucapkan niatnya mesti dimiqat. Tempat miqat ihram bermacam-macam. Namun untuk jamaah ibadah haji Indonesia pada dasarnya ada dua. Yang pertama yaitu disebuah tempat bernama Zulhulaifah (lebih dikenal dengan Bi’r Ali). Miqat tersebut diperuntukkan bagi jamaah yang datang ketanah suci pada gelombang pertama (awal) karena pergi ke Madinah lebih dahulu. Dari Madinah kira-kira 12 km menuju ke Mekah itulah tempat di Bi’r Ali untuk berihram. Kedua adalah disebuah tempat bernama Qarnul Manazil, yaitu bagi jamaah ibadah haji yang datang ke tanah suci pada gelombang kedua, yang langsung ke Jeddah untuk kemudian ke Mekah. Karena menggunakan pesawat, ada tiga cara untuk berihram bagi jamaah Indonesia gelombang kedua ini. pertama, yaitu ketika benar-benar berada diatas Qarnul Manazil.

Namun ada beberapa kendala jika cara pertama ini dilakukan, seperti sulitnya memakai pakaian ihram di pesawat, sulit untuk mengambil air wudhu, serta sulit untuk melakukan saat mana berada di atas Qarnul Manazil. Sebagian KBIH menerapkan berihram diatas pesawat. Cara kedua, yaitu berihram di bandara internasional di Jeddah. Cara ini terdapat perbedaan pendapat karena sebagian tidak membolehkan berihram melebihi miqat. Namun Komisi Fatwa MUI tanggal 28 Maret 1980 telah mengeluarkan fatwa tentang miqat ibadah haji dan umrah, membolehkan berihram di Jeddah. Cara ketiga, berihram di asrama ibadah haji embarkasi di tanah air. Cara ini diperbolehkan sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa boleh berihram sebelum miqat hanya saja niat ihramnya pas diatas miqat. Namun cara ini juga tidak mudah karena harus menjaga larangan berihram sejak di tanah air dimana perjalanan memakan waktu sekitar 10-12 jam, apalagi kondisi di pesawat udara sangat dingin.

Masa berihram umrah sekitar 5 jam apabila miqat di Qarnul Manazil dan sekitar 12 jam apabila miqat di Bi’ r Ali, Madinah. Masa ihram ibadah haji dari sejak tanggal 8 Dzulhijjah pagi sampai dengan 10 Dzulhijjah pagi. Untuk menghindari larangan ihram, sebaiknya selama ihram tidak membawa gunting kuku, alat cukur, minyak wangi dan barang lain yang dapat memungkinkan seseorang melanggar larangan ihram, kecuali bagi mereka yang benar-benar kuat dan tidak akan lupa.

Menggunakan payung tidak melanggar ihram, asal payung yang dipergunakan tidak diletakkan dikepala (untuk pria). Memakai pasta gigi, sabun, obat gosok dan lain-lain hendaknya diupayakan yang tidak wangi. Boleh memakai parfum sebelum niat ihram, asal tidak terlalu banyak. Kalau terlalu banyak dikhawatirkan wangi-wangian tersebut akan mengenai badan setelah berniat ihram, sehingga dapat ditafsirkan menggunakan parfum. Selama di tanah suci dan tidak sedang berihram, kita boleh melakukan apapun yang tidak dilarang agama dan ketika sedang berihram boleh mandi, dan buka baju dikamar mandi (sendirian) dengan hati-hati supaya tidak melanggar ketentuan ihram.

