Inilah Persiapan Kunci Memulai Bisnis Travel Umroh Agar Sukses

Inilah Persiapan Kunci Memulai Bisnis Travel Umroh Agar Sukses

Persiapan kunci memulai bisnis travel Umroh dan Haji yang perlu kita perhatian agar usaha travel umroh dan haji yang sedang kita rintis berhasil dan sukses adalah sbb:

  1. Mencari travel partner yang amanah
  2. Menyiapkan modal usaha
  3. Menyiapkan tempat usaha yang representatif
  4. Menyiapkan rerek atau nama travel dan buatlah logo
  5. Menyaipkan perangkat kerja
  6. Menyiapkan SOP pelayanan untuk calon jamaah
  7. Menyiapkan staf karyawan yang smart
  8. Menyiapkan sarana promosi untuk menjangkau konsumen

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

(QS. At-Taubah: 19)

Persiapan memulai bisnis travel umroh haji
Persiapan memulai bisnis travel umroh haji

Saya telah menjelaskan sebelumnya bahwa Anda tidak cukup bertanya namun do action. Kalau  bisa, lakukan sekarang juga! Saya termasuk orang yang nekat pada saat memulai usaha saya. Saya menjalankan bisnis travel ketika saya tidak memiliki jaringan, bahkan buta soal pengurusan visa dan pembelian tiket pesawat.

Pengiriman pertama saya sempat menuai “protes” karena jemaahs saya tertahan di bandara Jeddah selama lima jam. Beruntung jemaah cukup tabah menghadapi kenekatan saya hingga akhirnya bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tiba di tanah air dengan selamat. Mereka tidak protes saat saya minta berfoto dengan membentangkan spanduk. Namun, seorang jemaah yang kritis melirik kea rah tulisan yang ada di atas kain berwarna putih itu. Ia mendekati saya dan berkata, “Pak Abu, saya mau tanya, ini kok di spanduknya ada tulisan ‘Tour ke Tanah Suci dan Istanbul’. Apakah selanjutnya kita akn ke Turki?” tanyanya.

“Oh tidak, Bu. Ini anak buah saya salah sablon,” jawab saya sekenanya. Boleh dibilang saya cukup nekat kala itu karena saya memulai bisnis ini dengan pengetahuan yang sangat minim. Saya sudah mencoba belajar. Saya coba bertanya kepada Mr. Google, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Saya pun bergerilya dari satu toko buku ke toko buku lain, tetapi tidak ada buku yang khusus menjelaskan seluk-beluk bisnis travel. Kalaupun bertanya dengan pengusaha yang sudah sukses, jika bukan kenalan, rasanya sudah mendapatkan jawaban yang detail.

Fakta yang tak terbantahkan waktu itu, saya tidak memiliki kenalan pengusaha travel. Itu sebabnya saya menulis buku ini. Belajar dari pengalaman awal yang tidak menyenangkan, saya berharap Anda mendapat pengetahuan awal tentang bisnis travel tanpa harus mengikuti langkah nekat saya. Pada bab ini, saya akan menjelaskan kepada Anda pentingnya melakukan persiapan. Ada pepatah mengatakan ketika perpisahan bertemu dengan kesempatan maka keberuntungan akan berpihak kepada kita. Saya mungkin cukup beruntung karena take action tanpa persiapan yang matang. Sebaiknya Anda tidak meniru saya, sebab mungkin Anda tidak seberuntung saya. Jadi, saya akan membahas apa saja yang harus Anda persiapkan untuk memulai bisnis travel umroh.

Mencari travel partner umroh haji yang amanah

Mitra partner travel umroh haji yang amanah adalah jaminan kelancaran usaha kita
Mitra partner travel umroh haji yang amanah adalah jaminan kelancaran usaha kita

            Saya mengirimkan jemaah pertama saya yang bermitra dengan Haji Said, seseorang asal Makassar yang telah rutin mengirimkan jemaah. Ketika itu, dengan sedikit membual saya mengatakan kepada beliau jika saya sudah memiliki 20 jemaah yang siap diberangkatkan. Ketika ia bertanya nama tavel saya, dengan percaya diri saya menyebutkan “Abu Tours”

“Ah, saya baru dengar itu.”

“Saya sudah cukup lama Pak Haji. Cuman kami mainnya skala kecil,” jawab saya.

“Apakah kamu membawa manifesnya?”

Glek, saya menelan ludah. Saya tidak tahu apa yang ia tanyakan.

Saya bisa memanfaatkan jaringan, bekerja sama dengan travel milik Haji Said untuk mengantarkan jemaah pertama saya, termasuk saya dan istri saya sampai ke Tanah Suci. Seluruh perlengkapan seperti tiket pesawat, hotel, guide selama perjalanan dan akomodasi lainnya dikerjakan oleh travel besar itu. Saya hanya membayar uang sebagaimana dipersyaratkan. Saya mendapatkan keuntungan berupa komisi dan keleluasaan menampilkan logo saya pada tas dan berfoto dengan jemaah sambil membentangkan spanduk di Tanah Suci.

Mengapa Anda Perlu Mencari Partner Saat Pertama Kali Memualai Bisnis?

            Pertama, karena brand Anda tidak terlalu dikenal. Jika Anda menanyaka kepada sejumlah orang di Makassar tentang Abu Tours, jasa travel milik saya, kemungkinan besar mereka akan berkomentar “Setahu saya itu adalah penyedia jasa umroh, Mi,” atau “Kalau gak salah yang punya Travel umrohitu orangnya ganteng, toh.” Lalu, anggaplah Anda memiliki nama “Berkah Tour”, kemudian Anda menyebarkan brosur jasa pengiriman jemaah ke Tanah Suci maka orang yang akan melihat kemungkinan besar akan berkomentar, “Kok, saya baru kenal.” Syukur-syukur hanya berpikir demikian. Bagaimana setelah membaca iklan Anda mereka malah curiga jika perusahaan ini seperti yang diberitakan di televisi yang telah menelantarkan jemaahnya.

Bukan hanya itu masalah yang mungkin terjadi. Untuk menjadi perusahaan tour umroh, Anda harus memiliki partner dan relasi yang luas seperti akses ke penerbangan untuk mendapatkan harga tiket yang seragam. Hal lain yang dibutuhkan yaitu memiliki perwakailan di Tanah Suci untuk memastikan perjalanan jemaah nyaman, terjamin penginapannya, transportasi, dan lain sebagainya. Jika bekerja sama dengan travel besar, maka peran travel Anda adalah mendapatkan jemaah. Namun untuk pengirimannya, Anda memanfaatkan fasilitas dari travel yang lebih besar. Setiap kali Anda melakukan pengiriman, ada baiknya Anda segera mempelajari dan membangun jaringan Anda.

Artikel Populer:  Program Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Tegal Rp24 Juta All in

Saya juga harus katakana tidak semua travel besar bersedia berkonsorsium. Saya juga sempat mengalami hal itu. Saya pernah mengalami kesulitan tersebut. Saat saya datangi sejumlah travel untuk bersedia bekerja sama dengan saya, mereka menolak. Anda tidak perlu khawatir, bagi Anda yang memang punya niat untuk berbisnis umroh, Anda bisa bermitra dengan travel saya.

Menyiapkan Modal Usaha untuk memulai bisnis Umroh Haji

            Suatu ketika saya menerima SMS, “Pak, saya seorang karyawan swasta. Saya berencana buka usaha travel, tetapi setahu saya butuh modal besar. Uang simpanan saya belum cukup. Ada sarankah, Pak?” Mungkin itu adalah pertanyaan yang mewakili pertanyaan ratusan calon pengusaha. Percaya tidak percaya, saya memulai usaha travel saya dengan modal Rp 5 jtua pada tahun 2011. Apakah itu jumlah yang cukup besar? Tentu tidak. Tetapi faktanya dengan uang sebanyak itu saya membangun cikal bakal usaha saya. Setelah mendapatkan 11 orang jemaah yang bersedia mendaftarkan diri di Abu Tours, lalu melakukan pembayaran, mendadak rekening saya berisi uang sebanyak Rp 150 juta. Mengetahui hal itu sontak saya bersorak dan berteriak layaknya bajak laut yang baru saja mendapatkan harta karun. Saya sadar bahwa itu adalah modal usaha saya. Istri saya yang memadamkan gairah saya yang tidak terkontrol. “Kak, ngomong-ngomong uang sebanyak itu kan untuk biaya perjalanan jemaah. Lalu, bagaiamana kita mengirimkan mereka?”

