Islam diyakini pertama kali masuk ke Jawa Timur pada abad ke-11. Bukti pengaruh Islam yang masuk ke Jawa Timur pada abad ke-11 adalah ditemukannya kuburan Islam di Gresik, makam Fatimah binti Maimun, yang menunjukkan tahun Hijriah 1475/1082 Masehi. Sekitar abad ke-14, ada bukti peran yang kuat bagi komunitas Muslim, terutama keberadaan makam kuno yang berasal dari tahun 1368 M. di Troloyo, dekat pusat kerajaan Majapahit. Perkembangan Islam di Jawa Timur termasuk di pulau Jawa tidak lepas dari perang Wali Sanga. Di Jawa Timur, wali tinggal di Surabaya, Gresik dan Lamongan. Mereka menyiapkan landasan yang kokoh untuk membangun pemerintahan Islam dalam bentuk kerajaan. Pada awal abad ke-16, Islam menyebar dengan cepat ke Jawa.
Kedatangan Sunan Gresik di Jawa Timur Sejak abad ke-15, sudah ada tanda-tanda kegiatan keagamaan yang diprakarsai oleh para wali di beberapa daerah pantai utara Jawa, termasuk Gresik. Era Wali Sanga menandai berakhirnya dominasi Hindu-Budha yang berpihak pada budaya Islam. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik adalah orang suci yang pertama kali menyebarkan Islam di Jawa pada abad ke-14.
Daerah pertama yang harus ditangani adalah kota Sembalo, yang sekarang menjadi bagian dari distrik Manyar di Yunani. Sunan Gresik kemudian mulai menyebarkan agama Islam di Jawa Timur dengan mendirikan masjid pertama di Desa Pasucinan, Manyar. Saat itu masyarakat Jawa Timur yang umumnya beragama Hindu atau Budha di bawah kerajaan Majapahit dapat dengan cepat memeluk agama Islam. Salah satu alasannya adalah pendekatan Sunan Gresik sangat bijaksana dan tidak bertentangan dengan kepercayaan masyarakat saat itu. Setelah berhasil merangkul masyarakat Yunani, Maulana Malik Ibrahim mengunjungi Trowulan ibukota Majapahit dan diterima dengan baik oleh raja. Untuk melatih staf untuk melanjutkan perjuangan, Sunan Gresik membuka pesantren.
Perkembangan Islam di Jawa Timur pada awal abad ke-15. Pada 1416, Islam telah diterima oleh sebagian besar orang Jawa. Kesaksian terlihat ketika ada seorang utusan Cina yang tiba di Jawa Timur pada masa itu. Mereka melaporkan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang berbeda di Jawa Timur, antara lain: Muslim yang berpakaian rapi dan hidup teratur. Banyak orang Tionghoa yang masuk Islam. Warga Masih Terbelakang Dakwah Wali Sang di Jawa Timur Selain Sunan Gresik, empat anggota Wali Sangas Kedua juga berperan dalam perkembangan Islam di Jawa Timur.
Keempat pengawal itu adalah Sunan Ampel dengan wilayah di Surabaya, Sunan Bonang di Tuban, Sunan Drajat di Lamongan dan Sunan Giri di Gresik. Sunan Ampel adalah anak dari Sunan Gresik yang datang ke Jawa Timur pada tahun 1443. Langkah pertama adalah mendirikan pondok pesantren untuk mendidik para mubaligh yang bertugas menyebarkan agama Islam ke seluruh Jawa. Di antara para da’i yang diajar oleh Sunan Ampel adalah Sunan Giri, Raden Patah, Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq, yang kemudian diutus untuk memeluk Islam Blambangan. Seperti Sunan Jesik, Wali juga menggunakan pendekatan dan gaya asimilasi untuk menyebarkan Islam di Jawa Timur. Dengan demikian, mereka secara bertahap memperkenalkan agama Islam dari yang paling sederhana ke iman dan ibadah. untuk intelektual Orang tua juga menggunakan cara berpikir dan kecerdasan rasional Daves. Referensi: sucellarine. (2018). Temui Sembilan Wali (Wali Sanga). Surakarta: Seti-Aji.
source:https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/18/100000979/sejarah-masuknya-islam-di-jawa-timur?page=3
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…