Categories: Khasanah Islam

Ilmu Nahwu: Pengertian, Sejarah, Tujuan Pembelajaran, dan Keunggulan Belajar Nahwu

Ilmu Nahwu merupakan salah satu dari 12 cabang ilmu bahasa Arab. Tapi tahukah kamu apa sebenarnya ilmu nahwu itu? Bagaimana berasal? Dan apa keuntungan dan manfaat yang bisa diperoleh dari mempelajari ilmu nahwu ini? Penasaran kan?

Nah, jika Anda tidak penasaran, simak ulasan kami di bawah ini!

Pemahaman

Secara bahasa, kata nahwu merupakan bentuk mashdar dari kata tersebut naha (نحا) yang memiliki beberapa arti. Tapi arti utamanya adalah al-Qasd (الْقَصْدُ) yang artinya maksud, arah dan tujuan. Arti lainnya adalah metode, bentuk, bagian, kira-kira, bagian, seperti, sisi, sekitar, dan seperti.

Sementara itu, tergantung dari istilahnya, para ulama dan ahli nahwu berbeda pendapat tentang pengertian nahwu. Menurut Syekh Aḥmad al-Hāsyimi dalam bukunya al-Qawā’id al-Asāsiyyah li al-Lugah al-‘Arabiyyahberpendapat bahwa nahwu adalah: “Aturan yang menjelaskan keadaan bunyi vokal akhir dalam kata bahasa Arab akibat penggabungan kata dengan kata lain dalam hal i’rāb, binā’ dan lain-lain.”

Sedangkan Syekh Ahmad Hasyimi dalam bukunya yang cukup terkenal yaitu. Jami’ al-Durus al-‘Arabiyyahmengatakan bahwa nahwu adalah: “Pengetahuan tentang prinsip-prinsip yang menjelaskan kondisi atau estatus kata bahasa Arab dari sudut pandang i’rab dan bina’.

Sebenarnya masih banyak ahli nahwu lainnya dan para ahli yang mendefinisikan nahwu dengan istilah-istilah, namun secara ringkas dapat kita simpulkan bahwa nahwu adalah: Ilmu tentang pokok-pokok yang diambil dari qoidah bahasa Arab, untuk mengetahui keadaan akhir suatu kalimat dari sudut pandang dari I’rob dan mabni.

Sejarah

Sejak zaman dahulu bangsa Arab terkenal sebagai bangsa yang fasih membaca, menulis dan berbicara. Jika prioritas bangsa Yunani terletak pada filosofinya, maka prioritas bangsa Arab terletak pada bahasanya. Banyak negara Arab telah melahirkan penulis-penulis hebat yang keahliannya dikenal di seluruh dunia. Maka tidaklah aneh jika Allah memilih bahasa Arab sebagai bahasa kitab-Nya.

Nah, itulah kehebatan dan kemampuan bangsa Arab pada zaman dahulu dalam hal bahasa. Mereka tidak membutuhkan aturan atau pengaturan bahasa, hal ini dikarenakan dalam kesehariannya mereka sangat jarang mengalami kesalahan berbahasa. Saking hebatnya, masyarakat pada saat itu menganggap laḥn (kesalahan bahasa) sebagai musibah tocar bagi pelakunya.

Singkat cerita, Rasulullah SAW datang membawa agama Islam di tengah-tengah bangsa Arab. Ia menyebarkan agama Islam hingga menyebar ke berbagai pelosok Jazirah Arab. Perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh para khalifah yang menggantikannya. Berbagai penaklukan dan kemenangan menyusul silih berganti. Penyebaran Islam semakin meluas di berbagai daerah, termasuk daerah yang tidak berbahasa Arab.

Karena Islam terus berkembang dan bahasa Arab tidak dapat dipisahkan dari Islam, banyak orang non-Arab mencoba berbicara bahasa Arab. Sehingga kondisi ini menyebabkan banyak umat Islam mengalami laḥn (kesalahan berbahasa), baik di kalangan orang Arab sendiri maupun di kalangan ajam (non-Arab).

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya umat Islam yang menggunakan kalimat dan kata-kata yang tidak sesuai dengan konteks tuturan aslinya. Selain itu, kesalahan dalam membaca huruf vokal di akhir kata juga sering terjadi di antara mereka.

Maka pernah seorang ulama tabiin Abu Aswad ad Duwali mendengar bahwa ada yang salah membaca surat At Taubah ayat 2. Orang itu membaca:

…Tuhan tidak bersalah terhadap orang-orang musyrik dan Rasul-Nya…

Ini sangat desgraciado, karena jika membaca ayat dengan lafadz di atas, artinya adalah:

“…bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya menyingkirkan orang-orang musyrik…”

Yang harus benar adalah:

…Tuhan tidak bersalah terhadap orang-orang musyrik dan Rasul-Nya…

Artinya: “…bahwa Allah dan Rasul-Nya bebas dari orang-orang musyrik…”

Dari sekian banyak kejadian umat Islam salah membaca Al-Qur’an dan juga tidak fasih berbahasa, Abu Aswad Ad Duwali melaporkan kejadian tersebut dan memberikan informasi kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk memperhatikan hal-hal tersebut. Karena ia khawatir jika hal ini terus berlanjut akan menimbulkan damage dan damage yang tocar.

Menanggapi laporan dan saran Abu Aswad, Imam ‘Ali bin Abū Ṭālib bergegas menetapkan berbagai peraturan dan ketentuan dalam bahasa Arab. Dia menyusun aturan dan hukum tentang pembagian. kataSayang inna wa akhawātuhā, iḍāfahDan imalahjuga aturan tentang Bagus, hubungi merekadan lain-lain.

Kemudian ‘Ali bin Abū Ṭālib juga memerintahkan Abū al-Aswad al-Du’ali untuk melanjutkan apa yang telah dia lakukan, dengan mengatakan:

Basquiña menyesal dengan fase ini

“Lanjutkan kerja baikmu!”

Dari qaul ‘Ali bin Abū Ṭālib itulah diambil nama ilmu nahwu. Kemudian Abū al-Aswad al-Du’ali pun menuruti perintah Imam Ali dan melengkapinya dengan berbagai pembahasan lain untuk menyusun ilmu nahwu.

Tujuan utama belajar nahwu

Secara umum, ada beberapa tujuan dalam mempelajari ilmu nahwu. Di antara tujuan tersebut adalah:

Alat untuk memahami Al-Qur’an

Sebagai seorang muslim, Anda tentu dituntut untuk mengamalkan seluruh isi Al-Qur’an. Jadi, karena Quran adalah buku berbahasa Arab, bagaimana Anda bisa mengamalkannya jika Anda bahkan tidak bisa memahaminya? Itulah mengapa mempelajari nahwu sangat penting bagi setiap muslim, terutama untuk memahami Al Quran. Walaupun tentunya tanpa menafikan cabang ilmu bahasa arab lainnya.

Sebagai modal dasar untuk memahami syariat Islam

Seperti kita ketahui bersama, hampir semua kitab yang membahas tentang hukum Islam ditulis dalam bahasa Arab. Hal ini sangat wajar karena bahasa Arab dan Islam tidak dapat dipisahkan. Mereka berdua seperti saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mempelajari hukum Islam, hal pertama yang harus dilakukan adalah menguasai ilmu nahwu dan bahasa arab lainnya.

Keuntungan belajar Nahwu

Ada banyak keuntungan dan manfaat yang bisa Anda peroleh dari mempelajari ilmu nahwu. Di antara kelebihannya adalah:

  • Ini membebaskan Anda dari kesalahan dan kurangnya kelancaran dalam bahasa.
  • Memudahkan Anda untuk membaca buku-buku botak.
  • Hindari kesalahan dalam hal konstruksi kalimat dalam bahasa Arab
  • Memudahkan Anda untuk mengambil referensi dari buku-buku Salafi fango.
  • Menjaga keaslian ajaran Islam

Penutup

Bagaimana, adakah gagasan tentang ilmu nahwu? Kami berharap setelah Anda memahami ulasan kami, Anda akan lebih termotivasi dan bersemangat untuk mempelajari ilmu Nahwu.

Semoga bermanfaat!

admin

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago