Categories: Khasanah Islam

Konvergensi keindahan alam di tengah padang pasir

Wadi Al Disah adalah tempat yang ideal untuk melepaskan diri dari dunia luar dan bersantai di alam. Lembah ini penuh kejutan dengan perbukitan dan keindahan sekitarnya. Ada banyak kegiatan berbeda untuk dinikmati di wadi seperti trekking, piknik, berkemah, dan banyak lagi. Lembah Al Disah adalah surga bagi para pendaki gunung dengan tiang-tiang bebatuan yang tinggi dan bentuk pegunungan, serta mata air tawar.

Cuaca di Wadi Al Disah

Di Wadi al-Disah, musim dinginnya pendek, menyenangkan, kering, berangin, dan sebagian besar cerah, sedangkan musim panasnya panjang, panas, gersang, dan sebagian berawan. Suhu tahunan rata-rata berkisar dari 51°F hingga 110°F, jarang jatuh di bawah 44°F atau naik di atas 113°F.

Lokasi Wadi Al Disah

Jarak antara kota Tabuk dan Wadi Al Disah adalah 250 km. Daerah tersebut memiliki sejumlah situs arkeologi, termasuk sisa-sisa dinding dengan tulisan dalam tulisan Kufic Nabataean dan Arab serta fasad makam Nabataean.

Bagaimana menuju ke Wadi Al Disah

Wisatawan dari luar Arab Saudi dapat memesan penerbangan langsung ke Bandara Tabuk. Bandara Tabuk adalah salah satu bandara internasional Arab Saudi. Namun, bandara Jeddah dan Riyadh adalah pilihan yang lebih nyaman. Sisa perjalanan dapat dilakukan di jalan yang terhubung dengan baik. Titik awal Wadi Al Disah adalah kota Tabuk. Wisatawan sebaiknya memilih untuk menyewa pemandu lokal untuk sampai ke sana dan mencapai area terdalam dan paling rahasia di lembah tersebut.

Hal yang dapat dilakukan di Wadi Al Disah

1. Air mancur dan alur piknik

Mata air ini terletak di bawah dinding batu sekitar 200 meter di pintu masuk area eksplorasi utama. Tanaman kurma dewasa berdiri di sisi lain dinding batu mata air, yang dikelilingi oleh menara dan dinding batu yang mengesankan. Itu menyerupai representasi grafis digital dari set film fiksi ilmiah. Kurma dewasa berfungsi sebagai tempat berteduh selama musim panas untuk melindungi pejalan kaki dari terik matahari.

2. Batu Wadi Al Disah

Tebing batu ini memiliki ukiran huruf dan mural dari masyarakat kuno yang menghuni daerah tersebut 3.000 tahun yang lalu. Tempat ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan karena perpaduan warna bebatuan dan formasi batuan unik yang menjulang tinggi di kedua sisi lembah. Memantulkan sinar matahari dari bebatuan bisa menjadi pemandangan yang indah untuk disaksikan.

3. Jendela Al Dishah

Sebuah gua di sebelah jalur mengemudi disebut Ventana Al Disah. Keunikan gua ini adalah jendela yang menghadap ke jalan setapak dan gunung di sisi lain lembah di salah satu dinding gua. Gua ini ideal untuk bersantai, piknik, makan, dan tidur siang. Daerah sekitarnya menawarkan pemandangan yang menakjubkan, berbagai bebatuan berwarna dan formasi bebatuan yang khas di kedua sisi lembah. Akan sangat bermanfaat jika Anda berusaha ke sana untuk melihat pemandangan formasi alam ini karena memantulkan sinar matahari.

4. Teras tersembunyi

Hanya sejumlah kecil trekker dan turis dari Al Disah yang dapat mengakses kawasan ini. Ini adalah titik pandang yang sangat baik untuk melihat lembah Al Disah. Pendaki harus melintasi formasi batuan mid-rise di tengah lembah. Meskipun memanjat bebatuan akan ideal, pemandangan yang mengesankan akan membuat upaya pendakian menjadi tidak terlalu berat begitu Anda mencapai tujuan. Disarankan untuk menyewa pemandu yang mengetahui lokasi lorong yang mengarah ke Hidden Terrace dengan baik.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Wadi Al Disah?

Musim dingin adalah musim yang tepat untuk bepergian ke Al Disah karena cuacanya paling menyenangkan. Siang hari yang hangat dan malam yang sejuk dari November hingga Maret merupakan cuaca berkemah yang ideal.

Tips mengunjungi Wadi Al Disah

1. Bawalah air ekstra

Jika Anda bepergian dengan mobil di Arab Saudi, selalu disarankan untuk memiliki banyak air bersih. Lebih baik bersiap untuk apa saja karena bisa sangat panas setiap saat sepanjang tahun.

2. Unduh peta untuk penggunaan offline

Untuk mengunduh petunjuk arah lembah untuk penggunaan offline, gunakan aplikasi seperti Google Maps atau MAPS.ME. Adalah bijaksana untuk mengetahui ke mana Anda akan pergi karena semua rambu jalan di Arab Saudi menggunakan bahasa Arab dan tidak ada banyak jangkauan seluler saat Anda keluar dari jalan raya utama.

3. Bawa makanan ringan

Ada beberapa toko pompa bensin kecil menuju Wadi Al Disah. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli makanan ringan yang mungkin Anda butuhkan (atau makanan untuk perjalanan berkemah semalam) di Tabuk.

4. Berkendara dengan hati-hati

Hindari mengemudi di jalan beraspal utama dengan mobil biasa kecuali Anda memiliki kendaraan berukuran 44 inci. Sangat mudah terjebak di pasir, dan mungkin perlu waktu bagi seseorang untuk datang dan menyelamatkan Anda.

Wadi Al Disah adalah tempat yang fantastis untuk dikunjungi dan tentunya layak untuk dimasukkan dalam rencana perjalanan Anda. Lembah ini menawarkan banyak hal, mulai dari satwa liar dan keindahan alam hingga sejarah dan reruntuhan prasejarahnya. Kunjungan ke Wadi Al Disah tidak lain adalah pengalaman surgawi.

Bacaan yang disarankan: Jabal Al Lawz, Tabuk: Tempat terbaik untuk melihat hujan salju di Arab Saudi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Wadi Al Disah

Kapan Wadi Al Disah dibuka untuk pariwisata?

Lembah terbuka sepanjang tahun untuk pariwisata.

Apakah ada biaya masuk ke Wadi Al Disah?

Tidak, pintu masuk ke lembah gratis untuk semua orang.

Apakah ada restoran terdekat?

Lembah ini adalah rumah bagi sejumlah perusahaan gastronomi yang menawarkan masakan nasional dan asing. Ada juga sejumlah besar hotel di daerah tersebut, dari resor mewah hingga hotel yang lebih terjangkau.

Bagaimana orang bisa menjelajahi lembah?

Anda dapat berkendara atau berjalan melalui lembah. Banyak jalur dan jalur pendakian melintasi lembah, yang ditandai dengan baik.

admin

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

1 week ago

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…

1 week ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

2 weeks ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

2 weeks ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

2 weeks ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

2 weeks ago