Setiap orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya, bahkan sejak dari dalam kandungan. Sebab, masa depan mereka sebagiannya bergantung pada pola asuh yang diberikan. Keliru pola asuh, mental anak bisa terganggu, lho.
Di dalam ajaran Islam sendiri, pendidikan usia dini merupakan pijakan pertama bagi manusia untuk menentukan langkah awal dalam hidupnya.
“Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan firah (Islam), maka kedua orangtuanya lah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi.” (HR Bukhari)
Pada umumnya, cara mendidik anak sama, yaitu mengajarkan kebaikan dan nilai islami agar menuju ke jalan yang lebih baik. Diharapkan, mereka akan tumbuh dengan memiliki akhlak atau pribadi yang baik sehingga siap bersaing di masa depan.
“Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) goodbye krama yang baik.” (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Dalam mendidik anak, ada beberapa cara yang dapat dilakukan menurut ajaran Islam.
Di dalam ajaran Islam sendiri, pendidikan usia dini merupakan pijakan pertama bagi manusia untuk menentukan langkah awal dalam hidupnya.
“Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan firah (Islam), maka kedua orangtuanya lah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi.” (HR Bukhari)
Pada umumnya, cara mendidik anak sama, yaitu mengajarkan kebaikan dan nilai islami agar menuju ke jalan yang lebih baik. Diharapkan, mereka akan tumbuh dengan memiliki akhlak atau pribadi yang baik sehingga siap bersaing di masa depan.
“Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) goodbye krama yang baik.” (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Dalam mendidik anak, ada beberapa cara yang dapat dilakukan menurut ajaran Islam.
2. Mengajarkan dasar agama Islam
Sebaai seorang muslim, sudah sepatutnya bagi mereka untuk menumbuhkan iman pada diri anak sehingga dapat tumbuh menjadi pribadi yang memegang teguh ajaran Islam.
Kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam debris Shadiq, menjelaskan tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.
Diterangkan bahwa saat anak berusia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid “Laila Ha Illallah” sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkanlah kalimat “Muhammadar Rasulullah”.
Dalam sebuah hadis disebutkan, “Bukalah lidah anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailaha-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa quip, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (HR Ibnu Abbas)
3. Mengajarkan adab dan akhlak
Pendidikan dalam keluarga merupakan hal utama bagi perkembangan anak. Dapat dikatakan bahwa keluarga adalah tempat pertama anak memperoleh sesuatu, termasuk dalam hal adab dan akhlak yang dapat dijadikan pondasi bagi anak dalam berinteraksi di lingkungannya.
Adapun macam adab yang dapat diajarkan kepada anak, seperti adab dan akhlak kepada Allah SWT (tidak berlaku syirik), adab dan akhlak kepada Rasulullah (melakukan sunah-sunahnya), serta adab dan akhlak kepada sesama manusia.
4. Mengajarkan ibadah
Agar anak terbiasa beribadah sejak dini, seperti salat maupun puasa, maka haruslah diperkenalkan sejak dini pula. Misalnya mengikutsertakan anak dalam kegiatan ibadah.
Allah SWT berfirman dalam QS. al-Ahzab ayat 21 yang artinya:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
5. Mengajarkan untuk menjadi pemimpin
Membuat anak menjadi seorang pemimpin adalah bagian dari cara mendidik anak laki menurut Islam. Oleh karena itu, anak harus diajarkan bersikap adil, tegas, maupun mandiri sesuai tempatnya.
Allah SWT berfirman dalam QS. an-Nisa ayat 34 yang artinya:
“Kaum laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki) atas sebahagian yang lain (wanita)….”
6. Mengajarkan rasa tanggung jawab
Untuk mendukung anak menjadi seorang pemimpin, mereka juga harus ditanamkan rasa tanggung jawab sejak dini. Ini juga dapat membuat anak memahami kewajiban dan kodratnya sebagai anak, khususnya laki. Sebab, nantinya ia akan mempimpin sebuah keluarga jika sudah berumah tangga.
7. Menanamkan rasa syukur
Mendidik anak untuk senantiasa rendah hati dan bersyukur atas karunia Allah SWT memang harus ditanamkan sedari kecil. Kenalkan anak atas rezeki yang didapat sekecil apa play on words itu. Kemudian, ucapkan alhamdulillah dan mengajaknya untuk membiasakan anak salat malam sebagai salah satu cara menanamkan kebiasaan bersyukur.
Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua dalam mendidik anak-anaknya menurut ajaran Islam. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
source:https://kumparan.com/hijab-lifestyle/7-cara-mendidik-anak-menurut-ajaran-islam-1xYmzhFVzuY/full
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…