Keutamaan Berdzikir Bagi Seorang Mukmin (youtube.com)
Keutamaan Berdzikir Bagi Seorang Mukmin Akan Dimudahkan Segala Urusan. Dzikir, atau mengingat Allah, adalah suatu amalan yang memiliki keutamaan yang tinggi dalam Islam. Bagi seorang mukmin, berdzikir bukan hanya sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga merupakan suatu tindakan yang mendatangkan berbagai kebaikan. Dalam agama Islam, dzikir memiliki kedudukan yang istimewa, dan setiap momen dzikir memiliki nilai tersendiri bagi seorang mukmin.
Salah satu keutamaan berdzikir bagi seorang mukmin adalah mendekatkan diri kepada Allah. Dzikir merupakan sarana untuk selalu mengingat kebesaran dan keesaan Allah. Dengan berdzikir, seorang mukmin akan merasa dekat dengan Sang Pencipta dan selalu mengingat-Nya dalam setiap langkah hidupnya. Rasulullah SAW bersabda, “Dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan dzikir.” (HR. Tirmidzi). Dengan begitu, dzikir menjadi jembatan yang menghubungkan hati seorang mukmin dengan Allah.
Selain itu, berdzikir juga memiliki keutamaan dalam menjernihkan hati dan pikiran. Hidup di dunia yang penuh dengan ujian dan godaan membuat hati sering kali tercemar oleh berbagai hal negatif. Dengan berdzikir, seorang mukmin dapat membersihkan hatinya dari sifat-sifat buruk dan merenungkan kebesaran Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d: 28). Dengan menjernihkan hati, seorang mukmin dapat hidup dengan lebih tenang dan penuh keikhlasan.
Keutamaan berdzikir juga terlihat dalam pengaruhnya terhadap akhlak dan perilaku seorang mukmin. Dzikir tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, melainkan juga membentuk karakter dan kepribadian. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlaknya yang baik.” (HR. Tirmidzi). Dengan berdzikir, seorang mukmin menjadi lebih bersyukur, sabar, dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Selain itu, berdzikir juga memiliki keutamaan dalam menenangkan jiwa. Dalam kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan tekanan, jiwa sering kali merasa gelisah dan lelah. Dengan berdzikir, seorang mukmin dapat menemukan ketenangan dan kedamaian jiwa. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam hati ada kegelisahan dan ketenangan. Ketenangan itu datang dari mengingat Allah, dan kegelisahan itu datang dari mengingat dunia.” (HR. Ahmad). Oleh karena itu, dzikir menjadi pelipur hati bagi seorang mukmin dalam menghadapi berbagai cobaan dan kesulitan hidup.
Keutamaan berdzikir bagi seorang mukmin juga terlihat dalam meningkatkan keimanan. Dzikir adalah suatu bentuk pengingat akan keberadaan Allah dan kuasa-Nya. Semakin sering seorang mukmin berdzikir, semakin kuat pula imannya. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah dengan mengingat-Nya sebutlah (nama) Allah di waktu pagi dan petang.” (Q.S. Al-Ahzab: 41-42). Dengan keimanan yang kokoh, seorang mukmin akan lebih teguh dalam menghadapi ujian hidup dan tidak mudah tergoyahkan oleh godaan syaitan.
Berdzikir memiliki keutamaan yang sangat besar bagi seorang mukmin. Dzikir bukan hanya sebagai ibadah rutin, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjernihkan hati dan pikiran, membentuk akhlak yang baik, menenangkan jiwa, dan meningkatkan keimanan. Oleh karena itu, setiap mukmin seharusnya menganggap berdzikir sebagai suatu amalan yang sangat bernilai dalam perjalanan hidupnya. Dengan berdzikir, seorang mukmin dapat merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkahnya dan hidup dengan penuh keberkahan.
Allah SWT berfirman:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku).‛ (QS. Al-Baqarah: 152)
Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya).‛ (QS. Al-Ahzaab: 41)
Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.‛ (QS. Al-Ahzaab: 35)
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.‛ (QS. Al-A’raf: 265)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati.‛1
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:
Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati.‛2
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:
Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci disisi rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu dari-pada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?‛ Para shahabat yang hadir berkata: ‚Mau wahai Rasulullah!‛ Beliau bersabda: ‚Dzikir kepada Allah yang Maha Tinggi.‛ 3 Shahih Tirmidzi: 3/139, Ibnu Majah: 2/316.
Allah SWT Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits Qudsi):
Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari).‛ 4 HR. Al-Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafadz hadits ini dalam shahih Al- Bukhari.
Dari Abdullah bin Busr t dia berkata: Sesungguhnya seorang laki-laki berkata: ‚Wahai Rasulullah! sesungguhnya syari’at Islam telah banyak aku terima, oleh karena itu, beri tahulah aku sesuatu hal buat peganganku.‛ Beliau bersabda: ‚Tidak henti-hentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya).‛5 Shahih Tirmidzi: 3/139 dan shahih Ibnu Majah: 2/317.
Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al- Quran, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif Laaam Miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.‛6 HR. Tirmidzi 5/458, lihat Shahih Tirmidzi 3/9
Dari Uqbah bin Amir t berkata: ‚Rasulullah r keluar, sedangkan kami berada di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda:
Siapakah diantara kamu yang senang berangkat pagi setiap hari ke Buthan atau Al- Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya tanpa mengerjakan dosa dan memutus silaturrahmi?‛ kami (yang hadir) berkata: ‚Yaa kami senang ya Rasulullah!‛, lalu beliau bersabda: ‚Seseorang di antara kamu berangkat pagi ke mesjid, lalu mengajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila mengajar atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila membaca atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta) dan dari seluruh bilangan unta.‛7 HR. Muslim: 1/553.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Siapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka dia akan mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Barang siapa yang berbaring di suatu tempat, lalai tidak berdzikir kepada Allah, maka dia akan mendapatkan sesuatu yang tidak disenangi dari Allah.‛ 8 HR. Abu Dawud: 4/264, Lihat Shahih Jami‟ :5/342
Apabila suatu kaum duduk di majlis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabi-Nya, niscaya mereka mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Apabila Allah berkehendak, maka Dia akan menyiksa mereka; dan apabila tidak, Allah akan mengampuni dosa mereka.‛9 Shahih Tirmidzi: 3/140
Setiap kaum yang berdiri dari suatu majlis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan mereka akan menyesal (di hari kiamat).‛ 10 Riwayat Abu Dawud 4/264 dan Ahmad 2/389, lihat Shahih Jami‟ 5/176
MENGGAPAI KEBAHAGIAN DENGAN BERDZIKIR / USTADZ ABU HUMAIROH @KajianOnline744 @HumairohChannelNew Berzikir adalah praktik mengingat dan memuji ALLAH ﷻ secara terus-menerus dalam hati atau bersuara. Zikir merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dan ditekankan untuk dilakukan secara rutin, agar seorang hamba mendekatkan diri kepada ALLAH ﷻ …
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…