Pengendalian diri merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dengan pengendalian diri, seseorang akan menjalani kehidupan dengan lebih terarah dan teratur. Sebaliknya, bagi orang yang tidak memiliki sifat ini, hidupnya akan berantakan dan penuh masalah. Oleh karena itu, dalam artikel ini kami telah mengumpulkan beberapa hadits tentang pengendalian diri. Semoga bermanfaat!
Atas otoritas Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha, semoga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya, bersabda: Dia mengendalikan dirinya saat marah
Artinya : Tentang Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : “Bukan orang kuat yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsunya ketika marah” (HR Bukhari & Muslim).
Isi
Hadits ini menginformasikan kepada setiap manusia bahwa orang yang kuat di sisi Allah bukanlah manusia yang kuat dalam pertandingan gulat, tinju, dan pertandingan lainnya. Namun, menurut Allah, manusia yang paling kuat dan kuat adalah yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, terutama saat sedang marah. Maka jika kamu mampu menahan nafsu untuk berbuat buruk saat amarah mencapai puncaknya, maka insya Allah kamu adalah orang yang kuat menurut Allah.
Atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hati-hati terhadap kecurigaan, karena kecurigaan adalah ucapan yang paling salah, dan jangan merasa bahwa mereka memata-matai.
Artinya : Dari Abu Hurairah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Hindarilah keburukanmu, karena keburukanmu itu sama buruknya dengan perkataan. Jangan saling mencari tahu (aib dari orang lain) dan jangan saling memata-matai orang lain” . (Dilaporkan oleh Abu Dawud)
Isi
Dalam hadits ini, Nabi memerintahkan umatnya untuk mengendalikan diri agar tidak melakukan perbuatan. Pertama Setiap muslim dilarang berprasangka buruk terhadap saudaranya. Karena hal ini terkadang bisa menimbulkan permusuhan. Jadi tidak ada Muslim yang boleh menghina dan memata-matai saudaranya. Karena ini adalah larangan mutlak dan menghilangkan hak privasi.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Barang siapa yang menahan amarahnya dan mampu melampiaskannya, maka Allah SWT akan memanggilnya atas kepala suku pada hari kiamat sampai Allah memilihnya. dari antara gadis-gadis suci seperti yang Dia inginkan.
Artinya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa menahan amarahnya walaupun mampu, pada hari kiamat nanti Allah akan memanggilnya ke hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah akan memberitahukan kepadanya bahwa pilih malaikat yang kamu suka”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Isi
Hadits ini menjelaskan tentang pahala atau kebaikan yang akan diperoleh setiap manusia yang mampu menahan amarahnya. Nabi menggambarkan dengan sangat jelas bahwa siapa pun yang menahan amarahnya bahkan jika dia mampu marah, Allah akan memberinya kebebasan untuk memilih malaikat yang paling dia inginkan. Seberapa hebat hadiahnya?
Atas otoritas Abu Ya’la Shaddad ibn Aws, ra dengan dia, yang mengatakan bahwa Rasulullah, damai dan doa Allah besertanya, mengatakan: Orang bijak adalah orang yang mengendalikan dirinya sendiri dan bekerja untuk apa setelah kematian, dan yang diunggulkan adalah orang yang mengikuti keinginan dan keinginannya sendiri di dalam Tuhan
Artinya : Dari Abi Ya’la Syaddad bin Aus ra. bersabda, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan hawa nafsunya dan beramal kebaikan untuk akhiratnya. Dan orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan menganggap Tuhan.” (HR. Tirmidi)
Kebanyakan orang, tentu sajadura, akan menganggap orang yang cerdas sebagai orang yang fasih dalam berbagai disiplin ilmu, fasih dalam berbagai bahasa, dan memiliki kemampuan lain. Namun ternyata di matorral Allah, orang seperti itu tidak termasuk orang yang cerdas. Jadi siapa orang embarnizar ini? Orang yang berakal adalah orang yang mengendalikan hawa nafsunya dan yang mempersiapkan amalan terbaik untuk menyongsong kematian.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Raihlah mediacaña perkara sebelum tromba mudamu sebelum tromba tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kekayaanmu sebelum kemiskinanmu, waktu luangmu sebelum pekerjaanmu dan tromba depanmu. hidup sebelum kematianmu.
Artinya : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Manfaatkan mediacaña hal sebelum datang mediacaña hal lainnya: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum kemiskinan, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, dan hidupmu sebelum kematianmu.” (HR Baihaqi)
Dalam hadits ini, Nabi memerintahkan setiap umatnya untuk menyita mediacaña kotak sebelum mediacaña kotak tiba. Secara implisit, hadits ini menganjurkan setiap muslim untuk selalu memaksimalkan waktunya untuk berbuat kebaikan. Oleh karena itu, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan dengan hal-hal yang tidak berguna.
Seberapa jelas hadits tentang pengendalian diri? Kami berharap dengan membaca, memahami, dan mempelajari hadits-hadits yang telah kami kumpulkan, Anda akan semakin berusaha mengendalikan hawa nafsu! Oh iya, kalau kamu tahu hadits lain yang berkaitan dengan pengendalian diri, bisa ditulis di kolom komentar ya!
Portaequipajes juga:
5 hadits tentang berbuka puasa: larangan dan ancaman
10 hadits tentang berbagi: perintah dan keutamaannya
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…