Inilah Adab Dan Tatacara Berdo’a Agar Do’a Kita Dikabulkan Untuk Segera Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umroh

Inilah Adab Dan Tatacara Berdo’a Agar Do’a Kita Dikabulkan Untuk Segera Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umroh
  1. Berdo’a Dengan Sepenuh Hati

Berdo’alah agar bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh dengan hati. Berdo’a dengan hati adalah memantapkan do’a secara lebih dalam, serta menghayati setiap do’a yang dipanjatkan. Hal ini penting dilakukan karena apabila do’a telah merasuk ke dalam hati, kondisi pikiran dan jiwa pun akan terasa lebih khusyuk dan mantap. Berdo’a tidak cukup hanya dengan mulut karena dapat mengurangi keutamaan do’a. Misalkan kita berdo’a agar cepat naik haji, maka do’a itu harus benar-benar ditanamkan dalam hati seraya memohon dengan penuh kekhusyukan. Cobalah keluar dari ruang kehampaan, dan menyatulah dengan dunia batin. Haturkan semua keinginan kepada Tuhan Yang Mengabulkan semua hajat.

 

  1. Yakin Do’a Dikabulkan

Keyakina merupakan faktor yang sangat penting dalam hal apapun sebagai penguat sebuah keinginan. Suatu persoalan atau hal lainnya yang muncul di hati. Jadi, kuncinya adalah yakin bahwa sesuatu yang diminta akan terkabul.

Apapun do’a yang dipanjatkan, tetapi kita tidak meyakininya,, maka tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT. Seringkali kita berdo’a, tetapi kenyataanya hati kita tidak yakin bahwa Allah SWT menerimado’a kita kita merasa do’a tersebut mustahil dikabulkan oleh Allah SWT. Boleh dikata bahwa salah satu do’a yang tidak ikhlas adalah do’a yang dikabulkan dengan tidak yakin. Artinya, di dalam hatinya terbesit keraguan bahwa Allah SWT akan mengabulkan do’a tersebut. Berdo’alah dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT pasti mengabulkannya

  1. Disertai Usaha
Artikel Populer:  Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh Bagi Setiap Muslim

Saat kita melihat saudara, tetangga dan yang lainnya mampu melaksanakan ibadah haji, tumbuh keinginan dalam hati untuk dapat melakukan hal yang sama. Mungkin, saat itu juga ,pelan-pelan namun pasti, hati kecil kita berbisik dan berdoa agar suatu saat Allah Swt. juga memberikan jalan dan kesempatan yang baik, sehingga kita mampu melaksanakan ibadah haji. Berbagai doa dan keyakinan kuat pun dipupuk dalam hati agar keingin itu terkabul.

Berdasarkan konsep dan tata cara dalam berdoa , hal tersebut sudah memenuhi syarat. Akan tetapi, semua itu masih kurang lengkap apabila tidak dibarengi dengan usaha yang nyata. Contoh kecil, kalau orang berdoa agar diberi rezeki yang banyak, maka harus memiliki etos kerja yang kuat. Seseorang yang berdoa agar dikaruniai kepintaran yang luar biasa, maka ia harus belajar yang gigih dan giat pula. Banyak lagi contoh kecil yang dapat dijadikan renungan untuk lebih memantapkan doa yang disertai dengan usaha yang nyata.

Artikel Populer:  Dzikir Taqwa dan Syukur Mempercepat Terkabul Doa Segera Berangkat Umroh dan Haji

Menjadi jelas bahwa salah satu syarat agar doa itu dikabulkan adalah harus didukung oleh perbuatan (action) yang berkaitan dengan sesuatu yang kita panjatkan.kalau kita berdoa agar mendapat panggilan haji, maka kita harus bekerja keras dan melakukan amalan-amalan lainnya yang mendukung.

Imam al-Afkar menyebutkan bahwa setiap doa harus berdampingan dengan suatu usaha dan tindakan yang nyata, sebab sebagian faktor yang menjadi ruh hidupnya suatu doa adalah kesungguhan dan kekuatan dalam berpikir dan beraksi.

  1. Berdoa pada Waktu yang Istijabah

Sementara itu, setiap doa pasti memiliki keistimewaan yang menjadi ciri khas doa tersebut. Pada dasarnya, kita dapat berdoa kapan dan di mana pun berada. Akan tetapi, ada sebagian yang menyakini bahwasanya doa dapat lebih utama dilakukan pada waktu tertentu.

Artikel Populer:  Inilah 12 Hikmah Ibadah Haji dan Umroh

Ada saat-saat istijabah sehingga doa tersampaikan secara langsung dan bersambut dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Mintalah semua yang kita inginkan. Haturkanlah kepada-Nya bahwa kita juga pantas dan ingin sampai ke tanah suci, Makkah, demi memenuhi panggilan-Nya. Allah Swt. tidaklah tuli dan berdiam diri atas doa-doa hamba-Nya untuk mencapai keutamaan,dalam beberapa keterangan telah disebutkan beberapa waktu yang istijabah dalam berdoa. Berikut beberapa waktu istijabah tersebut.

  1. Sepertiga Malam yang Terakhir
  2. Antara Adzan dan Iqamat
  3. Pada Hari Jum’at

Sesudah Shalat Fardhu

Similar Posts: