Masjid Qiblatain, Memiliki Dua Tempat Imam

Masjid Qiblatain, Memiliki Dua Tempat Imam

Masjid Qiblatain atau dikenal sebagai masjid yang memiliki dua kiblat adalah salah satu masjid terkenal di kota Madinah. Masjid qiblatain juga menjadi tempat favorit untuk dikunjungi para jamaah umroh dan haji setelah Madjid Nabawi dan Masjid Quba.

========================================================================

Hotline Paket Umroh Mulai $1.500 Hubungi:

RISALAH MADINAH TRAVEL – H Sudjono AF 089611841848 – 081388097656 | BB 2315A7C3

Ruko Prasasti Lt.2, Saaldin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39 Depok, Jawa Barat

=========================================================================

 

Masjid  Qiblatain  awalnya dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Sejarah Masjid Qiblatain 

Pada permulaan Islam, kaum muslimin melakukan shalat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis  atau Masjidil Aqsha di Yerusalem, Palestina. Baru kemudian setelah turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat sholat ke arah Masjidil Haram di Mekkah, maka kamum muslimin berkiblat ke Masjidil Haram hingga sekarang.

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Rasulullah shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah. Ia mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat Zhuhur masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika lelaki dijuluki Al-Amin ini baru saja menyelesaikan rakaat kedua.

Perubahan kiblat Masjid Qiblatain dalam Al Qur'an.

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS: Al Baqarah ayat 144)

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, Nabi Muhammad SAW menghentikan sementara shalatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid yang memiliki dua kiblat.

Sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah), menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.

Selain itu, sebuah sumur milik seorang Yahudi bernama Raumah ditebus oleh Usman bin Affan. Sahabat yang dikenal dengan sifatnya yang pemalu ini mewakafkan sumur seharga 20.000 dirham. Sumur itu bisa digunakan selain untuk bersuci dan air minum, juga untuk mengairi taman-taman di sekeliling masjid sampai sekarang.

Pemugaran Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut. Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya pada tahun 893 H atau 1543 M. Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
 

========================================================================

Hotline Paket Umroh Mulai $1.500 Hubungi:

RISALAH MADINAH TRAVEL – H Sudjono AF 089611841848 – 081388097656 | BB 2315A7C3

Ruko Prasasti Lt.2, Saaldin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39 Depok, Jawa Barat

=========================================================================

Similar Posts:

By |2015-06-06T15:38:29+00:00June 6th, 2015|Uncategorized|

Leave A Comment