Categories: Khasanah Islam

Menajamkan jiwa sosial masyarakat, SMAIT Nur Hidayah menopang RANMUDA VIII

Menajamkan jiwa sosial masyarakat, SMAIT Nur Hidayah menopang RANMUDA VIII

16/01/2023 09:48 – administrator

Pramuka SMAIT Nur Hidayah merayakan RANMUDA VIII (Gerakan Pramuka Sejati Nur Hidayah) pada Rabu hingga Sabtu, 11-14 Januari 2023 di desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 270 siswa. Kegiatan yang digawangi oleh Pengurus Ambalan SMAIT Nur Hidayah ini merupakan wadah untuk meningkatkan kesadaran dan sarana pengabdian diri siswa kepada masyarakat.

Dalam sambutannya Ustadz Muhammad Ihsan Fauzi selalu Kamabigus SMAIT Nur Hidayah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan khusus kelas XI yang dirancang khusus untuk mempersiapkan siswa agar lebih adaptif, tanggap dan peduli.

“Siswa dilatih untuk dapat beradaptasi dengan tempat baru, membantu kegiatan sehari-hari orang tua asuh dan membantu masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan serta melaksanakan bakti sosial seperti bakti sosial, bakti sosial, bakti sosial dan andar murah.” tambah Ihsan.

Acara pengabdian masyarakat ini dipandu oleh Bapak Pandiyanto, ST., MM selaku Camat Weru. Ia mengaku sangat terbuka dan mendukung acara RANMUDA VIII ini.

“Kegiatan ini sangat baik untuk pendidikan, mahasiswa harus banyak belajar untuk hidup bersama masyarakat sehingga dengan sumbangsih ilmu mereka bisa membangun masyarakat bersama.” kata Pandianto.

“Kepala desa beserta jajarannya telah melatih puluhan orang tua Pamong untuk mengikuti pendidikan anak-anak, sehingga diharapkan anak-anak dapat belajar bersama orang tua Pamongnya dalam kegiatan sehari-hari dan belajar menjaga tarareo krama pergaulan.”. ditambahkan.

Menurut Azzakki Rayhan Ghifari selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini telah dirancang secara maksimal, sehingga diharapkan terjalin kerjasama dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Setiap rumah orang tua menjadi wali, ada 5 siswa yang tinggal di sana. Tugas siswa membantu apa incisión yang dilakukan orang tua, seperti menyiapkan makanan, beternak, mencari rumput.” Rayhan menjelaskan.

“Selain itu, siswa diberikan adab dan tarareo krama pada umumnya, sehingga setelah kegiatan selesai, siswa dapat lebih siap bekerja sama dengan masyarakat.” Rayhan menambahkan

Kegiatan kemahasiswaan bersama masyarakat, seperti RANMUDA VII, menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tingginya individualisme akibat dampak pascapandemi.

admin

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

1 week ago

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…

1 week ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

2 weeks ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

2 weeks ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

2 weeks ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

2 weeks ago