Categories: Khasanah Islam

Menelusuri Jejak Islam di Jambi Lewat Museum Gentala Arasy

Selain Masjid Seribu Tiang, tempat religi lain di Jambi yang patut dikunjungi adalah Menara Singgasana di Ghent. Menara Tahta Ghent di Jambi adalah simbol Islam. Namanya mengandung unsur filosofis yang berarti menara untuk mengingat tempat atau kursi tertinggi Tuhan Yang Maha Esa. “Gentala artinya lonceng dan tala artinya lonceng dan koordinator. Tahta itu adalah tempat tertinggi di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Mehmet Erman, kurator Gental ARCI Museum, kepada tim Mudik Jeset, Rabu (5/5/2017). Di menara itu dulu ada lonceng yang ketika pertama kali masuk waktu sholat, diteriakkan untuk berdoa. Menara singgasana Ghentali dibangun atas inisiatif gubernur saat itu yang diminta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membangun sesuatu sehingga bisa menjadi hadiah yang tak terlupakan saat meninggalkan Jambi. Saat itu, proposalnya beragam. Ada orang yang ingin membuat kombinasi jam dan monumen dengan singgasana Gentala ini,” kata Erman.


Dibangun pada tahun 2012 dan selesai dua tahun kemudian, Gentala Arasy dulunya hanyalah sebuah menara. Namun, kemudian diubah menjadi tidak lagi hanya menara. dan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengunjung
“Makanya dijadikan Museum Tahta Genal, yang berisi tentang awal mula Islam di Jambi dan benda-benda koleksi sejarah Islam Jambi,” kata Erman. Koleksi Museo Gental Arassi berasal dari seluruh Jambi dan merupakan hadiah dari para ulama.
Di dalam museum, kata Erman, saat ini ada 114 koleksi yang diperoleh melalui pembiayaan, pembelian dan pinjaman dari lembaga lain yang dapat didaur ulang setiap saat. “Setelan ikat pinggang dan baju tertua yang dikenakan Sri Sultan Mangkubumi dari Dusun Tana Biryuk, Kecamatan Tana Sibingal, Kabupaten Bungo, berusia 400 tahun,” kata Erman. Tiket masuk Museum Singgasana Zentala hanya dikenakan biaya Rp2.000 untuk anak-anak, Rp3.000 untuk dewasa, dan Rp5.000 untuk turis asing.

source:https://properti.kompas.com/read/2017/06/07/225952921/menelusuri.jejak.islam.di.jambi.lewat.museum.gentala.arasy

Lukman NR

Recent Posts

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak

Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…

1 week ago

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja

Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…

1 week ago

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya

Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…

2 weeks ago

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah

Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…

2 weeks ago

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum

Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…

2 weeks ago

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa

Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…

2 weeks ago