Seketika itu saya terdiam. Pasalnya saat itu saya belum mengenal Haji Said. Ternyata pekerjaan rumah saya masih cukup banyak. Saya tidak tahu bagaimana memberangkatkan mereka. Banyak orang pada awalnya bergairah memulai usaha, kemudian membatalkan niatnya karena tidak memiliki cukup modal. Sebaliknya, banyak orang yang memiliki uang untuk modal, namun tidak tahu cara memulai dan mendirikan usaha. Kalau saja dua tipe orang ini bertemu, maka masalah akan terselesaikan.

Faktanya tidak selalu demikian. Untuk memulai bisnis umroh, sesungguhnya modal usaha tidak selalu dalam bentuk uang. Modal itu bisa berbentuk tenaga. Hanya dengan menjadi tenaga marketing lepas di sebuah travel, Anda sudah bisa menjalankan bisnis dan mendapatkan penghasilan. Jadi, mulailah dengan menjadi agen dari travel besar, pupuklah modal, dan kembangkan jaringan Anda hingga Anda bisa memberangkatkan jemaah Anda sendiri.

Menyiapkan Tempat Usaha yang Represerntatif

            Tentu Anda perlu memiliki tempat usaha jika ingin memulai bisnis. Namun pertanyaannya, bagaimana jika Anda tidak punya cukup dana untuk itu? Pada saat pertama kali memulai bisnis umroh, saya menjadikan salah satu kamar rumah kontrakan saya sebagai kantor saya. Jelas ini cukup hemat dibandingkan dengan harus menyewa ruko.

Anda bisa memanfaatkan ruang rumah atau meminjam ruko milik teman yang masih memiliki space. Jika Anda memiliki modal, saya sarankan agar mencari lokasi yang strategis karena keberhasilan suatu usaha tidak terlepas dari pemilihan lokasi atau tempat usaha. Idealnya, tempat usaha Anda berada di pusat keramaian dan dekat dengan kediaman dari segmen pasar Anda. Kalangan yang berminat dan mampu melakukan umraah adalah kalangaan kelas menengah. Jadi, sebisa mungkin Anda mengambil tempat yang dekat dengan kediaman masyarakat kelas menengah. Tempat usaha Anda sebaiknya terjangkau dan memiliki tempat parkir.

Trik lainnya adalah kita mengambil lokasi yang banyak ditempati pelaku usaha sejenis. Jadi, ketika kita ingin membuka bisnis travel umroh, carilah lokasi yang dekat dengan travel yang sudah punya nama. Barangkali kita bisa mendapatkan rezeki dari sejumlah travel yang berada dekat dengan kantor kita. Selain itu, calon jemaah juga cenderung mencari tempat yang menjadi pemusatan kantor penyedia jasa umroh. Alasannya, agar jemaah bisa saling membandingkan tarif antar travel umroh.

Menyiapkan Merek atau Nama Travel dan Buatlah Logo

            Hal yang harus dilakukan sebelum memulai usaha adalah membuat nama atau merek usaha. Mengapa Anda harus memiliki merek atau nama? Hal ini bertujuan agar calon konsumen dapat dengan mudah menemukan travel Anda. Bayangkan jika usaha Anda tidak mempunyai nama, bagaimana cara calon konsumen bisa mengenalinya? Bahkan jemaah yang merasa puas dengan layanan Anda akan kesulitan menjelaskan tentang keberadaan travel Anda karena tidak mempunyai logo atau nama.

“Kalau mau umroh, pakai travel yang ada di daerah Mampang itu.”

“Namanya apa?” tanya sahabat dari jemaah Anda.

“Nah itu dia. Kayaknya nggak punya nama. Pokoknya cari saja ruko dekat pom bensin di Mampang.”

“Tetapi itu luas. Masa sih nggak ada namanya?”

Sebaiknya pilihlah nama atau logo yang mudah diingat dan mudah untuk disebut. Seperti usaha saya yang menggunakan panggilan akrab saya, Abu Tours. Gunakan kata yang membuat orang lain mudah mengucapkannya. Jangan sampai nama travel Anda seperti Zyreztf atau Xechco. Bisa saja Anda terinspirasi dari bahasa asing, seperti teman saya memilih nama tokonya Stockzov. Nama yang keren karena berbau Rusia, tetapi pelanggan sulit untuk menyebutkannya kemudian mengganti nama tokonya menjadi “Udin”. Meskipun Indonesia banget, tapi lebih mudah untuk diingat dan diucapkan.

Artikel Populer:  Program Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Samarinda Mulai Rp19,9 Juta Start Jakarta

Lalu, bagaimana dengan Anda? Saya sarankan amati merek-merek yang ada. Seperti apa nama yang ada, bagaimana cara perusahaan penyedia jasa umroh membuat logo. Coba tiru dan buat berbagai modifikasi agar tidak sama dengan logo yang sudah ada dan benar-benar sesuai dengan bisnis Anda.

Menyiapkan Perangkat Kerja

            Perangkat kerja adalah alat yang memudahkan aktivitas Anda menjalankan bisnis, seperti komputer, printer, facsimile, dan sebagainya. Jika Anda memulai bisnis umroh dengan modal pas-pasan, saya menyarankan Anda menggunakan perangkat seadanya. Anda dapat menggunakan komputer pribadi Anda. Gunakan furniture yang ada di kediaman Anda. Jadi, Anda tidak perlu membeli peralatan baru. Namun, bagi Anda yang memiliki cukup modal, saran saya sebaiknya belilah perangkat kantor yang cukup baik, sehingga menunjang kegiatan kerja Anda. Anda tidak perlu membeli komputer yang paling canggih. Cukup dengan sepsifikasi yang mampu mendukung pekerjaan Anda.

Desainlah tata letak kantor Anda secara menarik dan apik. Agar pengeluaran Anda lebih murah, buat dengan konsep minimalis. Biaya pembelian model untuk gaya tersebut terbilang murah tetapi tetap terlihat elegan. Anda bisa membeli beberapa lukisan atau mencetak gambar dari internet, kemudian bingkai dan tempelkan di dinding kantor Anda sehingga kantor Anda terlihat eksklusif. Tujuannya agar calon jemaah Anda yakin dan menganggap travel Anda bonafit dan berkelas. Sebagai tambahan, aturan ini berlaku jika Anda memulai bisnis Anda di rumah. Jangan sampai mainan anak Anda atau pakaian kotor tergeletak di meja kerja Anda!

Saya mengubah rumah kontrakan saya menjadi kantor saat pertama kali menjalankan Abu Tours. Saya jadikan salah satu kamar sebagai kantor saya. Lalu, ruang tamu saya jadiakn ruang untuk menyambut tamu. Saya meletakkan satu meja, kursi tamu, dan satu set komputer di sana. Agar terlihat menarik, saya pasang foto-foto jemaah yang sedang umroh. Foto-foto itu sebagian saya ambil di Google da nada juga foto-foto saya sewaktu umroh, juga tidak lupa memajang foto Ka’bah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Saya teringat ketika salah satu jemaah mendatangi kantor saya, ia lalu mendekati gambar yang saya tempelkan di dinding. “Wah ini foto kapan, Pak?”, tanyanya sambil  menunjuk gambar yang saya ambil dari internet.

“Oh, itu dua tahun yang lalu,” jawab saya penuh percaya diri, padahal Travel umrohbelum berjalan satu tahun. jangan lupa menyiapkan dan memajang contoh koper umroh, tas, sandal, tas paspor, buku, doa, dan rencana perjalanan umroh. Intinya, sebuah kantor yang layak menjadi tempat usaha travel umroh setidaknya harus memiliki fasilitas berikut.

  1. Ruang kantor yang cukup representative untuk pusat pelayanan calon jemaah
  2. Customer support
  3. Komputer dan koneksi internet
  4. Faksimile, telepon, dan printer

Menyiapkan Staf Karyawan yang Smart

            Ketika pertama kali menjalani bisnis umroh, saya memiliki banyak jabatan. Saya adalah pemilik usaha sekaligus karyawan. Istri saya menjadi kasirnya. Jadi, pada saat Anda memulai usaha Anda cukup mempekerjakan sedikit orang. Anda dapat mengerjakan 80% dari seluruh pekerjaan di kantor Anda. Mulai dari pemasaran, administrasi, keuangan, dan sebagainya. Apalagi jika Anda memiliki modal yang minim, Anda bisa merekrut 1-2 karyawan, boleh dari keluarga atau teman. Pilihlah orang yang cukup cakap dalam berbicara. Lebih baik lagi yang telah memiliki cukup pengalaman di dunia travel atau parawisata. Jika usaha Anda telah berkembang dan secara finansial Anda sudah mampu mempekerjakan karyawan, Anda dapat melakukan rekrutmen. Saya dan istri yang bekerja mengelola usaha umroh sendiri dari awal, sekarang setidaknya telah memiliki 150 orang karyawan.

Menyiapkan SOP pelayanan untuk calon jamaah

Menyiapkan SOP pelayanan untuk calon jamaah
Menyiapkan SOP pelayanan untuk calon jamaah

Siapakah calon jemaah umroh? Tentu asja kalangan menengah ke atas. Jadi, ada baiknya Anda mengetahui di mana target pasar Anda berada dan tinggal. Di mana pusat-pusat perbelanjaan, di mana target konsumen Anda sering terkonsentrasi. Anda harus mengetahui itu sehingga Anda tahu bagaimana merancang layanan dan promosi yang sesuai untuk pelanggan Anda. Misalnya untuk konsumen kelas menengah atas, sering kali harga bukan menjadi hal yang paling mereka perhatikan dalam memilih sebuah jasa travel, melainkan kenyamanan dan kemudahan. Jadi, Anda harus mampu menyesuaikan layanan Anda dengan preferensi konsumen. Ingat, kesuksesan dari bisnis yang kita geluti ditentukan oleh konsumen karena tanpa konsumen bisnis kita takkan hidup.

Pertimbangan saya memindahkan pusat bisnis umroh ke Makassar adalah melihat besarnya pasar di kota tersebut dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Di Jakarta memang jumlah calon jemaah setiap tahunnya cukup besar. Namun, saya harus bersaing dengan ribuan perusahaan, sedangkan di Makassar pada 2011 baru ada 27 travel penyelenggara resmi yang diakui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kakanwil Depag Sulsel.

Saya melihat peluang bisnis umroh yang sangat menggoda di kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi dengan calon jemaah haji terbanyak di Indonesia. Menurut saya, animo masyarakar Sulawesi untuk berumroh dan berhaji sangat tinggi. Belum lagi banyak orang Bugis Makassar yang rela menyimpan uangnya dan berhemat hanya karena ingin melihat Baitullah. Ini menarik akrena menurut saya kehidupan mereka masih sulit, tapi mereka rela menyisihkan penghasilan mereka untuk biaya umroh atau biaya haji. Bahkan ada calon jemaah yang menabung hingga 10-20 tahun hanya untuk bisa ke Tanah Suci. Bagi mereka tidak masalah jika di kehidupan saat ini kondisi mereka morat-marit asalkan mereka mulia di hadapan Allah karena berhasil memperjuangkan rukun Islam yang kelima sebelum ajal menjemput mereka.

Artikel Populer:  Bersedekah Tidak Iklas? Boleh! (2)

            Saat akan memulai usaha umroh, Anda harus merancang sistem pelayanan yang akan dijalankan, apa saja yang dapat Anda berikan kepada pelanggan agar ia tersenyum saat memakai jasa Anda. Layanan ini di luar layanan dasar seperti penyediaan layanan pengurusan visa, pemesanan tiket, penyiapan penginapan, konsumsi, dan akomodasi. Contohnya, pemasukan barang ke bagasi, penjemputan ke rumah, pemberian souvenir, tas, atau apa saja.

Dari pengalaman saya ikut umroh, saya memperhatikan bahwa tas berlogokan perusahaan travel adalah hal yang harus disediakan. Ketika mengirimkan jemaah pertama, saya berusaha menyediakan fasilitas yang tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, saya bergerilya ke beberapa tempat pembuaatan tas hingga saya mendapatkan sebuah pengrajin di Bekasi yang sering membuat tas untuk umroh.

“Lalu, berapa ratus yang Bapak butuhkan?” tanya sang pengrajin kepada saya.

“Sebelas, Pak.”

“Cuma sebelas. Bapak beneran travel yang mau kirim jemaah, kan?” ia lalu menatap saya dengan raut wajah penuh keheranan.

“Ya, Pak. Travel umrohitu sudah sering mengirimkan jemaah. Kami sebenarnya sudah ppunya partner di Cibinong,” kata saya dengan gaya yang sangat meyakinkan. “Tetapi saya ingin mencoba model tas yang lain. Makanya saya pesan 11 dulu untuk uji coba.”

Bapak itu terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk ringan dan menuliskan sesuatu di lembar pemesanan. “Oke, ini silakan dipegang. Apakah akan dibayar sekarang?” tanyanya.

“Nanti waktu saya ambil tasnya,” kata saya yakin.

Bahkan jika perlu, Anda juga menyediakan layanan pascaumroh, seperti membuat komunitas per kloter. Anda dapat memfasilitasi pertemuan atau reuni. Apa manfaatnya? Ketika Anda selalu terhubung dengan mantan klien Anda, maka bisa saja ia kembali menggunakan jasa Anda.

Menyiapkan sarana promosi untuk menjangkau konsumen

            Untuk memasarkan layanan travel saya pertama kali, saya memberanikan diri memasang iklan di Koran Pos Kota. Saya harus merogoh kocek hingga Rp 12 juta. Keputusan saya tidak keliru, setidaknya beberapa pembaca kemudian menghubungi saya dan menanyakan tentang layanan travel saya. Dari ikan tersebut, saya mendapatkan 11 orang calon jemaah. Saya juga memanfaatkan website. Saya tampilkan foto-foto saya ketika melakukan umroh bersama rombongan sehingga orang yang menngunjungi situs saya yakin bahwa Travel umrohsudah pernah menerbangkan jemaah ke Tanah Suci. Lalu, setelah sukses mengirimkan jemaah, saya memajang foto mereka beserta spanduk bertuliskan “Umroh+Istanbul” lengkap dengan wajah manis dari para jemaah.

Bisnis apapun itu, mulai dari yang kecil sampai yang besar wajib mempromosikan usahanya. Apalagi usaha yang baru Anda rintis. Konon mayoritas perusahaan besar mengeluarkan biaya hingga 40% untuk iklan. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara beriklan yang murah dan efektif? Anda bisa memasang iklan di media lokal yang cukup terpercaya sehingga kelak yang menghubungi Anda adalah calon jemaah yang tinggal dekat dengan ruko Anda dan tidak berasal dari luar provinsi.

Jika Anda ingin mempromosikan layanan Anda secara nasional, sebaiknya carilah media cetak bahkan media elektronik nasional. Anda bisa bernegosiasi dengan cara barter full atau barter sebagian dan sebagian bayar. Banyak cara untuk melakukan promosi dengan cara murah dan mudah. Anda juga dapat menyebarkan brosur di tempat-tempat keramaian, seperti mall, pameran, dan lain-lain. Anda juga dapat memanfaatkan jemaah untuk mempromosikan travel Anda. Beri tawaran menarik jika jemaah Anda berhasil menarik calon jemaah untuk umroh.

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.

(Khalifah Ali bin Abi Thalib)

Sumber:

AYO BISNIS UMROH

Cara Mudah Membangun Bisnis Travel Umroh Murah

Oleh : Abu Hamzah

Similar Posts: