Inilah Persiapan Perjalanan Ibadah Haji Yang Harus Jamaah Ketahui

Inilah Persiapan Perjalanan Ibadah Haji yang wajib jamaah ketahui dan pahami. Calon jemaah haji wajib menyiapkan dirinya sebelum berangkat ke Tanah Suci dalam rangka ibadah haji. Persipana meliputi mental, phisik. Agar nantinya di Tanah Haram bisa menjalankan ibdah haji nya dengan nyaman dan khusuk.

Inilah persiapan yang wajib dilakukan calon jamaah haji:

  1. Persiapan Mental dan Fisik
  2. Persiapan Material (Bekal)
  3. Kiat Meraih Haji Mabrur
  4. Bimbingan Manasik Haji
  5. Pemeliharaan Kesehatan dan Kebugaran
  6. Pengelompokan Jamaah Haji

==================================================================

Informasi Biaya Ibadah Haji Langsung Berangkat Tahun Ini

Hubungi: H. SUDJONO AF 081388097656 – WA

===================================================================

Persiapan Ibadah Haji dan Umroh

Persiapan Ibadah Haji dan Umroh

 

Persiapan Mental dan Fisik

  1. Bertaubat kepada  Allah Swt., memperbanyak dzikir dan mohon bimbingan dari Allah Swt.
  2. Menyelesaikan masalah- masalah yang berkenaan dengan tanggung jawabnya, meliputi tanggungjawab keluarga, pekerjaan dan utang-piutang.
  3. Silaturahmi dengan sanak keluarga, kawan, dan masyarakat dengan mohon maaf dan doa restu.
  4. Membiasakan pola hidup sehat agar tidak sulit melakukan ibadah haji/umrah.
  5. Mempelajari manasik atau tatacara ibadah haji sesuai ketentuan hukum Islam.

 

Persiapan Material (Bekal)

  1. Mempersiapkan bekal secukupnya selama dalam perjalanan dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.
  2. Dibolehkan melaksanakan wali- matus safar bagi yang mampu dengan niat mensyukuri nikmat dan menghindari sifat riya.
  3. Membawa perlengkapn ke tanah suci seperti: pakaian sekitar lima setel termasuk pakaian seragam bermotif batik yang sudah ditetapkan sebagai identitas nasional, dikarenakan lebih praktis. Pakaian perempuan tidak transparan (tidak tipis dan tidak ketat). Jemaah haji tidak boleh membawa atau menerima titipan barang-barang seperti: dokumen negara (selain paspor), benda tajam (pisau, gunting, dan lain- lain), dan tidak boleh membawa kompor, minyak goreng, barang yang mudah meledak, cetakan yang bergambar/VCD porno dan lain-lain yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan penerbangan.
READ :  Hukum Tatacara Ibadah Haji dan Umroh dalam Kitab Shohih Bukhori - 1

 

Kiat Meraih Haji Mabrur

  1. Niat yang tulus (ikhlas semata-mata karena Allah) dan sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah.
  2. Biaya yang digunakan berasal dari usaha/harta yang halal.
  3. Pelaksanaan hajinya baik rukun, wajib, dan sunahnya sesuai tuntunan ketentuan syariat.
  4. Selama dalam perjalanan dan ibadah haji tidak melakukan rafas (ucapan/ perbuatan yang bersifat pornografi ), fasiq (perbuatan maksiat/dosa), dan jidal (berbantah-bantahan dan pertengkaran).

Setelah kembali dari ibadah haji meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial yang ditandai dengan:

1).   Perilaku dan tutur katanya lebih baik.

2).   Menebarkan kedamaian dan kesejahteraan.

3).   Senang memberi dan membantu kepentingan ummat.

 

Bimbingan Manasik Haji

Jemaah haji yang telah mendapatkan kuota tahun berjalan akan mendapatkan Buku Paket Bimbingan Manasik Haji, terdiri dari:

  • Tuntunan Manasik Haji dan Umrah
  • Do’a dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah.
  1. Bentuk bimbingan diberikan dalam 2 sistem yaitu kelompok dan massal.
  2. Sistem bimbingan kelompok dilaksanakan di Kecamatan oleh KUA Kecamatan.
  3. Sistem bimbingan massal dilaksanakan di Kabupaten/Kota oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
READ :  Umroh Haji Mabrur, 7 Langkah Agar Kita Mendapatkan Umroh Haji Mabrur

 

Pemeliharaan Kesehatan dan Kebugaran

Jemaah haji yang telah terdaftar dan kuotanya masuk dalam urutan berangkat pada tahun berjalan, diberikan pem- binaan   kesehatan,   tuntunan   menjaga dan meningkatkan kebugaran sebagai persiapan pelaksanaan haji di Arab Saudi yang   sangat   membutuhkan   kesehatan dan kebugaran yang prima. Pembinaan kesehatan ini diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan.

 

Pengelompokan Jamaah Haji

  • Pengelompokan bimbingan jemaah haji diatur berdasarkan pertimbangan domisili jemaah dan keluarga.
  • Setiap 11 orang jemaah haji dikelompokkan dalam 1  regu dan setiap  4  regu   (45 orang) dikelompokkan dalam satu rombongan.
  • Penugasan pembimbing diatur oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  • Jadwal dan tempat bimbingan diatur oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  • Jemaah haji  akan  diberangkatkan dalam satu kelompok terbang (Kloter) dengan kapasitas pesawat bervariasi yaitu: 325 orang, 360 orang,  405  orang,  450  orang  dan 455 orang.
READ :  Prosedur Perjalanan Ibadah Haji dan Umroh

Dalam Kloter tersebut terdapat petugas operasional yang menyertai jemaah haji terdiri dari:

  • 1).   Tim  Pemandu  Haji  Indonesia (TPHI) sebagai Ketua Kloter.
  • 2).   Tim  Pembimbing  Ibadah  Haji Indonesia (TPIHI).
  • 3).   Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI)  sebagai pelayan kesehatan.
  • 4).   Ketua Rombongan.
  • 5).   Ketua Regu.

Similar Posts:

By |2019-03-20T14:59:27+00:00March 20th, 2019|Ibadah Haji|