Umroh Murah November Desember 2018 Biaya Mulai Rp19,9 Juta

Umroh Murah Desember 2018  2019 Biaya mulai Rp19,9 Juta. Hotel*3  Mekah : Al Andalusia (setaraf) jarak sekitar 350m dari Masjidil  Haram Madinah : Djawarad al Shafeed (setaraf) jarak 200m dari Masjid Nabawi. Pesawat Air Asia via Kuala Lumpur. 9 hari perjalanan. Tidak termasuk airport tax handling perlengkapan Rp1 Juta. Pembayaran DP Rp.10 juta. Pelunasan  1,5 bulan sebelum berangkat. Kurs dihitung saat pelunasan. Bersama Risalah Travel Seat Terbatas.

===============================================================

Hotline Umroh Murah Desember 2018:

H Sudjono AF:  0813 880 97656 WA

===============================================================

 

Biaya untuk keberangkatan Umroh Murah Desember 2018 :

Seat DIBUKA:

  1. Keberangkatn Oktober – November – Desember 2018 2019 untuk Paket 9 Hari perjalanan.
  2. Harga tidak termasuk airport tax-handling-perlengkapan Rp1 Juta

Fasilitas Umroh Murah Januari – Maret 2018 2019 :

  • Sembilan (9) hari perjalanan umrah reguler
  • Urus Visa
  • Akomodasi hotel Mekkah: Hotel*3  Mekah : Al Andalusia jarak 350m dari Masjidil  Haram (setara)
  • Akomodasi hotel Madinah : Djawarat Al Shafeed jarak 200m dari Masjid Nabawi (setara)
  • Transportasi Jeddah – Madinah – Mekkah dan Tour city Jeddah – Madinah – Mekkah
  • Konsumsi: 3 kali sehari, Umroh kedua dari miqot berbeda dan Air Zam Zam 5 liter
  • Ketua Rombongan dari Indonesia dan Muthowif di Tanah Suci
  • Pesawat: Air Asia vi KL

Tidak termasuk fasilitas Umroh Murah Oktober – Desember 2018 2019 adalah:

  • Pembuatan dan perubahan passport dan Suntik vaksinasi meningitis
  • Pembuatan surat mahrom bagi wanita dibawah dibawah 45 tahun yang berangkat tanpa muhrim
  • Transpor dari daerah ke Jakarta dan sebaliknya
  • Umroh dan tour city diluar program
  • Kelebihan bagasi, telepon hotel, loundry dan keperluan pribadi lain.

Tatacara umroh bisa dibuka infonya di tatacara umroh

Paket lain adalah umroh di bulan desember dan paket umroh ramadhan

NB:

  • Biaya pengurusan pasport sekitar Rp375 ribu (diurus sendiri).
  • Biaya suntik vaksinasi Meningitis sekitar Rp450 ribu (suntik sendiri)
  • Biaya pembuatan surat mahrom Rp400 ribu (lewat travel).

Informasi lengkap hubungi Perjalanan Umrah Murah di :

  • Agen Marketing Ilalang Barokah – Risalah Travel, Graha Depok Mas, Jln Arief Rahman Hakim, Depok, Jawa Barat.
  • Hotline: Ir. H Sudjono AF:  0813 880 97656

Rekening Bank: PT Ilalang Sakti Komunikasi | BCA 8690 11 2362  / BSM 0610 16 3854

Umroh Murah Desember 2018 2019 Biaya Rp19,9 Juta, Januari – Maret 2018 2019 Biaya Rp19,9 Juta

Untuk Paket Umroh Murah Super Promo silakan kontak Kami Maret 2016, silakan kontak H. SUDJONO AF : 0813 880 97656 . Semoga keinginan dan cita-cita perjalaann umroh murah Desember 2018 2019, Januari – Maret 2018 2019 segera terlaksana aamin.

 

MENGENAL HAJAR ASWAD Sudut Tempat mulai Thawaf Umroh

Adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah tenggara Ka’bah, yaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘ruby’ yang diturunkan Allah dari surga melalui Malaikat Jibril. Hajar Aswad yang diyakini aslinya berupa sebongkah batu yang kini karena satu dan lain hal telah terpecah menjadi delapan keping yang terpaksa digabung kembali dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus dikecup, dicium, dan diusap-usap oleh juta bahkan milyar manusia sejak Nabi Adam, yang datang ke Baitullah baik untuk haji maupun untuk tujuan umrah. Harap dicatat bahwa panggilan haji telah berlangsung sejak lama yaitu sejak Nabi Adam AS. Bahkan masyarakat Jahiliah yang musyrik dan penyembah berhala pun masih secara setia melayani jamaah haji yang datanng tiap tahun dan berbagai belahan dunia.

Nenek moyang Rasulullah, termasuk kakeknya Abdul Muthalib adalah para ahli waris dan pengurus Ka’bah atau secara spesifik adalah penanggung jawab air zamzam yang selalu menjadi primadona dan incaran para jamaah haji dan para penziarah. Hadis shahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:

“Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Batu/Maqam Ibrahim) dua batu ruby dari surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah. Kalau cahayanya tidak dihilangkan, maka dua batu ruby tersebut mampu menyinari dunia dari barat sampai timur”.

Satu riwayat lainnya mengatakan:

“Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Batu/Maqam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”.

Hadis shahih riwayat Imam Baihaqie dan Ibnu Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata, ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

Berdasarkan bunyi hadis-hadis itulah antara lain maka setiap jamaah Haji baik yang mengerti maupun yang tidak mengerti tetapi ikut-ikutan mengerti, akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu. Saya harus menciumnya. Mencium Hajar Aswad!!!” Tapi apa bisa? Dua juta jamaah, datang di musim haji secara bersamaan dan antri untuk keperluan dan target yang sama. Begitu padatnya, maka anda harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberi ‘kecupan’ jarak jauh sembari melafazkan Basmalah dan Takbir.

Bismillah Wallahu Akbar.

(Hadis riwayat: Ahmad)

Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca doa ketika hendak Istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan Tawaf atau pada tiap putaran Tawaf, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

RIWAYATNYA. Dalam riwayat lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa waktu lamanya dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hentinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat Ka’bah, batu itu tak segera diletakkan di tempatnya. Nabi Ibrahim AAS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran.

DIANGKUT DENGAN SORBAN MUHAMMAD. Diantara peristiwa penting yang  Al-berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum hijrah (606 M), yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat, karena keempat kabilah dalam suku Quraisy itu terus bersitegang pada pendapat dan kehendak masing-masing untuk mengangkat dan meletakkan kembali batu ini ke tempatnya semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.

Akhirnya muncullah usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Mkhzumi yang mengatakan:

“Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk Ka’bah pada hari ini”.

Pendapat sesepuh Quraisy Abu Umayyah ini disepakati. Dan ternyata orang pertama masuk pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah yang waktu itu masih berusia 35 tahun. Menjadi rahasia umum pada masa itu bahwa akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih sehingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya). Muhammad muda, yang organ tubuhnya yaitu hatinya pernah dibersihkan lewat operasi oleh Malaikat, memang sudah dikenal luas tidak pernah bohong dan tidak pernah ingkar janji. Lalu apa jawaban dan tindakan Muhammad terhadap usul itu?

Muhammad menuju tempat penyimpanan Hajar Aswad itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu ditengah-tengah sorban kemudian meminta satu orang wakil dan masing-masing kabilah yang sedang bertengkar untuk memegang sudut sorban itu dan bersama-sama menggotongnya ke sudut dimana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil, Muhammad pulalah yang memasang batu itu ketempatnya semula.

HAJAR ASWAD DIREBUT. Kisah lain yang sangat penting adalah yang terjadi pada musim haji tahun 317 H. Pada saat itu dunia Islam sangat lemah dan bercerai berai sehingga kesempatan ini dimanfaatkan oleh Abu Tahir Al Qurmuthi seorang kepala salah satu suku di Jazirah Arab bagian timur untuk merampas Hajar Aswad. Dengan 700 anak buah bersenjata lengkap mendobrak Masjid Al Haram dan membongkar Ka’bah secara paksa lalu merebut Hajar Aswad dan mengangkutnya ke negaranya yang terletak di kawasan Teluk Persia sekarang.

Kemudian ia membuat maklumat dengan menantang umat Islam, silahkan mengambil batu itu, boleh dengan perang atau dengan membayar sejumlah uang yang pada saat itu sangat berat bagi umat Islam. Baru setelah 22 tahun (tahun 339 H) batu itu dikembalikan ke Mekkah oleh Khalifah Abbasiyah Al-Muthi’lillah setelah ditebus dengan uang sebanyak 30.000 dinar.

HAJAR ASWAD TERAPUNG DI AIR. Dalam kitab Ikhbarul-Kiraam diterangkan bahwa ketika Abdullah bin Akim menerima batu dari pemimpin suku Qurmuth itu langsung dimasukkan ke dalam air dan tenggelam, kemudian diangkat dan dibakar ternyata pecah, maka ia menolak batu itu dan dinyatakan palsu. Dengan tenang pemimpin Qurmuth itu memberi yang kedua yang sudah dilumuri minyak wangi dan dibungkus dengan kain sutra yang sangat cantik. Namun Abdullah tetap menguji keasliannya dengan cara seperti yang pertama, ternyata juga palsu karena tenggelam di air dan pecah oleh api.

Akhirnya pemimpin suku Qurmuth memberikan yang betul-betul asli. Tapi oleh Abdullah batu inipun diperlakukan seperti yang sebelumnya, dan sungguh aneh tapi nyata bahwa batu yang ketiga itu tidak tenggelam malah terapung di atas air, ketika dibakar tidak pecah dan bahkan tidak terasa panas. Maka Abdullah dengan puas mengatakan:

“Nah inilah dia, batu kita”.

Dengan terheran-heran pemimpin Qurmuth bertanya,

“Darimana Anda mendapat ilmu ini?”

Abdullah menjawab:

“Nabi pernah mengatakan, Hajar Aswad akan menjadi saksi tentang siapa-siapa yang pernah menyalaminya dengan niat baik atau tidak baik, Hajar Aswad juga tidak akan tenggelam didalam air dan tidak panas dalam api”.

“Inilah agama yang benar-benar tuntunan dari Allah”, demikian pemimpin Qurmuth itu berkomentar.

Namun, kepada Abu Tahir Al Qurmuthi, pemimpin Qurmuth ini Allah menurunkan siksa berupa penyakit yang sangat sulit diobati yaitu semacam lepra yang berlangsung lama dan tidak dapat disembuhkan. Akhirnya semua persendiannya berlepasan dan matilah dia.

Similar Posts:

By |2018-02-16T00:04:42+00:00September 9th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment