Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Tentang Kurban Idul Adha

Menyambut hari raya Idul Adha, yuk bacakan kisah nabi Ibrahim dan Ismail tentang perayaan kurban kepada si kecil Mother! Membacakan dongeng rupanya dapat membantu merangsang kreativitas dan imajinasi anak, lho.

Terlebih lagi, dongeng dengan cerita anak islami yang menceritakan kehidupan para Nabi dan Rasul bisa menjadi media agar ia belajar agama Islam lebih dalam. Kisah nabi Ibrahim dan Ismail tentang kurban banyak menyimpan keteladanan yang dapat diajarkan pada si kecil. Yuk langsung saja simak kisah nabi Ibrahim dan Ismail secara singkat di sini!
Cerita Nabi Ibrahim dan Ismail #1: Kelahiran putra pertama Nabi Ibrahim

Ismail adalah putra pertama yang kehadirannya sangat ditunggu dan dinantikan oleh Nabi Ibrahim. Dalam riwayat dikisahkan bahwa Ismail lahir ketika usia Nabi Ibrahim mendekati 100 tahun.

Kala itu, Nabi Ibrahim tak henti-hentinya berdoa kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang saleh. Namun, saat itu istri Nabi Ibrahim yang bernama Sarah tidak dapat mewujudkan keinginan Nabi Ibrahim lantaran kondisi rahimnya tidak dapat memiliki anak atau mandul.

Dengan keikhlasan hati Sarah, ia berniat agar Nabi Ibrahim menikah dengan budaknya yang bernama Hajar. Dari pernikahan itu ia berharap Nabi Ibrahim akan mendapatkan keturunan.

Setelah Hajar menyetujui pernikahan tersebut, tak lama setelahnya mereka menikah dan Hajar mengandung anak pertama Nabi Ibrahim yang bernama Ismail.
Cerita Nabi Ibrahim dan Ismail #2: Perintah Allah untuk menyembelih Ismail

Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh serta berbakti kepada orang tuanya. Hingga ketika Ismail berusia sekitar 14 tahun, Allah menguji keikhlasan dan ketaatan Ismail dan Nabi Ibrahim.

Dari sinilah kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tentang kurban bermula. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya sendiri. Perintah tersebut didapatkan Nabi Ibrahim melalui mimpi yang datang secara terus-menerus.

Setelah bermimpi mendapatkan perintah menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ibrahim menyampaikannya kepada Ismail. Tak disangka, dengan penuh keikhlasan dan tanpa rasa takut maupun kesedihan, Ismail langsung menyadari mimpi tersebut adalah benar adanya perintah Allah. 

Ismail lantas berkata kepada ayahnya:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Cerita Nabi Ibrahim dan Ismail #3: Allah menggantikan Ismail dengan seekor kambing sebagai kurban

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail play on words berlanjut. Dengan keikhlasan Ismail, akhirnya keduanya pergi ke Mina untuk melakukan penyembelihan. Sepanjang perjalanan menuju tempat penyembelihan, iblis terus menggoda Nabi Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah Allah.

Namun, semua godaan tersebut sia karena keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Ismail untuk tetap menjalankan mimpi yang ia dapat dari Allah.

Sesampainya di tempat tersebut, Nabi Ibrahim mengikat kedua tangan Ismail. Lalu dibaringkanlah anak kesayangannya dan mukanya di tutup menggunakan kain agar Nabi Ibrahim tidak sampai melihat raut wajah sang anak. Lalu diambillah sebilah pedang tajam yang telah dipersiapkan sebelumnya. 

Dengan tergenang air mata dan hati bergetar, Nabi Ibrahim meletakkan pedang tersebut di leher Ismail dan menyembelihnya disertai persaksian serta terus menyebut nama Allah.

Namun seketika Malaikat Jibril datang untuk mengangkat Ismail dan menggantikan posisi Ismail dengan seekor kambing yang gemuk dan besar. Ketika itu pula Nabi Ibrahim mendengar seruan dari Allah:

“Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar suatu ujian yang nyata.”
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail #4: Diperingati sebagai perayaan Idul Adha

Nah, cerita anak Islami kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tentang kurban tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah agama islam dan diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha. Hari raya ini juga biasa disebut dengan Hari Raya Kurban.

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berakhir pada 13 Dzulhijjah atau tepat 70 hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Peringatan Idul Adha ditandai oleh kegiatan berkurban dengan hewan peliharaan seperti kambing, domba, unta, atau sapi. Hasil dari kurban ini nantinya akan dibagikan kepada tetangga, fakir miskin, serta orang yang membutuhkan. Hukum berkurban adalah sunnah sebagai pengingat agar kita semua berserah diri juga senantiasa taat pada Allah.
Baca juga: 5 Dongeng Anak Islami Sebelum Tidur untuk Si Kecil, Ada Pesan Moralnya
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail #5: Hal yang bisa diteladani

Dari peristiwa tersebut, tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ya, Mother. Sikap yang diambil Ismail ketika mendengar perintah tersebut mencerminkan kesabaran dan ketaatan yang luar biasa. Ismail menyadari bahwa segala perintah yang datangnya dari Allah harus dijalankan.

Sementara itu Nabi Ibrahim mencerminkan keikhlasan dan membuat kita menyadari bahwa semua yang ada di dunia hanyalah titipan dari Allah, termasuk putra kesayangannya yang telah ia nantikan selama hampir 100 tahun.

Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dengan rasa kepemilikan akan suatu hal seperti harta, prestasi, jabatan, keluarga, bahkan seseorang yang sangat kita sayangi.

Cerita Nabi Ibrahim dan Ismail sesungguhnya adalah kehendak Allah untuk menguji kesabaran serta keteguhan hati mereka dalam menjalankan perintah Allah. Sehingga turunlah firman Allah sebagai berikut.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)- Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap sesuatu.” (At-Talaq: 2-3)

Itu dia Mother kisah Nabi Ibrahim dan Ismail secara singkat sebagai salah satu cerita anak islami. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah nabi ibrahim dan ismail tentang kurban di atas, mulai dari keikhlasan hingga ketaqwaan kepada Allah SWT. Semoga dengan menceritakannya pada anak, ia play on words dapat mengambil teladan yang baik ya, Mother.

source:https://www.ruangmom.com/kisah-nabi-ibrahim-dan-ismail.html