2. Thawaf.

Pada saat thawaf jangan membelakangi Ka’bah, kecuali karena terpaksa seperti karena terdesak dan lain-lain. Kalau lupa jumlah putaran dalam thawaf, maka ambillah jumlah putaran yang sedikit. Seperti sudah disampaikkan dimuka, banyak cara agar kita tidak lupa hitungan putaran thawaf, diantaranya dengan memasang karet gelang sebanyak 7 ditangan kiri, tiap satu putaran satu karet gelang dipindah ke tangan kanan. Apabila pada saat thawaf dilakukan batal wudhu, maka thawaf pada putaran tersebut saja yang batal, tidak membatalkan seluruh thawaf yang sudah dilakukan (thawaf sebelumnya). Batal wudhu pada putaran thwaf ketiga, setelah berwudhu lagi atau tayamum, maka thawaf pada putaran ketiga itu yang diulangi. Ketika melakukan thawaf, berbicara, mengobrol, boleh menjawab pertanyaan, atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang memang sangat perlu. Apabila saat thawaf sedang dilakukan terdengar adzan, maka thawaf boleh dilanjutkan. Tetapi apabila terdengar iqamat, maka thawaf dihentikan kemudian dilanjutkan setelah shalat fardhu. Aurat yang terbuka pada saat thawaf tidak membatalkan thawaf, tetapi harus segera ditutup. Ketika sedang thawaf, tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat menyakiti atau mencelakakan orang lain seperti mendorong-dorong, menyikut atau mengumpat. Thawaf tetap sah, apabila lupa mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar, selama dalam hati tetap berniat thawaf. Boleh berdoa dengan ungkapan munajat bahasa sendiri (misal bahasa Indonesia dan lain-lain) dengan pelan-pelan. Thawaf umrah atau thawaf ifadah satu paket dengan sa’i (kecuali thawaf ifadah bagi ibadah haji ifrad atau ibadah haji qiran yang telah melaksanakan sa’i ketika thawaf qudum). Karena thawaf dan sa’i merupakan satu paket dan harus bersambung, maka thwaf dan sa’i tidak boleh terpisah oleh waktu yang panjang atau terpisah oleh kegiatan lain diluar Masjidil Haram, misalnya pulang dulu ke pemondokan. Bagi mereka yang tidak bisa thawaf (tidak kuat) karena sakit misalnya, boleh menggunakan kursi roda. Jamaah yang menggunakan kursi roda diberikan tempat khusus untuk thawaf yaitu dilantai dua.

Ada seseorang yang memberikan tips untuk melakukan thawaf dengan nyaman dan khusyu tanpa mengeluarkan tenaga yang banyak. Caranya, jangan takut dan terpengaruh melihat orang yang sangat berjubel melakukan thawaf disekeliling Ka’bah karena begitu kita masuk kedalamnya, disana kita akan mendapatkan kenyataan bahwa ternyata masih cukup banyak tempat lowong diantara ribuan orang tersebut. Kemudian jangan merasa ketakutan melihat panasnya sinar matahari disekitar Ka’bah, karena begitu kita terjun kesana akan kita rasakan bahwa marmer di alter Ka’bah ternyata dingin dan tidak terpengaruh oleh terik panas matahari. Kita akan lupa dengan kondisi tersebut karena terlena dalam keasyikan thawaf.

Thawaf dimulai dari garis start dan pada putaran pertama ini langsung masuk diantara Ka’bah dan Maqam Ibrahim. Melewati makam Ibrahim sibukkan diri dengan berdoa jangan gunakan tenaga sedikitpun, biarkan diri kita berjalan dengan santai tanpa menoleh kekiri dan kekanan. Biarkan diri kita dibawa arus dan jangan sekali-kali melawan atau mengeluarkan tenaga untuk menjaga diri. Kita akan melihat tanpa kita sadari kita akan terdesak makin ke pinggir dinding Ka’bah dan kita akan dengan mudah meraih sudut Rukun Yamani. Kita akan melakukan putaran demi putaran thawaf dengan lebih cepat dan tanpa lelah karena tenaga kita tidak banyak keluar dan kita berjalan hanya karena dorongan dari arah belakang dan dari arah luar.

Sekali lagi jangan sekali-kali menggunakan tenaga untuk melindungi diri, biarkan menerima dorongan dari belakang dan dari arah luar, karena ini akan mendorong kita kearah dalam yang berarti putarannya lebih kecil. Jangan lupa membawa air minum (zam-zam) didalam tas selama thawaf. Ini akan sangat membantu dikala haus maupun menolong jamaah lain yang merasa kehausan.

