Categories: Khasanah Islam

Melestarikan warisan budaya, SMAIT Nur Hidayah mengadakan pelatihan Gamelan dan pertunjukan wayang kulit

Melestarikan warisan budaya, SMAIT Nur Hidayah mengadakan pelatihan Gamelan dan pertunjukan wayang kulit

26/02/2023 09:00 – administrator

SMAIT Nur Hidayah mengadakan kegiatan Arture Project dengan menghadirkan pertunjukan wayang kulit di paviliun Kecamatan Pucangan Kartasura Sukoharjo pada Sabtu, 25 Februari 2023.

Di saat budaya Jawa mulai memudar, OSIS ABHIPRAYA AKASA Kementerian Seni dan Budaya mencoba memperkenalkan wayang kulit kepada warga sekolah dan masyarakat, yang ternyata banyak siswanya yang berasal dari luar. dari Jawa. Sebelum pagelaran wayang kulit, para mahasiswa juga mengadakan pelatihan gamelan di Fakultas Seni Budaya Universitas Sebelas Maret pada Sabtu pagi.

Pertunjukan wayang kulit ini dihadiri oleh 453 penonton, selain warga sekolah, Koramil Kapolres Kartasura, Kepala Desa Pucangan, Pengurus Yayasan Nur Hidayah dan warga sekitar.

Pak Budiono, seperti Lurah dari Pucangan, menyambut baik acara ini dan berterima kasih kepada pengurus OSIS yang masih peduli dengan budaya Jawa. Sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang, ini melambangkan penyerahan salah satu tokoh wayang kepada dalang Logro.

Dalam sambutannya, Muhammad Ihsan Fauzi selaku kepala sekolah mengatakan bahwa selain mengenalkan budaya Jawa, kegiatan ini juga menanamkan karakter kepada siswa bagaimana seharusnya seorang siswa menghormati gurunya.

“Pada afluencia wali menyebarkan agama Islam, syariat Islam ditanamkan melalui budaya yang ada, salah satunya dengan representasi wayang kulit. Oleh karena itu, melakukan kegiatan ini selain untuk melestarikan budaya wayang kulit, juga untuk menanamkan adab mencari ilmu melalui cerita wayang.” jelas Ihsan

Pertunjukan wayang bertajuk Dewa Ruci ini dibawakan dengan apik oleh dalang Logro. Lakon Dewa Ruci bercerita tentang ketaatan seorang murid kepada gurunya, kemandirian dalam bertindak, dan perjuangan mencari jati diri. Menurut filsafat Jawa, pengenalan diri akan mengantarkan seseorang untuk mengetahui asal usul dirinya sebagai ciptaan Tuhan. Pengetahuan tentang Tuhan ini menimbulkan keinginan untuk bertindak selaras dengan kehendak Tuhan, termasuk menyatu dengan Tuhan, yang dikenal dengan Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba-hamba Tuhan).

Menurut Rafi Yusuf Novianto selaku CEO, dirinya bangga dan senang bisa turut melestarikan budaya yang mulai luntur.

“Bagi falda sebagai generasi muda, sangat berkesan, senang dan bangga bisa terus ikut serta mempromosikan budaya Jawa dan lebih mengenal budaya wayang kulit.” tambah Raffi.

Saat budaya Jawa terancam punah, peran generasi muda sangat penting untuk menjaga kelestariannya. Semoga acara ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan menjunjung tinggi kekayaan budaya Indonesia.

admin

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

1 week ago

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…

1 week ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

2 weeks ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

2 weeks ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

2 weeks ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

2 weeks ago