Hukum Seputar Ibadah Haji Dalam Al Qur’an

Ibadah haji adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Kewajiban bagi muslim yang sudah baliq, pria dan wanita, baik yang sudah tua apalagi yang masih muda. Mampu dalam segi finansial atau biaya, sehat jasmani dan rohani. Tempat melaksanakan ibadah haji adalah di Tanah Suci Makkah al Mukaromah.

Musim Ibadah Haji dan Hukum Seputar Ibadah Haji Dalam Al Qur’an
Musim Ibadah Haji dan Hukum Seputar Ibadah Haji Dalam Al Qur’an

Berikut Hukum Seputar Ibadah Haji Dalam Al Qur’an

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

(QS Ali Imran 96-97)

Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

(QS Al Baqarah 158)

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Kemudian,  hendaklah  mereka  menghilangkan  kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (QS Al Hajj 26-29)

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit),  maka  (sembelihlah)  korban  yang  mudah  didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka  wajiblah  atasnya  berfidyah,  yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah                (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan  umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh   (hari)   yang   sempurna.   Demikian   itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya  tidak  berada   (di  sekitar)   Masjidil  Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

Musim Ibadah Haji dan Hukum Seputar Ibadah Haji Dalam Al Qur’an

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa  yang  menetapkan  niatnya  dalam  bulan  itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.  Dan  apa  yang  kamu  kerjakan  berupa  kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS Al Baqarah 196 – 197)

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam.   Dan   berdzikirlah   (dengan   menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

Kemudian  bertolaklah   kamu   dari   tempat  bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan  kami,  berilah  kami  (kebaikan)  di  dunia”,  dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka“ (QS Al Baqarah 198 – 201)

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin  cepat  berangkat  (dari  Mina)  sesudah  dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang   ingin   menangguhkan   (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. (QS Al Baqarah 202 – 203)

=======================================================================

Informasi Paket Ibadah Haji Plus Visa Furoda, Biaya Mulai USD14.500

Hubungi: H SUDJONO AF – 081388097656

Similar Posts:

Artikel Sedang Trending
Kemampuan pergi haji bagi seorang perempuan. Ada beberapa poin yang mesti diperhatikan oleh perempuan yang
Kewajiban Haji adalah bagi orang yang mampu. Apa yang dimaksud dengan "mampu" disini? Yang dimaksud
Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh Bagi Setiap Muslim. Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim yang