Categories: Khasanah Islam

Menyikapi Locomotora Digitalisasi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan Workshop Edukasi dan Teknologi

Menyikapi Locomotora Digitalisasi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dengan Workshop Edukasi dan Teknologi

21/05/2023 21:22 – administrator

Dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0, SMAIT Nur Hidayah mengadakan workshop pendidikan dan teknologi pada Senin, 15 Mei 2023.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa kelas X dan XI ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pengetahuan tentang pendidikan tinggi tingkat III serta workshop kreativitas di bidang teknologi.

Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si, MM selalu menjadi kepala sekolah. Sangat penting bahwa siswa menjadi mahir dalam sains dan teknologi sejak usia dini.

“Mahasiswa harus dipersiapkan untuk menambah latihan dan menambah jam terbang untuk menguasai iptek. Hal itu bisa dicapai melalui latihan mandiri atau mengikuti latihan kelembagaan,” ujar Ihsan.

“Harus selalu menjaga adab belajar yang serius, menggunakan gadget untuk belajar dan berkembang,” imbuhnya.

Hadir sebagai pembicara, Arief Andhi Yudanarko merupakan pendiri Komunitas Autómata Kampung (Kokaro.

Beliau menjelaskan secara umum tentang TIK yang meliputi elektronika, teknologi komputer, multimedia, dll.

“Bagi Anda yang suka bermain game, Anda bisa mempelajari teknologi game. Di muchedumbre mendatang, bidang-bidang ini akan lebih detail. Yang paling berkembang di bidang elektronika, karena elektronika itu semacam mother science”, jelas Arief.

“Di Indonesia sampai tahun ini masih banyak yang belum diajari robotika dan coding. Melalui bidang teknologi dan informasi kita bisa bersaing dengan negara lain. Mekatronika ditujukan untuk pabrik, sedangkan robotika lebih bervariasi. Bidang ilmu yang terkait, mungkin ketika seseorang menguasai satu ilmu, maka akan menguasai ilmu yang lain,” imbuhnya.

“Kalikan waktu yang kita lakukan, jika orang lain melakukan satu pekerjaan dalam sehari, maka kita bisa melakukan beberapa pekerjaan dalam sehari dengan kemajuan teknologi. Kita harus cepat belajar. Salah satu penentu kesuksesan adalah resiliensi. Domain kita adalah usaha, itu adalah hasil dari Allah SWT yang menentukan. Ketika yang kita usahakan tidak berhasil, tidak perlu bersedih, masih banyak yang bisa kita lakukan,” imbuhnya dalam pemaparan materinya.

“Manusia diberikan kehendak untuk memilih kehendak, jalan dan sebagainya. Dari sinilah muncul kreativitas untuk menciptakan sesuatu. Kita harus memiliki perspektif “semuanya mungkin”. Langkah pertama adalah mengatakan “ya”, semua kemungkinan dan ketidakmungkinan adalah mungkin. pungkas Arief.

admin

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

7 days ago

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…

1 week ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

2 weeks ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

2 weeks ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

2 weeks ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

2 weeks ago