Al Malik Dalam 99 Asmaul Husna. Allah SWT menyebut nama Nya Al-Malik sebanyak 5 kali di dalam Al-Qur’an, diantaranya dlam QS: Al-Hasyr:23:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS: Al-Hasyr:23).

Al Malik Dalam 99 Asmaul Husna

Al Malik Dalam 99 Asmaul Husna

Al Malik Selalu Gandeng Dengan Al Halqq

Nama Al Malik selalu di gandeng dengan Al- Halqq (Maha Benar), karena kekuasan yang hakiki hanyalah bagi Allah yang memiliki hak memerintah dan melarang. Lalu dia mengatur segala ciptaan- Nya dengan ucpan dan perintah-Nya.
Menurut Syaikh Prof, DR. ‘Abdur Rozzaq, nama ini merupakan dalil yang menunjukan bahwasannya Allah adalah pemilik kerajaan yaitu Raja atas segala sesuatu. Dzat yang mengatur tanpa ada yang mampu mencegah dan melawan.
Al-Khotobi mengatakan Al Malik adalah kesempurnaan kerajaan atas berbagai kepemilikan sedangkan Al Malik adalah raja yang khusus.

READ :  Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna

Ibnu katsir mengatakan firman Allah Ta’ala:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” Yaitu penguasa bagi segala sesuatu, pengatur segala sesuatu yang tidak dapat dicegah dan dikalahkan. (QS: Al-Hasyr:23).

Tiga Penetapan Makna Al Malik

Syaikh Prof, DR. ‘Abdur Rozzaq mengatakan makna Al Malik merujuk atau kembali pada tiga hal:
Pertama, penetapan adanya sifat penguasa kepada Allah. Yang mana sifat ini merupakan sifat yang sempurna kekuataan, kemampuan, ilmu pengetahuan, dan pengawasan, kebijakan yang luas, terlaksananya keinginan, kesempurnaan kelembutan atau belas kasihan dan kasih sayang, hukum yang sempurna di langit dan dibumi, dunia dan akhirat. Allah berfirman; (QS: Ali-Imran: 189)

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Walillaahi mulku alssamaawaati waal-ardhi waallaahu ‘alaa kulli syay-in qadiirun
Artinya: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.

READ :  Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna

Kedua, sesungguhnya seluruh ciptaan merupakan kerajaan (kepunyaan Allah), menghambakan diri kepada Nya, butuh kepada Nya, memerlukan Nya kepada seluruh keadaan mereka. Tidak ada sesuatupun yang dapat keluar dari kerajaan Nya, tidak ada makluk yang tidak butuh pertolongan Allah baik perlindungan, karunia, dan pemberian Nya.

Ketiga, milik Nya seluruh pengaturan yang terlaksana. Dia memutuskan keputusan yang dikehendaki Nya pada kerajaan Nya, Dia menghukumi apa yang di kehendaki pada Nya. Tidak ada yang mampu menolak ketentuan Nya, dan tidak ada pula yang bisa menghentikan Nya.
Ibnu Qoyyim mengatakan sesungguhnya hakikat al malik hanya akan sempurna dengan adanya sifat member dan mampu mencegah, memulikan, memberikan pahala dan hukuman, marah, dan ridho, melindungi dan meninggikan, memuliakan orang yang layak dimuliakan dan menghinakan orang yang layak dihinakan Allah.

Syaikh DR. Muhammad hamud An-najdi mengatakan “sesungguhnya raja yang hakiki hanyalah allah yang tidak ada serikat baginya. Semua orang yang menguasai sesuatu sesungguhnya hal itu hanyalah karena Allah memberikan kuasa kepadanya. Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak ada penguasa kecuali Allah”(HR Muslim no 2143)

Jika kekuasaan mutlak hanya bagi allah, maka ketaatan mutlak pun hanya untuk Nya , karena semua penguasa bumi adalah budak-Nya, berada di bawah perintah-Nya Allah lah penguasa dari semua penguasa, maka hendaknya kita menghinakan diri di hadapan penguasa yang maha Agung, yang maha melihat yang nyata dan yang tersembunyi.
Kekuasaan para penguasa bumi semakin menurun dan berakhir sesuai dengan berakhirnya bumi yang mereka kuasai, dan tidak ada satupun dari mereka yang berani memberikan jawaban terhadap seruan yang memenuhi langit dan bumi dengan kekuasaan Ilhi yang abadi, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari nabi.
“Allah menggengam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan Nya, kemudian Dia berfirman: Aku-lah penguasa, di mana penguasa-penguasa bumi? (HR. Al- Bukhari:4812 dan Muslim : 7227).

READ :  Ar Rohman Ar Rohim Dalam 99 Asmaul Husna

Al Malik Dalam 99 Asmaul Husna.

Dapatkan informasi lengkap seputar umroh desember 2019. Kontak: 081388097656

Similar Posts:

Incoming search terms:

  • asmaul husna
  • asmaul husna 99