Sejarah Ka’bah dari Masa ke Masa Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Awalnya, Mekkah hanyalah seuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zam-zamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu  menjadi sebuah k9omunitas kecil tempat dimulainya perdaban baru islam. Bangunan persegi beranma Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat islam, Ibadah Haji.

Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya.

Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Sit Hajar, yang kaki mungilnya pertamal kali menyentuh sumber mata air zam-zam. Akibat penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.

Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prastise tertinggi.

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah. Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali didirikan.

Artikel Populer:  Umroh Murah April Oktober November 2019 Harga Mulai Rp19,9 Juta

Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.

Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal tanpa atap, hanyalah empat tembok perswgi dengan dua pintu.

Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh Batu Hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar mepanda pada masa Nabi Nuh.

Batu ini istimewa, sebab didirikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saaat ini, jutaan muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji. Sebuah perilaku yang dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad SAW .

Selesai dibangun, Allah memerintahkan Ibrahim untuk meyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.

Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan halini, terlebih dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.

Al-Walid Bin Al-Mughirah Al-makhzumy adrang yang pertamakali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.

Artikel Populer:  Paket Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Sidoarjo Mulai Rp19,9 Juta Start Jakarta

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir besar melanda. Perselisihan muncul diantara keluarga-keluarga kaum Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke tempatnya di Ka’bah.

Rosulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang terkenal, Rosulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.

Renovasi  terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi , Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu masjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap masjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin berkembangnya Islam dan semakin banyaknya Jemaah Haji dari seluruh Jazirah Arab dan sekitarnya.

Wajah Majidil Harammodern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan ArabSaudi hingga saat ini.

Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang menyandang gelar Penjaga Dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada pemerintahannya, Majidil Haram diperluas hingga dapat memua kapasitas 48.000 Jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat memuat 17.000 Jemaah.

Artikel Populer:  Umroh Ramadhan Pahalanya Adalah Haji Bersama Rasulullah

Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat 1 juta Jemaah. Renovasi ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini, sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat. Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara, eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan .

Saat ini, pada masakepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz, renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencanaya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar masjid dapat menampung 800.000 hingga 1.200.000 Jemaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta JEMAAH.

Similar Posts: