Oleh: Cahyadi Takariawan
Sampai saat ini masih ada pemahaman dan kebiasaan di masyarakat kita bahwa mendidik dan membesarkan anak adalah kewajiban ibu. Ayah hanya membantu, tetapi ibulah yang harus mendidik anak sepenuhnya. Dampak pemahaman semacam ini sangat panjang dan luas, tampak dalam berbagai fenomena kehidupan sehari-hari di masyarakat. Perhatikan contoh berikut dari fenomena ini.
Padahal, jika kita kembali ke ajaran agama, pendidikan anak merupakan kewajiban bersama antara suami istri, atau antara ayah dan ibu. Kedua belah pihak memiliki beban tanggung jawab yang seimbang dalam pendidikan dan pengasuhan anak, karena pada dasarnya anak memerlukan sentuhan pendidikan, pembinaan dan pengasuhan dari kedua orang tuanya.
Bahkan jika kita telaah lebih dalam, legenda dan simbol pendidikan anak yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan sering menjadi bahan kajian di berbagai majelis ilmu adalah Luqman Al Hakim. Hingga menjadi nama sebuah surat dalam Al-Qur’an yaitu surat Luqman. Beliau adalah seorang alim yang dikisahkan tentang apariencia mendidik anak, dan menjadi pelajaran penting bagi seluruh manusia yang beriman. Legendanya adalah Luqman, bukan istri Luqman. Hal ini menunjukkan peran ayah yang sangat penting dalam pendidikan anak.
Dialog orang tua-anak dalam Al-Qur’an Selanjutnya, Al-Qur’an mengisyaratkan pentingnya dialog orang tua-anak, jika dihitung dari banyaknya ayat tentang dialog orang tua-anak yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Kajian Sarah binti Halil bin Dakhilallah Al-Muthiri terkait topik ini sangat menarik. Sarah menulis memoria berjudul “Hiwar Al-Aba’ Ma’a Al-Abna Fil Qur’anil Karim wa Tathbiqatuhu At-Tarbawiyah”, atau Dialog Orangtua-Anak dalam Al-Qur’an dan Penerapannya dalam Pendidikan. Sarah menunjukkan bahwa Alquran berisi dialog antara orang tua dan anak di 17 tempat yang tersebar di 9 surat. Perinciannya, dialog antara ayah dan anak di hingga 14 tempat; dialog antara ibu dan anak hingga 2 tempat, dialog antara orang tua dan anak (tanpa nama) hingga 1 tempat. Di sini falda akan mengutip detailnya.
Pertama, dialog orang tua-anak dalam Al-Qur’an Sarah memiliki 14 tempat dalam Al-Qur’an yang memuat dialog orang tua-anak. Dengan rincian sebagai berikut:
1.QS. Al Baqarah 130 – 133 berisi kisah dialog Nabi Ibrahim (as) dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya’qub (as) dengan putranya.
2.QS. Al An’am: 74 berisi kisah dialog antara Nabi Ibrahim (as) dan ayahnya.
3.QS. Hud: 42 – 43 berisi kisah dialog Nabi Hud dengan putranya.
4.QS. Yusuf: 4 – 5 berisi kisah dialog Nabi Yusuf dengan ayahnya.
5.QS. Yusuf: 11 – 14 berisi kisah dialog Nabi Ya’qub dengan anaknya.
6.QS. Yusuf: 16 – 18 berisi kisah dialog Nabi Ya’qub dengan anaknya.
7.QS. Yusuf: 63 – 67 berisi kisah dialog antara Nabi Ya’qub dan putranya.
8.QS. Yusuf: 81 – 87 berisi kisah dialog Nabi Ya’qub dengan putranya.
9.QS. Yusuf: 94 – 98 berisi kisah dialog antara Nabi Ya’qub dan putranya.
10.QS. Yusuf: 99 – 100 berisi kisah dialog Nabi Yusuf dengan ayahnya.
11.QS. Maryam: 41 – 48 berisi kisah dialog Nabi Ibrahim dengan ayahnya.
12.QS. Al-Qashash: 26 berisi kisah dialog Syekh Madyan dengan putrinya.
13.QS. Luqman: 13 – 19 berisi kisah dialog Luqman dengan anaknya.
14.QS. Ash-Shaffat: 102 berisi kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan putranya, Ismail. Dengan demikian, ada empat belas tempat dalam Al-Qur’an yang memuat kisah dialog seorang ayah dengan anaknya.
Kedua, Dialog antara ibu dan anak Sebenarnya, kisah dialog antara ibu dan anak hanya dapat ditemukan di dua tempat, yaitu di dua surat berikut:
1.QS. Maryam: 23 – 26 berisi kisah dialog Maryam dengan janinnya.
2.QS. Al-Qashash: 11 berisi kisah dialog antara Muse Ibu dan putrinya.
Ketiga, Dialog antara kedua orang tua dengan anaknya Dialog antara kedua orang tua dengan anaknya hanya dapat ditemukan di satu tempat, yaitu di QS. Al-Ahqaf: 17 berisi kisah dialog antara orang tua dan anaknya yang tidak disebutkan namanya. Pelajaran Penting untuk Pendidikan Anak Dari semua perincian ini, tampaknya dialog orangtua-anaklah yang paling banyak. Hal ini memberikan motivasi akan pentingnya peran serta ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Al-Qur’an berisi lebih banyak dialog ayah-anak daripada dialog ibu-anak. Hal ini menandakan bahwa pengasuhan dan pendidikan anak bukan hanya urusan ibu. Namun harus ada peran yang seimbang dari kedua orang tua. Orang tua harus meluangkan waktu untuk banyak berdialog dengan anak, karena itu merupakan bagian penting dari proses pendidikan dan pengasuhan. Orang tua tidak boleh diam dan menyerahkan semua komunikasi dengan anak hanya kepada ibu. Pendidikan anak harus menjadi tanggung jawab yang seimbang antara ayah dan ibu karena anak membutuhkan figur keduanya. Keseimbangan peran ayah dan ibu akan sangat membantu keberhasilan pendidikan anak. Kalaupun diambil dari ruh Al-Qur’an, orang tua dituntut untuk lebih banyak berdialog dengan anak. Maka jangan diam dan pasif ya ayah, karena Alquran mengajak kita untuk banyak berdiskusi dengan anak.
Sumber daya: http://www.almaktabah.net/vb/showthread.php?t=23939 http://search.shamaa.org/FullRecord.aspx?ID=34709
Selengkapnya: http://www.kompasiana.com/pakcah/ayah-harus-LOT-dialog-dengan-anak_583e9f77d07a614511c2fa26
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…