1. Memperdengarkan Al- Qur’ an Sejak di Dalam Kandungan hingga Lahir
Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.
Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al- Qur’ an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.
Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.
Anak akan benar- benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al- Qur’ an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al- Qur’ an.
Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.
Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al- Qur’ an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.
Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.
Anak akan benar- benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al- Qur’ an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al- Qur’ an.
2. Mengajarkan Dasar- Dasar Islam
Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar- dasar Islam. Dalam kitab Al- Amali dari Imam Al- Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.
Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid” LAILA HA ILLALLAH” sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH”.
” Bukalah lidah anak- anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha- illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha- illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah- illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya”.(H.R Ibnu Abbas).
3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat
Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil
air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.
Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.
” Suruhlah anak- anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya”.( HR. Ahmad dan Abu Dawud).
4. Mengajarkan Tauhid
Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad
SAW, melalui adzan dari
sang fraulein atau kakeknya.” Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah
SAW mengazankan Al- Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat”.( HR. Tirmidzi).