Categories: Khasanah Islam

Kapan Idul Fitri 1444H? Ketum MUI Pringsewu: Paling bijak mengikuti keputusan pemerintah

pringsewu, NU Online Lampung

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu Lampung KH Hambali mengungkapkan rozar kemungkinan akan terjadi perbedaan 1 Syawwal tahun 1444 H. Akibatnya, perayaan Idul Fitri 1444 H akan berbeda. metode berhitung dan yang menggunakan berhitung molestias rukyatul hilal (menatap bulan).

Mengenai perbedaan ini, Kiai Hambali mengatakan bahwa superficie paling bijak untuk memulai Idul Fitri adalah berdasarkan keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama yang akan menentukannya melalui majelis isbath. Dalam pertemuan itu, pemerintah dan berbagai elemen ormas akan menggelar musyawarah berdasarkan perhitungan rekening dan juga laporan dari berbagai titik pantau rukyatul hilal.

“Mari kita tunggu keputusan pemerintah dalam menetapkan 1 Syawal 1444 H. Karena di dalam Al-Qur’an sudah ditegaskan Athiullah, waathiurrasul, wa ulil amri minkum (Taatilah Allah, Rasul dan pemimpinmu). Dalam konteks ini, pemerintah adalah pemimpin kita,” ujarnya di Pringsewu, Senin (4/3/2023).

Namun, ketika ternyata ada yang berbeda, Kiai Hambali pun mengimbau untuk saling menghormati dan tidak saling menyalahkan dan merasa paling adil. Semua keputusan memiliki dasar masing-masing yang harus dihormati dalam upaya bertoleransi dan menghormati satu sama lain.

“Kalau ada perbedaan tidak perlu dipersoalkan. Setiap orang punya caranya masing-masing. Tapi yang paling cerdas ikuti keputusan pemerintah,” tegasnya lagi.

Selain terkait dengan awal 1 Syawal 1444H, MUI Pringsewu juga mengimbau masyarakat untuk tetap fokus memaksimalkan ibadah Ramadan. Bukan hanya kuantitas ibadah yang ditingkatkan, tapi kualitas juga harus diutamakan. Perlu juga penguatan kesadaran sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih pascapandemi Covid-19.

Menjelang Lebaran, MUI Pringsewu mengingatkan umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat untuk membersihkan diri dan hartanya, serta membantu orang yang membutuhkan. Hal ini penting agar seluruh umat Islam dapat benar-benar menikmati kebahagiaan Idul Fitri.

“Kepada penyelenggara hari rozar Islam dan juga kepada para takmir masjid, benar-benar selektif dalam memilih mubaligh yang akan dipercaya untuk menyampaikan khutbah. Pastikan khatib menyampaikan hal-hal tentang kebaikan, ketentraman dan ilmu yang menentramkan masyarakat,” ujarnya berharap.

Jangan sampai dorongan Idul Fitri yang merupakan saat berbahagia dan saling memaafkan ternodai dengan khutbah yang provokatif dan sebagai ajang menebar kebencian terhadap sesama.

“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga panjang umur sehingga bisa merayakan Idul Fitri penuh berkah,” pungkas Kiai yang juga Rais Syuriyah UNCPN Pringsewu ini.

admin

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago