Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita belum paham maknanya.

Mentari baru saja naik sepenggalah. Embun di halaman Masjid Asy Syahid mulai menipis. ku-ku kayu di serambi masih basah, namun jamaah sudah ramai. Kopi panas mengepul di gelas-gelas plastik, disandingkan dengan sepotong roti sobek. Kyai Endang Madali duduk di kursi rotan yang sedikit reyot, dengan senyum khasnya yang lembut tapi tajam makna.

Pakde Djon—seperti biasa—datang dengan gaya khasnya: baju koko tapi topinya miring, membawa ponsel di tangan, jari-jarinya lincah scrolling komentar-komentar netizen.

Kyai Endang sambil menyeruput kopi berujar, “Pakde Djon kok wajahnya pagi ini kayak feed komentar YouTube—penuh tanda tanya.”

Pakde Djon tertawa kecil.

“Hehe, iya Kyai. Saya barusan baca postingan orang umrah. Eh, kolom komentarnya ramai. Ada yang bilang:

‘Buat apa umrah, kan haji belum!’

Kyai tersenyum pelan. “Kalimat itu sering saya dengar. Bahkan kadang keluar dari lidah orang baik, tapi belum sempat paham.”

Akar Salah Paham: Antara Umrah dan Haji

Buat apa umrah, kan haji belum

“,” kata Kyai Endang pelan, “coba a bayangin. Kalau ada orang bilang, ‘Buat apa shalat dhuha, toh shalat wajib aja udah cukup,’ gimana menurut a?”

Pakde Djon garuk kepala.

“Ya aneh juga sih. Kan shalat sunnah itu justru buat menambah pahala.”

“Nah, begitu juga dengan umrah,” lanjut Kyai. “Umrah itu bukan saingan haji. Ia adalah pendahuluan yang mempersiapkan hati menuju haji.

Dalam Al-Qur’an, Allah menyandingkan keduanya:

Dalil Qur’an: QS. Al-Baqarah: 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Wa atimmul ḥajja wal-‘umrata lillāh.
“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah [2]: 196)

Tafsir Ibnu Katsir:
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kewajiban menyempurnakan keduanya. Umrah bukan ritual sampingan, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah. Dalam riwayat dari Umar bin Khaththab dan Ibnu Abbas, keduanya menyebut umrah termasuk ibadah yang diperintahkan sebagaimana haji, hanya beda dalam waktu dan kewajiban.

Tafsir Al-Mishbah (Quraish Shihab):
Quraish Shihab menafsirkan kata “lillāh” di akhir ayat sebagai penegasan kemurnian niat. Bahwa baik haji maupun umrah sama-sama sarana menyucikan diri dari kesombongan dunia dan menghidupkan kesadaran ubudiyah.

QS. At-Taubah: 28

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا

Innamal musyrikūna najasun falā yaqrabūl-masjidal-ḥarāma ba‘da ‘āmihim hādzā.
“Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (QS. At-Taubah [9]: 28)

Ayat ini menandakan kemuliaan tanah haram dan panggilan khusus bagi orang beriman untuk mengunjungi rumah Allah. Maka siapa pun yang diberi kemampuan, tidak sepatutnya menunda undangan Allah itu dengan alasan menunggu haji.

 

Hadis Nabi ﷺ Tentang Keutamaan Umrah

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Al-‘umratu ilal-‘umrati kaffāratun limā bainahumā, wal-ḥajju al-mabrūru laisa lahu jazā’un illal-jannah.
“Umrah yang satu ke umrah berikutnya menghapus dosa-dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari, no. 1773; Muslim, no. 1349)

Kyai Endang menatap jamaah satu per satu.

“Perhatikan, . Rasulullah ﷺ menyebut umrah sejajar dengan haji mabrur. Bukan dalam kewajiban, tapi dalam keutamaannya yang menembus dosa.”

 

Pandangan Para Ulama Salaf

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata: “Umrah merupakan bentuk taubat dan pembersihan diri, sebagaimana mandi membersihkan tubuh dari kotoran.”

Ibnu Taimiyah menambahkan: “Bagi yang mampu, sering menunaikan umrah adalah bentuk syukur atas nikmat kelapangan, sebagaimana shalat sunnah adalah tambahan bagi shalat wajib.”

Syekh Yusuf al-Qaradawi menulis dalam Fiqh al-Umrah wal-Hajj: “Jangan tunggu kaya raya untuk berangkat umrah. Justru umrah bisa menjadi sebab terbukanya rezeki.”

 

Kisah Inspiratif Sahabat: Umar bin Khaththab dan Umrah dalam Kesederhanaan

Dalam Musannaf Ibn Abi Syaibah (no. 14083) diriwayatkan:
Umar bin Khaththab pernah melaksanakan umrah dengan hanya membawa bekal seadanya. Ia berjalan kaki sebagian perjalanan dan menolak tumpangan unta. Ketika ditanya kenapa, Umar menjawab:

“Aku ingin merasakan perjalanan menuju Allah dengan tubuh yang lelah tapi hati yang lapang.”

Kyai Endang berhenti sejenak.

“, justru dari lelah itulah lahir ketenangan. Banyak orang takut umrah karena pikirnya repot dan mahal. Padahal kadang, yang mahal itu gengsinya, bukan biayanya.”

 

Kisah Kekinian: Viral Tukang Bakso Umrah dari Tabungan Koin

Kisah ini viral di media sosial beberapa waktu lalu—dimuat di Kompas.com (2023) dan YouTube Liputan6. Seorang tukang bakso di Blitar, Pak Tohir, menabung koin selama 8 tahun di kaleng bekas minyak goreng. Ia datang ke bank dengan tiga karung besar berisi uang receh. Hasilnya? Cukup untuk biaya umrah bersama istrinya.

Ketika diwawancarai, ia berkata:

“Saya nggak nunggu kaya, saya nunggu yakin. Dan Allah kasih jalan.”

Pakde Djon menatap kosong, lalu menunduk.

“Saya baca kisah itu, Kyai. Netizen aja banyak yang nangis.”
Kyai Endang tersenyum.
“Itulah bedanya antara yang menunggu mampu dan yang dimampukan karena mau.”

 

Refleksi Jiwa: Jangan Menunda Undangan Allah

“,” kata Kyai pelan, “kalau Allah sudah memanggil dengan kata ‘Labbayk’, jangan jawab dengan ‘Nanti dulu, Ya Allah.’

Ia lalu membuka mushaf kecil di tangannya, membaca pelan:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Wa lillāhi ‘alā n-nāsi ḥijju l-baiti mani staṭā’a ilaihi sabīlā”.

Dan bagi Allah atas manusia ialah kewajiban menunaikan haji ke Baitullah, bagi siapa yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. (QS. Ali Imran [3]: 97)

“Tapi Kyai, ayatnya tentang haji?” tanya  Pakde Djon.
“Benar,” jawab Kyai. “Tapi ruh ayat itu sama: kalau Allah sudah beri kemampuan—fisik, finansial, waktu—maka itu undangan, bukan pilihan.

 

Doa & Dzikir

اللهم ارزقنا عمرة مقبولة وحجا مبرورا، واغفر لنا ما قدمنا وما أخرنا، إنك أنت الغفور الرحيم.

Allāhumma urzuqnā ‘umratan maqbūlah wa ḥajjan mabrūran, waghfir lanā mā qaddamnā wa mā akharnā, innaka Antal-ghafūrur-raḥīm.
“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami umrah yang diterima, haji yang mabrur, dan ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Penutup: Hikmah Kyai Endang

“,” ucap Kyai Endang lembut sambil menepuk bahu  Pakde Djon,
“Umrah itu bukan soal mendahului haji, tapi soal menyegerakan rindu. Sebab kalau rindu ditunda, kadang iman keburu layu.”

Pakde Djon menatap jamaah lain, matanya berkaca-kaca.

“Kyai… mungkin saya yang selama ini kebanyakan alasan.”
“Hehe,” Kyai tersenyum. “Alasan itu enak buat menunda, tapi tidak bisa buat mendekat.”

Suara azan Dhuha berkumandang. Kajian subuh berakhir, tapi renungan baru saja dimulai di hati setiap jamaah.

Catatan Rujukan:

  1. Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1, hal. 343–345.
  2. Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab, Vol. 2.
  3. Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi, Kitab Haji.
  4. Musannaf Ibn Abi Syaibah, no. 14083.
  5. Kompas.com, “Tukang Bakso Tabung Koin Bisa Umrah”, 2023.
admin

Recent Posts

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

3 hours ago

Sejarah Singkat Ibadah Haji

Sejarah Singkat Ibadah Haji. Ketika jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Makkah setiap…

4 days ago

Hakekat Umrah Haji: Sebuah Panggilan Jiwa

Hakikat Ibadah Umrah Haji adalah Sebuah Panggilan Jiwa. Pagi itu, di sebuah sudut masjid yang…

7 days ago

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago