Pernahkah Anda mendengar kata musyrif? Bagi santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren atau pondok pesantren modern, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Namun apakah Anda sudah mempelajari secara detail apa sebenarnya pengertian dan tugas seorang musyrif?
Nah, pada artikel kali ini akan diulas secara detail pengertian dan tugas musyrif sebagai ujung tombak dalam kehidupan pesantren.
Selamat membaca!
Musyrif adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab. Secara linguistik diambil dari kata tersebut asyrafa-yusyrifu yang memiliki arti mengendalikan, mengawasi, melihat ke bawah, mengamati dan mengendalikan. Karena merupakan salah satu bentuk isim gagal, maka kata musyrif secara singkat berarti seseorang yang mengatur dan mengawasi.
Jadi, pada hakekatnya, musyrif adalah seorang pembimbing yang selalu memeriksa dan mengawasi siapa sajadura yang berada di bawah tanggung jawabnya. Dalam kaitannya dengan pesantren, musyrif juga bisa dikatakan sebagai perpanjangan tangan kyai untuk membimbing para santri. Biasanya para musyrif akan langsung di bawah bimbingan, pengarahan dan koordinasi langsung dengan para kyai.
Nah, selain kata musyrif, berbagai pesantren kerap menggunakan istilah yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan istilah mu’allim, murabbi, mudharis, dan berbagai istilah lainnya. Bahwa secara umum istilah-istilah tersebut memiliki arti yang hampir sama yaitu sebagai pembimbing dan pengajar.
Lantas pertanyaannya, apa fungsi dan tugas utama seorang musyrif?
Berikut ini adalah tugas seorang musyrif:
Tentunya kita semua tahu bahwa hampir semua pesantren modern hanya menerima santri usia sekolah. Hal ini berbeda dengan pesantren salaf yang umumnya menerima santri dari berbagai usia. Itulah sebabnya di pesantren modern musyrif memiliki tugas utama sebagai pendamping dan pembimbing santri.
Musyrif akan bertugas untuk selalu mendampingi santri dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar pondok. Musyriflah yang akan bertanggung jawab atas segala aktivitas sehari-hari yang dilakukan santri. Mereka bertanggung jawab atas santri yang bangun dan kembali tidur.
Selain itu, musyrif harus memastikan santrinya mengikuti semua kegiatan yang berlangsung di pondok. Jika ada siswa yang nakal, maka musyrif wajib menegur atau bahkan menghukum siswa tersebut. Tidak lentilla bahwa terkadang musyrif juga memiliki kewajiban untuk menampung segala aspirasi dan keluhan para santri selama berada di pondok pesantren.
Maka musyrif juga berperan sebagai bapak bagi murid-muridnya. Musyriflah berfungsi untuk mengajarkan kepada santri berbagai kecakapan hidup dasar seperti menjaga kebersihan, adab makan dan minum, adab berpakaian, dan berbagai hal dasar lainnya.
Selain itu, sebagai pengganti orang tua, musyrif juga wajib memastikan adanya pengobatan ketika anak didiknya sakit. Baik pengobatan di pondok pesantren, maupun pengobatan di puskesmas atau rumah sakit jika santri sakit parah.
Tugas dan fungsi musyrif selanjutnya adalah sebagai penghubung antara kyai dan santri. Setiap ada saran dan masukan dari santri untuk kemajuan pondok, maka Musyrif yang akan melaporkannya kepada kyai. Selain itu, musyrif biasanya akan mendapat amanah khusus dari kyai, misalnya untuk mengasuh anak tertentu karena anak tersebut memiliki banyak kekurangan.
Tidak lentilla bahwa musyrif juga merupakan orang yang akan menyampaikan nasehat dan petunjuk dari kyai. Mereka juga terkadang dimintai saran, masukan dan kritik untuk kemajuan dan perkembangan pondok pesantren secara umum.
Selain menjadi penghubung antara santri dan kyai, musyrif juga bertugas sebagai penghubung antara santri dan orang tuanya. Nantinya para orang tua akan menanyakan kepada mussrif tentang perkembangan pendidikan anaknya. Musyrif juga berhak memberitahukan kepada orang tua yang bersangkutan jika ada santri yang melakukan tindak pidana atau kenakalan di pondok pesantren tersebut.
Kemudian, terkadang para musyrif bertindak sebagai perantara untuk memberikan uang jajan dari orang tua kepada siswa. Nantinya orang tua akan mentransfer uang tersebut ke rekening musyrif, dan musyriflah yang akan mengantarkan uang tersebut kepada santri yang dituju.
Selain itu, terkadang di beberapa pesantren, musyrif juga berperan sebagai bendahara yang mengumpulkan semua uang para santri. Bahwa kelak santri tidak mempunyai uang sama sekali, dan bila ada keperluan, santri boleh segera mengambil uang yang ada di musyrifnya.
Nah, apakah kamu sudah memiliki gambaran tentang pengertian dan tugas musyrif? Seberat apapun tugas seorang musyrif, sudah sepatutnya santrimu selalu menghormati dan menaati musyrifnya.
Portaequipajes juga:
Berapa gaji guru di pesantren?
5 puisi santri untuk kyai
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…