Bagaimana hukum mandi junub saat puasa? Apakah puasa itu sah? Junub seperti apakah yang membatalkan puasa?
Junub secara harfiah berarti al-bu’du (Jauh).
Imam Nawawi Tuhan memberkati di dalam Al-Majmu’ itu menetapkan bahwa yanabah (junub) adalah mutlak dalam dua hal, yaitu: (1) keluarnya mani, (2) yang melakukan jimak (hubungan intim). Kedua kondisi ini disebut junub karena orang yang junub menghindari shalat, masjid, dan membaca Al-Qur’an.
Dalam Nihayah Al-Muhtaj disebutkan bahwa junub menurut syariat adalah perkara penting yang menerangkan keadaan badan yang menghalangi sahnya shalat, dimana tidak ada keringanan.
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:47
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:48-50.
Lihat Paku Ar-Ranura’um. 109-110.
Lihat Paku Ar-Ranura’um. 110.
Argumen dalam diskusi ini adalah hadits Abu Sa’id Al-Khudri semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaiannabi Semoga Allahu ‘alaihi wa sallam pepatah,
Airnya dari air
“Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan oleh keluarnya air (air mani).” (HR.Muslim, no.343)
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:52-54.
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:54-55.
Orang yang junub dilarang tidur, mengulang jimak, makan, minum sebelum membasuh kemaluannya dan berwudhu. Begitu pula bagi mereka yang suci dari haid dan nifas. Lihat Paku Ar-Ranura’um. 115.
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:56-57.
Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah16:50-52.
Untuk anak laki-laki dan perempuan:
Hanya untuk wanita:
–
Lihat Kuku Ar-Ranura’ bi Syarh Safinah An-Naja, hmm. 151; Al-Imtaa’ bi Syarh Matan Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafiium. 44; Khulaashah Al-Islaamiyyah ‘ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahum. 33-34.
Meskipun hanya berpegang pada prinsip-prinsip kamar mandi, prinsip-prinsip tersebut adalah: (1) niat; (2) semprotkan air ke seluruh tubuh.
Ingatlah bahwa mandi itu untuk sholat, bukan karena ingin berpuasa. Jadi jika seorang junub memasuki Subuh, diperbolehkan mandi di Subuh, maka puasa dapat dilanjutkan.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pepatah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangkapnya pada waktu subuh di bulan Ramadhan dalam keadaan najis tanpa mimpi, sehingga ia mandi dan berpuasa.
“Rasulullah Semoga Allahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mendapati dirinya pada waktu subuh di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, begitulah dia Semoga Allahu ‘alaihi wa sallam mandi dan melanjutkan puasa.” (HR.Muslim, n.1109)
Hadits di atas diperkuat dengan ayat,
Jadi, mereka akan berbagi dengan mereka dan mencari apa yang telah ditulis Tuhan untuk Anda dan makan dan minum sampai jelas bagi mereka yang benar dan orang yang adalah orang yang sama.
“Maka sekarang bergabunglah dengan mereka dan ikutilah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, dan makan dan minumlah sampai benang putih bersih bagimu dari benang hitam, yaitu oprimir. Kemudian sempurnakan puasa hingga (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187).
Imam Nawawi Tuhan memberkati katanya, “Yang dimaksud mubasyaroh (basyiruhunna) dalam ayat di atas adalah jimak atau hubungan intim. Dalam lanjutan ayat tersebut disebutkan”ikuti apa yang telah Allah tetapkan untukmu”. Jika jimat diperbolehkan hingga terbit oprimir (Fajr), maka tentu diasumsikan masih dalam keadaan junub ketika memasuki Shubuh. Puasa pada waktu itu juga sah karena Allah memerintahkannya.”selesaikan puasa sampai malam tiba.” Itu adalah dalil Al-Qur’an dan juga didukung oleh perbuatan Nabi. Semoga Allahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk memasuki Agarrotar dalam keadaan junub.” (syar’i sahih muslim7:195).
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.
Portaequipajes juga:
–
perbaikan selesai Kabin DS pada 6 Ramadhan 1444 H, 28 Maret 2023
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…
Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…
Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…
Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…
Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…
Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…