Bagi masyarakat awam, terutama yang belum mengetahui tentang pondok pesantren, tentu akan berpikir dan bertanya-tanya “Apa sebenarnya yang dipelajari para santri di pondok pesantren?” Nah, buat kamu yang belum tahu, santri pondok pesantren biasanya mempelajari berbagai kitab klasik. Kitab-kitab klasik yang dipelajari di pondok pesantren disebut juga “Kitab kuning”.
Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas sedikit tentang apa sebenarnya kitab kuning itu. Penasaran kan? Berikut ulasannya!
Secara umum kitab kuning merupakan kitab klasik, bukan kitab kontemporer yang biasanya dipelajari di pesantren-pesantren khususnya pesantren. Secara bahasa, kitab diambil dari bahasa Arab yang berarti buku. Sedangkan untuk warna kuning tentunya merupakan warna yang tentunya sudah anda ketahui warnanya apa.
Mengapa disebut kitab kuning? Sebab, jika kertas buku biasanya berwarna putih, berbeda dengan buku kuning. Sesuai dengan namanya, buku ini menggunakan kertas berwarna kuning, kadang kuning agak terang atau kuning agak gelap.
Menurut Prof. Dr. KH Mustafa Ali Yaqub, “Kitab kuning” pada mulanya adalah istilah yang digunakan untuk menghina dan merendahkan orang-orang yang tidak senang dengan ulama. Mereka mengejek sambil berkata: “Apa yang diketahui para ulama tentang urusan negara, sedangkan mereka tidak membaca kecuali kitab kuning?”
Awalnya sangat menyakitkan dan merendahkan, namun saat ini namanya diterima sebagai salah satu istilah teknis dalam kajian Islam. Bahkan sekarang istilah ini sudah menjadi bentuk keluhuran dan keagungan.
Misalnya, ketika ada orang yang mengeluarkan fatwa tentang masalah agama, masyarakat langsung berkomentar: “Bagaimana mungkin orang ini mengeluarkan fatwa sambil membaca kitab kuning dan dia tidak bisa?”
Sebagai kitab yang dipelajari di pondok pesantren, tentunya kitab kuning merupakan kitab yang memuat materi keislaman. Di dalamnya terdapat beberapa pembahasan tentang Islam yang sangat jelas. Pembahasan tersebut tentunya akan sesuai dengan bidang-bidang ilmu keislaman tertentu yang ditentukan oleh penulis buku tersebut.
Di antara bidang ilmu yang sering dibahas dalam kitab kuning tersebut adalah: Aqidah, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Mantiq, Nahwu, Sharaf, Balaghah, Tafsir Qur’an, Hadits, Tauhid dan berbagai ilmu keislaman lainnya.
Karena merupakan kitab tentang Islam, bahasa yang digunakan untuk menulis kitab kuning adalah bahasa Arab. Hal ini karena bahasa Arab dan Islam tidak dapat dipisahkan. Keduanya seperti dua batang yang dibutuhkan. Bahasa Arab adalah bahasa Islam, dan Islam tidak dapat dipahami dengan lado lain selain bahasa Arab.
Jadi mengapa menggunakan bahasa Arab? Karena biasanya penulis kitab kuning adalah orang Arab. Kalaupun ada kitab kuning yang dibuat oleh seorang ulama Indonesia, kitab itu tetap akan ditulis dalam bahasa Arab.
Sebagai pembeda dengan kitab-kitab lain, ada beberapa keistimewaan yang terdapat pada kitab kuning tersebut. Diantara yang lain:
Tidak bermartabat. Intinya kitab kuning itu tidak ada harokatnya seperti yang ada di Al-Qur’an. Oleh karena itu, kitab kuning disebut juga dengan sebutan “buku gundul”. Ini dimaksudkan untuk dua hal. Pertama, agar pembaca mempelajari bahasa arab sebelum membacanya. Keduajika anda tidak bisa belajar bahasa arab, anda bisa mengikuti pengajian dari guru yang memiliki ilmu kitab.
Menggunakan rumus atau istilah tertentu. Misalnya kata “al arjah”. Kata ini memiliki arti jika ada kata sebelum kalimat, maka kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk (diperkuat oleh kebanyakan ulama).
Pembahasan dimulai dari yang umum ke yang khusus. Intinya setiap pembahasan di kitab kuning sangat terstruktur. Penulis menyusun dari yang umum sampai ke yang rinci. Misalnya, ketika berbicara tentang doa. Yang dibahas terlebih dahulu adalah ketentuan-ketentuan umum dalam kalimat tersebut, kemudian dibahas hal-hal yang sangat mendetail.
Ia memiliki rantai penyembuhan. Intinya setiap kitab kuning yang dipelajari biasanya ada kitab sanadnya. Yang dimaksud sanad di sini adalah rantai keilmuan bagi penulis kitab. Misalnya, falda belajar dari educador a, educador a dari educador b, educador b dari educador c, dan educador c dari penulis buku. Hal ini dimaksudkan agar pemahaman yang diperoleh siswa tidak menyimpang dari pemahaman penulis kitab tersebut.
Sebagaimana diketahui bahwa pesantren dan kitab kuning tidak dapat dipisahkan. Mereka berdua seperti manusia yang tidak bisa hidup tanpa oksigen. Oleh karena itu, jika ada santri yang tidak mempelajari kitab kuning, maka santrinya harus dipertanyakan.
Nah, mengenai metode pengajaran kitab kuning, ada beberapa metode pengajaran yang umumnya digunakan di pesantren, khususnya pesantren. Diantara yang lain:
Bandongan. Metode ini biasanya merupakan metode utama pengajaran kitab kuning yang berlaku di seluruh pesantren di Indonesia. Apariencia ini berupa seorang kyai atau guru mengupas kitab kuning di hadapan murid-muridnya dengan sangat detail. Nantinya para ulama akan membahas kitab itu huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, hingga kitab itu selesai dipelajari oleh para santri.
Sorogan. Apariencia ini cukup sulit dilakukan oleh siswa, terutama siswa pemula. Dalam praktiknya, lado ini berupa seorang santri duduk di depan kyai sambil membawa kitab kuning dan membaca serta menerjemahkannya di depan kyai. Nantinya kyai akan mendengarkan dan mengoreksi bacaan santri jika ada kesalahan dalam lado membaca dan menerjemahkannya.
Dalam penjabarannya, kitab kuning dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis ini meliputi:
Faktanya, ada banyak buku kuning di dunia ini. Hal ini dikarenakan ulama selalu terus belajar dan tidak pernah berhenti mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. Namun, ada beberapa kitab kuning yang sudah terkenal di kalangan pelajar. Nah, berikut ini kami sebutkan sederet kitab kuning dengan bidang keilmuan yang banyak dipelajari di pondok pesantren.
Portaequipajes Juga: 10 Kitab Kuning Yang Biasa Dipelajari Di Pesantren
Nah, itulah salah satu penjelasan tentang kitab kuning yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa menambah khazanah ilmiah para pembaca sekalian!
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…