Shalat sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat wajib. Adapun shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut qabliyah, sedangkan shalat sunnah yang dilaksanakan setelah shalat wajib dinamakan shalat ba’diyah.
Dalam shalat Rawatib, terdapat waktu waktu yang telah ditentukan untuk melakukannya, sebagaimana berikut:
Dua rakaat setelah shalat isya.
Berikut beberapa niat shalat sunnah Rawatib :
Ushallii Sunnatazh Zhuhri Rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah sebelum zhuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”
Ushallii sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah setelah Zhuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”
Ushallii sunnatal ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah sebelum ashar 2 rakaat karena Allah ta’ala.”
Ushallii sunnatal maghribi rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah sebelum magrib 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”
Ushallii sunnatal ‘isyaai rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah sebelum Isya’ 2 rakaat karena Allah ta’ala.”
Ushallii sunnatal ‘isya-i rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah setelah isya’ 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”
Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’aalaa.”
“Aku niat shalat sunnah sebelum Subuh 2 rakaat karena Allah ta’ala.”
Berikut adalah tata cara melaksanakan shalat sunnah Rawatib:
“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”
“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”
bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. ar-raḥmānir-raḥīm. māliki yaumid-dīn. iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”
qul huwallāhu aḥad. allāhuṣ-ṣamad. lam yalid wa lam yụlad. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
“Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Subhaana Rabbiyal ‘azhiimi wa bihamdih (3 kali).
“Maha suci Tuhan Yang Maha Agung dan aku memuji Kepada-Nya.”
Sami’allaahu liman hamidah.
“Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.”
Subhaana Rabbiyal a’laa wa bihamdih (3x).
“Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi dan aku memuji Kepada-Nya.”
Rabbigfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii.
“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berikanlah rezeki kepadaku, dan berikanlah aku petunjuk, dan berikanlah aku kesehatan, dan berikanlah ampunan kepadaku.”
Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu’alaina wa’la ‘ibadillahis salihin. Asyahadu alla illaha illallah. Wa’asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli’ala Muhammad.
“Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.”
Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu’alaina wa’la ‘ibadillahis salihin. Asyahadu alla illaha illallah. Wa’asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli’ala Muhammad wa’ala aliMuhammad. Kama sollaita’ala Ibrahim wa’ala aliIbrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa’ala aliMuhammad. Kama barakta ‘ala Ibrahim wa’ala aliIbrahim. Fil ‘alamina innaka hamidummajid.
“Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
Assalamu’alaikum wa rahmatullaah.
“Keselamatan dan rahmat Allah Semoga tetap pada kamu sekalian.”
Catatan:
Apabila sudah sampai pada bacaan “asyhadu an laa ilaaha illallaah”, acungkan jari telunjuk tangan kanan sebagai bentuk kesaksian tentang diri kita sebagai seorang hamba kepada Allah SWT.
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…