Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh Bagi Setiap Muslim

Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh Bagi Setiap Muslim. Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu untuk melaksanakannya, baik laki-laki maupun perempuan. Ibadah haji ini hanya wajib dilakukan sekali saja seumur hidup. Ibadah haji selanjutnya adalah sunah.

Paket haji murah 2019 2020

Paket haji murah 2019 2020

Definis Ibadah Haji

Menurut bahasa, haji berarti menyengaja. Dalam bahasa Arab, haji bisa dibaca hajj atau hijj, meskipun pada dasarnya kata haji sering dibaca hijj. Jika dibaca hajj, haji berarti keterikatan kemampuan dengan gerakan-gerakan khusus. Jika dibaca hijj, haji berarti gerakan-gerkaan khusus. Jadi, rahjul mahjuj berarti laki-laki yang menyengaja. Hanya saja, kata hajj atau hijj kemudian bisa diartikan sebagai sengaja pergi ke Makkah untuk melangsungkan manasik haji.

Selanjutnya, kata hajj atau umrah bisa digandengkan dengan kata lillah (Semata-mata untuk Allah) sehingga membentuk kalimat al-hajj lillah atau al-umrah lillah. Penambahan kata lillah ini didasari fakta bahwa haji dan umrah seringkali disalahgunakan untuk bersikap sombong dan pamer. Oleh karena itu, kata hajj atau umrah digandeng dengan kata lillah sebagai bukti bahwa haji dan umrah itu semata-mata dikerjakan hanya demi menggapai keridhaan Allah Swt bukan demi status sosial. Jadi, ibadah haji mengandung arti keikhlasan dan ketaatan penuh kepada-Nya tanpa dibumbui maksud-maksud duniawi.

Menurut istilah, haji bermakna menyengaja pergi ke Baitullah pada waktu-waktu tertentu untuk memuliakan dan mengagungkannya. Ibadah haji mempunyai sejumlah amalan yang harus dilakukan juga pada waktu tertenntu, yang semuanya tidak akan sah apabila tidak dibarengi dengan niat atau keinginan yang kuat dan perjalanan yang jauh.

Ibadah haji mempunyai manasik dan amalan tersendiri. Manasik adalah setiap gerak dan perbuatan yang sengaja dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dari sini, seorang hamba (abid) juga bisa disebut dengan nasik. Makna seperti ini sebenarnya telah dijelaskan oleh firman Allah Swt, Apabila kamu bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’ar al-Haram (Al-Baqarah [2]: 198). Ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus diyakini sekaligus ditunaikan oleh setiap muslim. Barangsiapa yang mengingkarinya maka telah kafir.

Paket umroh backpacker Ramadhan 2019

Paket umroh backpacker Ramadhan 2019

Definisi Ibadah Umrah

Menurut bahasa, umrah bermakna ziarah atau kunjungan. Umrah juga bisa diartikan menyengaja. Menurut istilah, umrah  berarti ibadah yang mengharuskan dilakukannya tawaf, sa’i, mencukur habis atau memendekkan rambut, dan ihram. Umrah hasnya dianjurkan dan disunnahkan dilakukan sekali seumur hidup, sebagaimana dikatakan mayoritas fukaha. Dikatakan pula bahwa umrah itu wajib sebagaimana halnya haji. Pendapat terakhir ini dikatakan oleh al-Syafi’i dan Ahmad. Dikatakan pula bahwa umrah itu hanya wajib dilakukan oleh selain penduduk Makkah. Terkait hal ini, kami akan membahasnya dalam bab tersendiri pada lembaran-lembaran selanjutnya.

READ :  Wukuf Di Arofah Syarat Sahnya Haji

Bagaimana Hukum Ibadah Haji?

Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana (Al-Imran [3]: 97). Dalil lainnya ialah sabda Nabi saw, “Islam dibangun di atas lima fondasi; bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya (syahadat), mengerjakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu mengadakan perjalanan.” Dari kedua dalil ini bisa diketahui bahwa kewajiban melaksanakan ibadah haji mensyaratkan adanya kemampuan (lahir dna batin, materi dan immateri).

Kapan Ibadah Haji Diwajibkan?

Ada beberapa pendapat tenatng waktu pertama kali ibadah haji diwajibkan. Satu pendapat menyatakan bahwa ibadah haji diwajibkan pada tahun ke-5 setelah Nabi hijrah ke Madinah, yaitu pada tahun diturunkannya firman Allah Swt. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah (Al-Baqarah [2]: 196). Maksud dari kata “sempurnakanlah” di sini ialah menyempurnakan pelaksanaan ibadah haji setelah sebelumnya turun perintah dari Allah Swt untuk melaksanakannya. Artinya, kewajiban ibadah haji telah disyariatkan oleh Allah Swt sebelumnya, yakni sebelum tahun ke-5 hijrah Nabi saw.

Pendapat lain menyatakan bahwa ibadah haji diwajibkan pada tahun ke-9 setelah Nabi Hijrah, seperti dikatakan oleh Al-Nawawi, Al-Qadhi Iyadh, dan Ibnu al-Qayyim. Pendapat ini didasarkan pada beberapa argumen.

Awal surah Al-Imran diturunkan pada tahun terjadinya Perang Tabuk (9 H) dan berisi tentang seruan Allah Swt kepada ahli kitab agar mengesakan-Nya (tauhid). Pada tahun yang sama, Allah Swt menurunkan ayat, Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya kaum musyrik itu najis, dan karenanya, janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini (Al-Tawbah [9]: 28). Peringatan Allah Swt kepada kaum mukmin ini terjadi pada tahun 9 H. Setelah tahun itu, Abu Bakar al-Shiddiq melaksanakan ibadah haji yang kemudian juga diikuti oleh Ali ibn Abu Thalib.

READ :  Program Umroh Murah 2018, 2019, 2020 di Batam Mulai Rp19,9 Juta Start Jakarta

Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah hanya sekali menunaikan ibadah haji ke Makkah, yaitu pada 10 H. Semua ini menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa ibadah haji tidak diwajibkan kecuali pada tahun ke-9 setelah hjirah.

Berapa Kali Ibadah Haji Wajib Dikerjakan Seorang Muslim?

Ibadah haji hanya wajib dilakukan sekali seumur hidup. Rasulullah bersabada, “Ibadah haji itu hanya wajib dikerjakan satu kali. Jika lebih dari satu kalimaka selebihnya termasuk ibadah sunnah.” Ketentuan seperti ini termasuk kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman (Al-Ahzab [33]: 3).

Mengingat rahmat dan cinta kasih Allah Swt terhadap hamba-hamba-Nya itu begiru besar, mereka hanya diwajibkan mengerjakan ibadah haji satu kali, tidak kurang dan tidak lebih. Mereka baru disunnahkan mengulanginya lagi setiap lima tahun sekali, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis qudsi. “Sungguh, seorang hamba yang dikaruniai kesehatan dan rezeki yang luas, tapi tidak mengunjungi-Ku setelah lima tahun berlalu dari kunjungan pertamanya, maka amal ibadahnya tidak akan diterima.”Hanya saja, setiap  muslim-baik laki-laki maupun perempuan-diwajibkan menghadapkan seluruh jiwa dan raganya ke arah rumah suci (Ka’bah al-Musyarrafah) ini setiap hari, di sepanjang siang dan malam, yaitu melalui perjalanan ruhani yang dimulai dengan pembersihan diri dari segala jenis, Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka (Ibrahim [14]: 37) dan firman Allah Swt, Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dimana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu (Al-Baqarah [2]: 144).

Keterangan Ibadah Haji Dalam Al-Qur’an

Haji disebutkan di banyak ayat dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam (Al-Imran [3]: 96).

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, agar mereka melaksanakan shalat. Ya Tuhan, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka ddan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (Ibrahim [14]: 37).

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh. Demikian itu agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Makanlah sebagian hewan ternak itu dan berikanlah (sebagian lagi) untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir (Al-Hajj [22]: 2-28).

READ :  Umroh Lailatul Qodar 2019 2020 Backpacker Harga Mulai Rp21 Juta

Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibaddah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana (Al-Imran [3]: 97). (Musim) haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan ibadah haji dalam bulan-bulan itu, janganlah dia berkata jorok, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam melakukan ibadah haji (AL-Baqarah [2]: 97). Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah penunjuk waktu bagi manusia dan ibadah haji” (Al-Baqarah [2]: 189).

      Ayat pertama yang disebutkan di atas (Al-Imran [3]: 96) mengisyaratkan letak dan tempat Baitullah di bumi ini, selain menjelaskan bahwa Allah Swt telah memilih lembah tersebut (Makkah) sebagai tempat pertama bagi manusia untuk beribadah kepada-Nya.

Ayat kedua (Ibrahim [14]: 37) menjelaskan bahwa pemilihan dan penentuan Makkah sebagai tempat ibadah itu semata-mata dimaksudkan agar manusia beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt tunduk dan taat kepada-Nya dengan mengerjakan shalat dan tawaf. Hal ini kemudian dipertegas lagi oleh perintah Allah Swt kepada Nabi Ibrahim kepada-Nya sebagaimana diisyaratkan oleh ayat ketiga (Al-Hajj [22]: 27-28).

Seolah-olah Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, “Kewajiban kamu adalah menyeru (al-adzan) manusia, sementara Kami menyampaikan (al-balagh) apa yang seharusnya kamu serukan.” Nabi Ibrahim lalu menyeru mereka semua, “Wahai manusia, Sesungguhnya Allah telah membangun sebuah rumah. Kunjungilah rumah itu.” Seruan ini akan menggema pada waktu-waktu tertentu setiap tahun hingga hari kiamat. Setiap muslim-yang mampu-harus memenuhi seruan ini, tanpa kecuali. Allah Swt telah mendudukkan ibadah haji sebagai salah satu pilar Islam yang mesti ditegakkan demi memuliakan rumah-Nya dan menghormati nabi-Nya, Ibrahim.

Seruan dan perintah ilahiah tersebut kemudian dikaitkan oleh Allah dengan keharusan untuk tunduk dan taat kepada-Nya, sebagaimana diisyaratkan oleh ayat keempat di atas, Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah (Al-Imran [3]: 97). Adapun ayat kelima (Al-Baqarah [2]: 97) dan keenam (Al-Baqarah [ 2]: 189) menjelaskan waktu pelaksanaan ibadah haji.

Similar Posts:

By |2019-01-30T04:22:10+00:00January 30th, 2019|Ibadah Haji, Umroh Murah|