Bagi jamaah yang melakukan thawaf bersama muhrim, lakukan thawaf sebagai berikut, misalnya sang suami berjalan tepat dibelakang istri, jaga posisi istri tetap didepan suami dan jangan menahan desakan dengan tenaga. Cukup lindungi sang istri dengan masuk kedalam jangkauan dekapan, begitupun sang istri tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk melawan desakan. Ikuti saja kemana arah desakan sambil terus khusyu berdoa, insya Allah thawaf akan terasa ringan.

Buat kaum ibu yang pergi tanpa muhrim, sebaiknya lakukan thawaf berdua dan kerjakan seperti pasangan suami istri diatas dengan posisi yang lebih kuat berada disebelah belakang. Ingat, sebaiknya kalau melakukan thawaf berdua jangan berjalan dalam posisi berdampingan, lakukanlah dengan formasi beriringan dengan yang lebih kuat berada dibelakang.

Kaum ibu yang melakukan thawaf seorang diri, lakukan seperti poin diatas, tidak perlu cemas dan takut, insya Allah selamat. Kita akan menjumpai banyak jamaah perempuan dari Asia kecil seperti Srilangka, India, Bangladesh dsb melakukan thawaf sendiri. Begitu tips dari seorang jamaah ibadah haji dalam sebuah surat elektronik (e-mail).

3. Sa’i.

Ibadah sa’i dilakukan setelah thawaf, dan tidak ada sa’i sunah. Melakukan sa’i tidak perlu mempunyai wudhu. Doa yang diucapkan pada saat melakukan sa’i adalah bebas. Namun akan lebih afdhal apabila mengikuti doa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Apabila seseorang lupa mengingat jumlah sa’i yang telah dilakukan, maka ambillah jumlah sa’i yang sedikit, seperti kalau lupa jumlah thawaf atau lupa rakaat shalat. Kalau terdengar iqamat, hentikan kegiatan bersa’i, untuk melakukan shalat fardhu, dan sa’i dilanjutkan setelah selesai shalat fardhu. Sa’i boleh dilakukan dengan cara memakai kursi roda bagi mereka yang tidak kuat. Jamaah yang menggunakan kursi roda diberikan tempat khusus ditengah-tengah jalur sa’i. Apabila jamaah kehausan karena berjalan, disebelah kanan kita terdapat minuman air zam-zam untuk pelepas dahaga.

4. Tahalul.

Tahalul, yakni memotong rambut. Bagi wanita cukup dengan memotong sebagian ujung rambut, minimal 3 helai. sedang untuk laki-laki yaitu memotong beberapa bagian rambut. Bagi laki-laki memotong rambut dengan mencukur gundul adalah leboh afdol.

5. Tertib.

tertib adalah urutan ibadah mulai dari ihrom-thawaf-sa’i-tahalul adalh dilakukan berurutan dan tidak boleh dilewati atau diselang seling. Harus urut.

Untuk Rukun Haji ada tambahan sbb:

Mabit di Muzdalifah dan Mina

Mabit ada tiga, yaitu mabit di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah yaitu setelah magrib masuk tanggal 10 Dzulhijjah hingga subuh dan mabit di Mina pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Bagi jamaah yang udzur dan tidak dapat melaksanakan mabit di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah, maka ibadah ibadah haji yang dilakukannya tetap sah, namun tidak afdhal. Untuk alasan kepraktisan, biasanya jamaah ibadah haji Indonesia tanggal 8 Dzulhijjah mabit di Arafah. Bagi jamaah yang sehat dan tidak ada udzur hendaknya diusahakan mabit di Muzdalifah yang sempurna sampai waktu subuh (melaksanakan shalat magrib, isya dan subuh di Muzdalifah). Bagi yang udzur, boleh meninggalkan Muzdalifah sesudah jam 12 malam. Mabit di Mina tanggal 10, 11, 12 sampai 13 Dzulhijjah adalah bagian dari wajib ibadah haji. Ketika sedang mabit di Mina pada tanggal tersebut boleh seseorang meninggalkan Mina karena ada keperluan, kemudian kembali lagi ke Mina. Kalau akan mengambil nafar awal, sebelum magrib tanggal 12 sudah meninggalkan Mina.

Melempar Jumrah.

Waktu yang terbaik  untuk jumratul Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah adalah pada sekitar waktu dhuha. Dan boleh dilakukan setelah waktu tersebut pada hari yang sama tanggal 10 Dzulhijjah. Sedang jumrah pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah sebaiknya dilakukan ba’da zawal (tergelincir matahari), selepas zhuhur sampai waktu maghrib (karena diluar waktu itu terjadi ikhtilaf para ulama). Pelaksanaan jumrah hendaknya berurutan dari Ula, Wustha kemudian Aqabah. Dan apabila salah satu jamarat ada yang terlewat, maka jumrah hendaknya diulang kembali. Bagi mereka yang udzur, pelaksanaan jumrah dapat diwakilkan dan atau diupahkan kepada orang lain. Seseorang yang melakukan jumrah untuk dirinya dan untuk menggantikan orang lain, pelaksanaan jumrahnya bisa disatukan. Untuk 2 orang misalnya, (14 di Ula, 14 di Wustha dan 14 di Aqabah). Apabila ragu jumlah batu yang dilemparkan, ambil keputusan jumlah yang sedikit. Melakukan jumrah Ula dan Wustha bisa dilakukan dari semua arah, tetapi melakukan jumrah Aqabah, hanya dari sebagian arah (separuh jumrah).

Batu jumrah hendaknya masuk tempat jumrah, kalau tidak harus diulang. Batu jumrah diambil di Muzdalifah atau ditempat lain di tanah suci. Sisa batu jumrah tidak boleh dibawa keluar tanah suci kalau untuk dikeramatkan. Ketika jumrah tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, jamaah sudah tidak berpakaian ihram. Jamaah bertahallul dan melepas kain ihram setelah melempar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Melempar jumrah adalah ibadah ibadah haji yang terberat, diperlukan fisik yang sehat, kuat dan pakaian kuat karena berdesak-desakan dari segala arah. Ketika melempar didekat tugu jumrah harus hati-hati karena banyak jamaah dari negara lain yang melempar batu jauh-jauh dari tugu jumrah sehingga bisa terkena kita. Apalagi mereka melempar dengan penuh semangat. Wanita yang sedang melaksanakan jumrah, perlu bantuan pria, dan sebaiknya didampingi muhrimnya. Jumrah dilakukan dengan tetap menjaga akhlak islam, tidak menyakiti orang lain, kalau mungkin sambil menolong orang lain, menjaga keselamatan diri dan lain-lain.

Thawaf wada’.

Thawaf wada’ adalah thawaf terakhir, thawaf pamitan dan perpisahan. Thawaf wada’ boleh dilakukan setiap saat, menjelang seseorang meninggalkan kota Mekah. Pelaksanaan thawaf wada’ sama dengan thawaf yang lainnya, diisi dengan munajat dan doa-doa khusus yang berisi permohonan untuk bisa kembali ke tanah suci. Usai thawaf wada’ seseorang tidak diperkenankan tidur lagi dikawasan Mekah, dan kalau hal tersebut terjadi maka yang bersangkutan hendaknya melakukan thawaf wada’ lagi. Usai thawaf wada’ yang dilakukan menjelang pulang, boleh makan, minum, duduk-duduk sambil istirahat, belanja, mandi dan lain-lain. Bagi wanita yang haid, nifas, atau yang sakit parah, thawaf wada’ boleh diganti dengan berdoa pamitan di pintu Masjidil Haram atau tempat lain sambil menghadap kearah Ka’bah. Thawaf wada’ dilakukan setelah seluruh rangkaian ibadah ibadah haji itu selesai, seperti jumrah di Mina dan lain-lain.

 

Similar Posts:

By |2018-02-16T13:53:38+00:00October 9th, 1994|Uncategorized|

Leave A Comment