Saat kita melakukan perjalanan umrah atau haji, tentunya kita akan menemukan tempat – tempat bersejarah. Tak lengkap rasanya jika kita melakukan perjalanan umrah tanpa mengunjungi tempat tersebut. Berikut beberapa sedikit penjelasan tentang tempat-tempat bersejarah di Mekkah.
Arafah adalah tempat jamaah haji melakukan wukuf, ibadah yang paling utama dalam haji pada tanggal 9 Dzulhijjah. Arafah yang terletak 25 km dari Mekkah ini berukuran kurang lebih 3,5 x 3,5 km. Arafagh tidak lagi berupa padang karena sudah banyak didirikan kemah-kemah sementara dan ditanami tumbuh-tumbuhan sehingga tidak ada lagi terasa panas. Di Arafah inilah menurut Rosulaullah SAW doa yang paling afdhal. Dalam hadits lain disebutkan bahwa hari Arafah adalah hari di mana Allah lebih banyak menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka ketimbang hari-hari lain. Apabila waktu wukuf ingin berjalan-jalan di sekitar kemah, sebaiknya berhati-hati untuk tidak keluar dari wilayah Arafah, yang ole pemerintah Saudi sudah diberi tanda jelas.
Di areal padang Arafah inilah terdapat Jabal Rahmah yang ditandai sebuah tugu tempat bertemunya Adam dan Hawa ketika turun ke bumi. Jamaah haji gelombang pertama, sebelum wukuf sebelumnya biasanya akan diajak untuk melakukan tour mengunjungi tempat ini.
Jabal Nur dan Gua Hira yaitu tempat Nabi SAW menerima wahyu pertama, yaitu surah al-‘Alaq ayat 1-5, terletak sebelah utara kota Mekkah. Gua Hira terletak di atas Jabal (bukit) Nur yang tingginya kira-kira 200 meter. Letak Gua Hira ini sangat tinggi sehingga jika ingin berkunjung ke sana memerlukan waktu untuk naik sekitar 2 jam. Ruangannya sangat kecil hanya muat 3 orang untuk tidur secara berjajar dengan tinggi sekitar 2 meter. Letak bukit ini sekitar 5 km di sebelah utara Mekah.
Jabal/Gua Tsur yaitu tempat Rosulullah SAW bersama Abu Bakar ash-Shidiq bersembunyi ketika melakukan Hiijrah dari Mekkah ke Yastrib/Madinah, terletak kurang ebih 7 km dari Majidil Haram ke arah Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surah at-Taubah (9) ayat 40.
Masjid Jin, tempat para jin bersepakat mengakui dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar seorang Rosulullah. Masjid ini berdiri disebelah makam Ma’la. Masjid ini banyak didatangi oleh jamaah Indonesia atau bahasa Arab diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Masjid Kucing yaitu sebuah masjid dekat Majidil Haram ke arah Makam Ma’la/Majid Jin. Disebut juga Majid Abu Hurairah karena di masjid ini dahulu Abu Hurairah memelihara dan menyayangi kucingnya. Masjid Kucing adalah ujung dari jalan pasar yang sering dikunjungi jamaah yaitu Pasar Seng (nama aslinya adalah Jalan Al-Gudaria, karena penjual di kiri kanan jalan beratapkan seng maka dikenal oleh orang Indonesia dengan Pasar Seng).
Ma’la yaitu pemakaman keluarga dan para sahabat Nabi SAW di samping juga tempat pemakaman umum bagi penduduk Mekkah dan jamaah haji yang meninggal di sana. Disinilah dikuburkan istri tercinta Nabi SAW yaitu Siti Khadijah, putra beliau Qasim bin Muhammad, Abdul Muthalib, dan Abi Thalib. Tidak seperti kuburan di tanah air, kuburan di sana rata tanah dan hanya ditandai oleh sebuah batu.
Jabal Rahmah, bukit yang ada di padang Arafah, tempat Nabi Adam as bertemu dengan Siti Hawa. Di bukit ini ada sebuah tugu putih sebagai tanda tempat pertemuan tersebut. Jamaah tidak terlalu sulit untuk menaiki tempat ini karena tidak terlalu tinggi namunberbukit-bukit dengan batu besar-besar.
Ji’ranah atau Ja’ranah, yaitu tempat miqat (mulai berihram) bagi mereka yang ingin melakukan umrah sambilmenunggu haji, letaknya kurang lebih 16 km dari Mekkah,. Di tempat ini terdapat sebuah masjid dan sumur Thaflah. Ji’ranah berasal dari nama seorang wanita yang menjaga masjid ini. Dalam riwayat disebutkan bahwa sumur ini merupakan bukti kemukjizatan Rasulullah SAW ketika Perang Hunain, kaum Muslimin kehabisan air. Kemudian Rosulullah SAW memukulkan tongkatnya ke atas tanah dan keluarlah air. Air tersebut terus memancar hingga sekarang tak pernah kering.
Darul Maulid Nabi yaitu tempat Rosullullah SAW dulu dilahirkan. Sekarang bangunan tersebut oleh pemerintah Saudi dijadikan perpustakaan dengan dalih agar tidak dikeramatkan.letaknya dekat dengan pintu keluar Majidil Haram melalui Babussalam (pintu ynag dekat dengan pintu sa’i) hanya kurang lebih 150 meter dari sana. Daerah itu disebut dengan Suqul Lail.
Masjid Namirah, masjid tempat imam jamaah berkhutbah di Arafah pada waktu wukuf. Perluasan masjid sudah sering dilakukan hingga mencapai luas 124.000 m2 (berikut halaman), yang sebagainya dijadikan bangunan dua tingkat.
Masjid Al-Khaif, salah satu masjid yang berada di selatan Mina yang luasnya sekiar 25.000 m2 dapat menampung sekitar 25.000 jamaah. Letaknya dekat dengan jumrah sughra.
Masjid Masy’aril Haram (di muzdalifah), yang luasnya 5400m2 dapat menampung sekitar 12000 jamaah. Masjid ini mempunyai 2 menara dengan ketinggian hingga 32 m.
Aziziyah. Aziziyah bukan termasuk tempat bersejarah tapi tempat di mana jamaah haji Indonesia sebagian besar bermukim di Mekkah ketika musim haji. Tempat ini hanya 3-4 km dari mekkah sehingga kalau lama menunggu bis, jamaah bisa berjalan kaki menuju Masjidil Haram. Dari mina sekitar 8 km dan hanya beberapa ratus meter dari batas Mina sehingga dekat dengan tempat melempar jumrah.
Silakan menghubungi kami untuk mengetahui Paket Umrah Yang Mengunjungi Tempat Bersejarah.
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…