Categories: Khasanah IslamManasik

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi, maka cinta kepada Allah akan selalu tampak merugi.

Langit pagi itu sedikit mendung. Hujan rintik turun menimpa genting masjid Asy Syahid. Suara adzan Subuh baru saja berhenti, dan jamaah mulai berdatangan membawa sajadah kecil. Di pojok serambi, Kyai Endang Madali duduk tenang di kursi rotan khasnya. Di depannya,  Pakde Djon datang tergesa-gesa sambil memegang ponsel.

“Kyai,” katanya agak nyolot, “tadi malam saya debat di grup WA keluarga. Ada yang bilang, ‘Ngapain umrah, mending sedekahin uangnya buat yatim, lebih manfaat!’

Meluruskan Ungkapan: Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Kyai tersenyum tipis, menatap secangkir teh manis yang masih berasap.
“Lho, debatnya menang atau malah nyesek?”

“Hehe… nyesek, Kyai. Karena saya juga bingung jawabnya. Emang iya ya, lebih baik sedekah daripada umrah?”

Kyai menyandarkan punggungnya, menghela napas pelan.

“,Pertanyaan itu kelihatannya sederhana, tapi di baliknya ada logika dunia yang sedang menundukkan logika cinta.”

Meluruskan Ungkapan – Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Logika Ekonomi vs Logika Ibadah

“,” lanjut Kyai, “kalau semua ibadah dihitung dengan kalkulator, maka semua ibadah akan tampak rugi. Orang puasa dikira menyiksa diri, orang zakat dikira kehilangan aset, dan orang umrah dikira buang-buang uang.”

Pakde Djon mengernyit.

“Tapi Kyai, bukankah sedekah juga disuruh Nabi?”

“Betul, . Tapi masalahnya bukan antara umrah atau sedekah, melainkan antara mengukur atau mengikhlaskan.

Dalil Qur’an: QS. Al-Isra’: 80–81

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Wa qul jā’al-ḥaqqu wa zahqol-bāṭil, innal-bāṭila kāna zahūqā.
“Dan katakanlah: Telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra’ [17]: 81)

Tafsir Ibnu Katsir:
Kebenaran yang dimaksud adalah wahyu dan petunjuk Allah. Maka dalam konteks ibadah, “kebenaran” adalah ketika kita menempatkan perintah Allah di atas logika manusia. Umrah bukan soal ekonomi, tapi soal kepatuhan pada seruan Ilahi.

Tafsir Al-Mishbah (Quraish Shihab):
Ayat ini mengajarkan bahwa segala bentuk keraguan yang menghalangi kebaikan adalah bayangan kebatilan. Maka, ketika ada bisikan, “Lebih baik uangnya buat sedekah,” padahal hatimu sedang terpanggil ke Baitullah, itu bisa jadi tipu daya ego yang menunda ketaatan.

 

Dalil Qur’an: QS. Al-Hajj: 27

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Wa adzdzin fin-nāsi bil-ḥajji ya’tūka rijālan wa ‘alā kulli ḍāmirin ya’tīna min kulli fajjin ‘amīq.

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, dari segenap penjuru yang jauh.”
(QS. Al-Hajj [22]: 27)

Makna tafsir:
Allah tidak memerintahkan Nabi Ibrahim menunggu kaya baru berangkat, tapi menyeru siapa pun yang “terpanggil”. Bahkan disebut “unta yang kurus” — artinya mereka datang dengan apa adanya.

Kyai Madali berujar, “Lihat, Allah tidak bilang, ‘Panggil mereka yang sudah punya tabungan penuh.’ Tapi ‘yang datang dari penjuru jauh’. Artinya, yang berani menempuh jalan karena cinta.”

 

Hadis Rasulullah ﷺ Terhadap Ungkapan Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

الْعُمْرَةُ تَجْلُو الْفَقْرَ كَمَا يَجْلُو الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Al-‘umratu tajlūl-faqra kamā yajlūl-kīru khabatsal-ḥadīd.
“Umrah menghapus kefakiran sebagaimana tungku api membersihkan karat dari besi.” (HR. Tirmidzi, no. 810)

Kyai Endang menatap jamaah, suaranya lembut tapi menghujam. “Jadi, justru umrah itu pembersih kefakiran, bukan penyebabnya. Orang yang berangkat bukan sedang ‘membuang uang’, tapi sedang menukar uangnya dengan keberkahan.”

 

Pendapat Ulama dan Cendekia Terhadap Ungkapan Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni berkata: “Tidak sah dikatakan seseorang meninggalkan umrah untuk sedekah dengan alasan lebih bermanfaat, sebab tiap amal punya waktu dan tempatnya. Meninggalkan satu ketaatan demi ketaatan lain bukan pilihan, tapi kebingungan.”

Syekh Salman al-Audah (ulama kontemporer Saudi) menulis: “Sedekah dan umrah itu bukan dua pilihan yang bertarung, melainkan dua sayap menuju ridha Allah. Yang satu memberi ke sesama, yang satu datang kepada Sang Pencipta.”

Buya Hamka menulis dalam Tafsir Al-Azhar: “Manusia modern sering mengira ibadah itu investasi yang tak produktif. Padahal di balik setiap perjalanan suci, ada perubahan jiwa yang melahirkan kekuatan sosial baru.”

 

Kisah Sahabat: Abu Hurairah dan Dua Dirham Umrah

Dalam Musnad Ahmad (no. 7953), diriwayatkan:
Abu Hurairah pernah berkata kepada seorang sahabat yang ragu berangkat umrah karena miskin:

“Pergilah, karena dua dirham di jalan Allah lebih besar nilainya dari seribu dirham di jalan dunia.”

Dan benar, sepulang dari umrah, sahabat itu mendapatkan berkah rezeki yang berlipat dari perdagangan kecilnya.

Kyai Endang tersenyum sambil berkata,

“, yang pergi umrah itu bukan uangnya yang hilang, tapi keberkahannya yang datang.”

 

Kisah Kekinian: Viral Penjual Gorengan yang Umrah

Tahun 2024, video viral di TikTok memperlihatkan seorang penjual gorengan asal Garut yang berangkat umrah dari hasil menabung Rp10.000 per hari. Ia berkata di wawancara Detik.com (2024):

“Kalau saya sedekah terus tapi nggak pernah datang ke rumah Allah, saya malu. Masa saya sering datang ke pasar tapi nggak pernah sowan ke Ka’bah?”

Komentar netizen meledak. Ada yang kagum, ada pula yang nyinyir: “Buat apa ke sana, sedekah aja lebih bagus!”
Namun Pak Dedi, penjual gorengan itu, menjawab dengan senyum:

“Kalau saya sedekah, saya bahagia. Tapi kalau saya ke Baitullah, saya menangis.”

 

Refleksi Jiwa: Ibadah Itu Rasa, Bukan Rasio

Kyai Endang menatap  Pakde Djon lekat-lekat.

“, sedekah itu bentuk cinta horizontal—ke sesama. Umrah itu cinta vertikal—ke Allah. Keduanya tak bisa dipertentangkan.”

“Tapi Kyai, bagaimana kalau orangnya memang belum mampu?”

“Kalau memang belum mampu, sedekahlah. Tapi jangan jadikan sedekah sebagai dalih untuk menolak panggilan Allah. Karena kadang, kemampuan datang setelah langkah pertama diambil.”

“Jadi bukan buang-buang uang, ya?”

“Tidak, . Buang-buang uang itu kalau uang dipakai buat flexing, buat gaya hidup. Tapi kalau buat umrah, itu menanam keberkahan di hati.”

 

Doa & Dzikir

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا، ولا مبلغ علمنا، واجعل حجنا و عمرتنا خالصة لوجهك الكريم.

Allāhumma lā taj‘alid-dunyā akbara hamminā, wa lā mablagha ‘ilminā, waj‘al ḥajjanā wa ‘umratanā khāliṣatan liwajhikal-karīm.
“Ya Allah, jangan jadikan dunia ini tujuan utama kami, dan jangan jadikan ilmu kami sebatas dunia. Jadikan haji dan umrah kami semata karena wajah-Mu yang mulia.”

 

Hikmah Bahasan Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Kyai Madali berkatalembut, “uang bisa habis, tapi keberkahan tidak. Sedekah itu menolong orang lain, umrah itu menolong hatimu sendiri.”

Pakde Djon diam. Lalu ia tersenyum getir.

“Kyai, saya baru sadar. Kadang saya bukan pelit sama uang, tapi pelit sama Allah.”

Kyai tertawa kecil.

“Hehe… tenang, . Allah itu Maha Lembut. Dia nggak butuh uang kita, tapi butuh hati yang ingin datang kepada-Nya.”

Langit mulai cerah. Hujan berhenti.
Di serambi masjid Asy Syahid, sisa aroma teh manis dan percakapan iman menggantung seperti doa yang belum selesai.

 

Catatan Rujukan

  1. Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 3, hal. 211.
  2. Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab, Vol. 7.
  3. Musnad Ahmad, no. 7953.
  4. Al-Mughni, Ibnu Qudamah, Bab Umrah.
  5. Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka, Juz 10.
  6. Detik.com (2024) – Kisah penjual gorengan umrah dari tabungan harian.
admin

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

15 hours ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

5 days ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

7 days ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

1 week ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

1 week ago

Sejarah Singkat Ibadah Haji

Sejarah Singkat Ibadah Haji. Ketika jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Makkah setiap…

2 weeks ago