Waraqah bin Naufal, Imam Nasrani yang Memastikan Kenabian Muhammad

 Waraqah bin Naufal

waraqah bin Naufal adalah seorang imam Kristen Arab yang masih kerabat Khadijah, istri pertama Nabi Islam. Warqa adalah sepupu Khadijah Tua, yang dikenal karena perilakunya yang baik dan sebagai tokoh terkemuka di suku Quraisy. Sebagai seorang ulama yang telah menempuh perjalanan jauh untuk mempelajari kebesaran Allah dan Rasul-Nya, Waraqa menjadi orang pertama yang menerima dan meneguhkan Rasulullah SAW.

 Waraqah bin Naufal
Penemuan Keran Ibrahim di Zaman Kebodohan Bangsa Arab sesat dengan berbohong tentang siapa Abdullah Ibrahim dan para nabi setelahnya. Mereka sering membunuh binatang, memakan mayat, dan memakan darah sebagai berhala. Karena tidak ingin jatuh seperti orang-orang di sekitarnya, Waraqa ibn Nawfal, Abdullah ibn Jahsi, Zayd ibn Amir dan Usman ibn Khuvayrits pergi untuk agama Hanafi Ibrahim. Keempat sahabat ini kemudian disebut sebagai Hanif atau pemelihara kesucian tauhid Ibrahim. Mereka meninggalkan Mekah dan melakukan perjalanan sampai akhirnya mencapai Suriah. Di sana ia bertemu dengan pendeta Yahudi dan Kristen, serta pemimpin agama lainnya. Di antara para pemimpin agama yang dia temui, dia mempelajari kertas Alkitab dan membaca terjemahan Perjanjian Baru. Adapun Waraqah, ia memutuskan untuk memeluk agama Kristen, sementara ketiga temannya memiliki sejarah panjang.
Pengakuan Kerasulan Nabi Muhammad Ketika Muhammad belum menerima status nabi dan baru saja memperoleh pengalaman spiritual di gua Hira, ia diundang untuk bertemu dengan seorang ulama yang merupakan paman dari Kota Khadijah bernama Waraq bin Naufal . Sejak menjadi Kristen Nestorian, Waraqah rajin mempelajari Injil dan manuskrip kuno. yang meramalkan kedatangan para nabi zaman akhir Meskipun banyak kritik terhadap penyembahan berhala, dia terkenal di Mekah karena kecerdasannya. Nabi memberi tahu waraqah apa yang terjadi padanya dan pertemuannya dengan Jibril dan wahyu yang dia ceritakan. Dengan demikian, Waraqah menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi akhir zaman, yang akan dibohongi, disakiti, diusir dan diperangi. Tidak hanya itu, dia berjanji kepada Waraqa untuk membantu utusan dalam tugas berat jika dia bisa dan masih hidup. Seperti yang kalian ketahui, ketika Muhammad datang kepadanya, Waraqa sudah tua dan setengah buta.
Akhir Hidup Waraq bin Naufal tidak punya waktu untuk masuk Islam dan melindungi Nabi Muhammad dalam memenuhi tugas kenabiannya. Pasalnya, ia diyakini telah meninggal pada tahun 610 M, tak lama setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dengan Rantai Aisha, Nabi Muhammad mengklaim bahwa dia melarang orang untuk mengkritik Veraqah. Karena Rasulullah melihat sehelai daun di satu atau dua taman di surga. Odkazy: Ash-Shallabi, Ali Mohammed. (2012). Kisah Lengkap Rasulullah : Jilid I. Jakarta: Perpustakaan Al Kautsar.

source:https://www.kompas.com/stori/read/2021/11/24/080000079/waraqah-bin-naufal-imam-nasrani-yang-memastikan-kenabian-muhammad?page=2