Hukum dan Pelaksanaan Thawaf Wada

Hukum dan Pelaksanaan Thawaf Wada

Tahwaf Wada artinya Tawaf Perpisahan, Tawaf Wada atau Tawaf Perpisahan adalah ibadah wajib untuk dilaksanakan sebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan Masjidil Haram. Tawaf ini dapat dikerjakan cukup dengan berjalan biasa tidak perlu berlari-lari. Disebut juga Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jamaah akan meninggalkan Mekkah untuk kembali ke tanah air.

Hukum dan Pelaksanaan Thawaf Wada
Thawaf Wada- Thawaf Perpisahan sebelum meninggalkan Baitullah

Dalam pelaksanaan Thawaf Wada sama halnya dengan thawaf yang lain. Yaitu mengitari Kabah sebanyak 7 kali putaran, yang dimulai dan diakhiri di Rukun Hajar Aswad. Selama melakukan thawaf wajib suci dari hadats. Tidak perlu mandi dulu, boleh memakai pakaian berjahit, tidak ada romal (lari kecil), dan dianjurkan shalat 2 rakaat setelahnya. Pakaian yang digunakan bebas menutup aurat mengikuti aturan berpakaian untuk ibadah.

Setelah melakukan thawaf wada, biasanya jamaah akan berdoa penuh khusuk dan panjang, karena akan meninggalkan Baitullah. Sering juga dalam doa ini para jamaah menangis penuh haru.

Tawaf Wada merupakan tugas terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umrah di Tanah Suci. Bagi jamaah yang belum melakukannya belum dibolehkan meninggalkan Mekkah, karena hukumnya wajib untuk haji. Bila tidak dikerjakan maka diwajibkan membayar dam dan bila sudah dikerjakan maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika jamaah sudah keluar Masjid, maka hendaknya segera pergi, sebab kalau jamaah masih kembali ke Masjid, diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.

Wanita yang sedang haid dibebaskan dari Tawaf Wada dan ia boleh langsung meninggalkan Mekkah. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas yang artinya sebagai berikut:

Artinya:

Artikel Populer:  Paket Umroh Murah 2019, 2020 di Kanigoro Mulai Rp19,9 Juta Start Jakarta

Manusia diperintahkan supaya akhir perjumpaan (dengan Baitullah) itu dengan menjalankan Tawaf di Baitullah, akan tetapi hal itu diringankan bagi perempuan-perempuan yang sedang haid. (HR : Bukhari dan Muslim 1328)

Hukum Thawaf Wada merupakan Wajib Haji

Wajib Hukumnya Thawaf Wada bagi Jamaah Haji dan Sunnah Hukumnya Thawaf Wada bagi Jammaah umroh
Wajib Hukumnya Thawaf Wada bagi Jamaah Haji dan Sunnah Hukumnya Thawaf Wada bagi Jammaah umroh

Wajib Haji terdiri dari 6 (enam) pasal yang hukumnya tidak mengikat mutlak seperti hukum Rukun Haji. Wajib Haji boleh diwakilkan dan bila ditinggalkan diharuskan membayar dam. Wajib Haji juga merupakan rangkaian ibadah sebagai pelengkap ibadah rukun haji.

Adapun Wajib Haji tersebut adalah:

  1. Niat Ihram.
  2. Mabit di Muzdalifah.
  3. Melempar Jumrah Aqabah.
  4. Mabit di Mina.
  5. Melontar ketiga Jumrah.
  6. Tawaf Wada.
  7. Taat pada semua yang dilarang ketika Ihram

Untuk jamaah haji, thawaf wada’ hukumnya wajib. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Jangan sampai ada seorangpun (jamaah haji) yang meninggalkan kota Mekah, hingga dia lakukan amal terakhirnya di Baitullah (thawaf wda’).” (HR. Muslim 3283 dan yang lainnya).

Jamaah Umroh Hukumnya tidak Wajib Thawaf Wada

Sementara untuk umrah, thawaf wada’ tidak wajib, hanya dianjurkan. Pertimbangannya, karena umrah adalah haji kecil, sehingga tidak berlaku sebagaimana kewajiban pada haji.

Dalam kitab Bada’i as-Shana’i – kitab madzhab Hanafi – dinyatakan, “Untuk thawaf wada’, hukumnya tidak wajib bagi orang yang umrah.” (Bada’i as-Shana’i, 2/227). Pendapat ini yang lebih kuat, insyaaAllah…

Meski bagi jemaah umroh hukumnya sunnah, bila tanpa udzur sebaiknya melaksanakan thawaf wada. Sangat sayang sekali bila ibadah ini ditinggalkan sementara ibadah ini dilaknsakan di Masjidil Haram yang pahalanya berlipat 100 ribu kali. Masya Allah.

Doa Setelah Thawaf Wada

 

Artikel Populer:  Wisata Umroh Murah Harga Mulai Rp19,9 Juta Bersama Tifa Tour

Apabila seseorang hendak meninggalkan Mekah menuju tanah airnya, hendaklah melakukan thawaf wada’ terlebih dahulu, lalu mendatangi Multazam dan menetapinya serta mengucapkan doa berikut:

اَللّٰهُمَّ الْبَيْتُ بَيْتُكَ وَالْعَبْدُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ اَمَتِكَ حَمَلْتَنِى عَلَى مَاسَخَّرْتَ لِى مِنْ خَلْقِكَ حَتَّى سَيَّرْتَنِى فِى بِلاَدِكَ وَبَلَّغْتَنِى بِنِعْمَتِكَ حَتَّى اَعَنْتَنِى عَلَى قَضَاءِمَنَاسِكِكَ فَاِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّى فَازْدَدْعَنِّى رِضًى, وَاِلاَّفَمِنَ الْاٰ نَ قَبْلَ اَنْ يَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِى هٰذَااَوَانُ انْصِرَافِى, اِنْ اَذِنْتَ لِى غَيْرَمُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلاَبِبَيْتِكَ وَلاَرَاغِبٍ عَنْكَ وَلاَ عَنْ بَيْتِكَ, اَللّٰهُمَّ فَاَصْحِبْنِى اَلْعَافِيَةَ فِى بَدَنِى وَالْعِصْمَةَ فِى دِيْنِى وَاَحْسِنْ مُنْقَلَبِى وَارْزُقْنِى طَاعَتَكَ مَااَبْقَيْتَنِى وَاجْمَعْ لِى خَيْرَىِ الْاٰ خِرَةِ وَالدُّنْيَا, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

 

Allaahummal baitu baituka wal ‘abdu ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika hamaltanii ‘ala maa sakhkharta lii min khalqika, hatta sayyartanii fii bilaa dika, wa ballaghtanii bini’matika hatta a’antanii ‘ala qadhaa-i manaa sikika, fain kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridha.

Wa illaa faminal aana qabla ayyan-a ‘an baitika daarii. Haadzaa awaa nun shiraafii. In adzinta lii ghaira mustabdilin bika walaa bibaitika, walaa raaghibin ‘anka walaa ‘an baitika.

Allaahumma fa-ashhibnii al’aa fiyata fii badanii wal ‘ishmata fii diinii, wa ahsin munqalanii, warzuqnii thaa’ataka maa abqaitanii wajma’ lii khairayil aakhirati waddunyaa, innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun.

Atinya:

Ya Allah, baitu (rumah) ini adalah rumah-Mu, dan hamba ini adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu.

Engkau telah membawaku melalui apa yang telah Engkau tundukkan kepadaku dari kalngan makhluk-Mu sehingga Engkau menyampaikan diriku ke negeri-Mu serta memberiku bekal dengan nikmat-Mu hingga Engkau membantuku untuk menunaikan manasik-manasik-Mu.

Artikel Populer:  Umroh Lailatul Qodar 2019 2020 Backpacker Harga Mulai Rp21 Juta

Jika Engkau rida kepadaku, maka tambahkanlah keridaan-Mu kepadaku; dan jika tidak, maka sejak sekarang (ridailah diriku) sebelum rumahku menjauh dari rumah-Mu.\

Sekarang adalah masa keberangkatanku, jika Engkau mengizinkanku tanpa melupakan Engkau dan rumah-Mu, serta tanpa ada rasa benci kepada-Mu dan kepada rumah-Mu.

Ya Allah, semoga kesehatan badanku selalu menyertaiku dan agamaku terpelihara. Perbaikilah tempat kembaliku, dan berilah aku rezeki dengan ketaatan kepada-Mu selama Engkau menetapkan diriku, dan himpunlah bagiku kebaikan di akhirat dan di dunia, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalam membuka dan menutup doa ini hendaklah dengan bacaan hamdalah, salawat dan salam. Jika ia wanita yang sedang haid, ia disunatkan berdiri di depan pintu masjid, lalu mengucapkan doa ini, setelah itu baru pergi.

Konsultasi Ibdah Umroh dan Haji

Meninggalkan Baitullah setelah Thawaf dan Doa perpisahan
Meninggalkan Baitullah setelah Thawaf dan Doa perpisahan

Bagi calon jamaah umroh dan haji bisa konsultasi seputar ibadah umroh dan haji dengan membaca di website ini atau kontak ke : H SUDJONO AF – 081388097656 -WA

Similar Posts: