Padang Arafah Tempat Wukuf Jamaah Haji Seluruh Dunia

Padang Arafah atau Padang Arafat atau lebih singkat disebut Arafah (Arofah) saja, merupakan nama daerah terbuka yang  luasnya sekitar 800 hektar, terletak di sebelah timur , sedikit condong ke selatan, luar kota suci Makkah menuju kota Thaif. Jaraknya sekitar 25 km dari kota Makkah. Padang Arafah kawasannya lapang, datar dan dahulunya gersang nan tandus. Luasnya kurang lebih 3,5 x 3,5 km. Sumber lain menyebut ukuranya 2 x 4 km. Bila setiap jamaah hanya menempati 1 meter persegi, maka Padang Arofah mampu menampung sekitar 8 juta jamaah haji.

Padang-Arafah-tempat-berkumpulnya-jemaah-haji-seluruh-dunia
Padang-Arafah-tempat-berkumpulnya-jemaah-haji-seluruh-dunia

Tidak ada penghuni di Padang Arafah ini. Pada hari-hari biasa Arafah sangat sepi tanpa aktifitas kecuali sekitaran Jabal Rahmah. Bahkan Masjid Namirah pun juga sepi, dikunci tidak ada kegiatan sholat 5 waktu di masjid ini. Hanya sesekali kunjungan jamaah umroh yang melakukan ziarah ke sini untuk mengetahui seperti apa lingkungan Arafah yang termashur tersebut. Lokasi ziarah jamaah umrah paling ramai adalah di kawasan Jabal Rahmah. Inilah kawasan yang selalu ramai setiap hari, sehingga dibangun pertokoan dan muncul juga beberapa pedagang asongan.

Batas-batas Padang Arofah

Peta batas-batas Padang Arafah
Peta batas-batas Padang Arafah

Padang  Arafah – kawasan ini terdapat gunung-gunung berbentuk setengah lingkaran- berbatasan dengan pengunungan Thaif di sebelah timur. Di sebelah baratnya berbatsan dengan Lembah atau Wadi Urunah. Batas Lembah Urunah yang berhimpitan dengan Masjid Namirah ini tidak termasuk kawasan Arafah. Di bagian utara Padang  Arafah berdiri rangkaian perbukitan Arafah yang tingginya sekitar 30 meter. Sedang batas di bagian selatan adalah gundukan bukit Jabal Arafah yang lebih terkenal dengan nama Jabal Rahmah.

Bukit yang diyakini sebagai lokasi pertemuan Nabi Adam AS dengan Ummi Siti Hawa ini masih merupakan kawasan Arafah. Padang Arafah ini bukan kawasan Tanah Haram, makanya sering disebut Tanah Halal. Batas antara Tanah Haram Makkah dengan Tanah Halal adalah Lembah Urunah. Itulah sebabnya kawasan Arafah merupakan masy’ar – tempat-tempat yang disyariatkan Allah untuk melaksanakan ibadah haji- yang lokasinya berada diluar Tanah Haram. Lokasi-lokasi yang berhubungan dengan ibadah haji di sekitaran Padang Arafah adalah Lembah Urunah, Masjid Namirah dan Jabal Rahmah.

Tanda batas akhir Padang Arafah
Tanda batas akhir Padang Arafah

Batas-batas Arafah ini sudah ditetapkan sejak masa Rasulullah SAW. Pemerintah Saudi Arabia memasang plank-plank besar batas-batas wilayah Arafah di setiap sudut-sudutnya dengan jelas. Hal ini untuk memberi tahu para jamaah haji yang sedang wukuf agar tidak keluar dari batas wilayah Arafah.

READ :  Hukum Thawaf Wada', Jumrah, dan Mencukur Rambut Sebelum Thawaf Ifadlah

Semenjak dahulu, Arafat adalah salah satu dari jalan-jalan yang dilalui menuju Thaif. Ada sebuah air sungai yang mengalir dari Thaif dan sampai ke Mekah melalui Arafat. Sungai ini dinamakan mata air Zubaidah karena yang membangunnya adalah Zubaidah Khatoon istri Harun al-Rasyid. Disebukat bahwa seorang bernama Jawad Isfahani yang berasal dari Iran dalam beberapa periode memiliki peran dalam membawa air dari jalan Arafat ke Mekah dan juga membuat beberapa pelayanan di Arafat.

Alasan Penamaan Padang Arafah

Masjid-Namiroh bagian depan-termasuk Padang Arafah
Masjid-Namiroh bagian depan-termasuk Padang Arafah

Sebutan kawasan padang gersang ini sebagai Padang Arafat atau Arafah sangat erat dengan perjuangan Nabi Ibrahim As. Menurut beberapa riwayat, saat Nabi Ibrahi As bersama putranya Ismail selesai membangun Ka’bah, Malaikat Jibril kemudian mengajarkan tatacara atau manasik haji. Yaitu meliputi thawaf 7 kali, melakukan sai dari bukit Shofa ke bukit Marwa, melempar jumrah di Jamarat Mina, dan wukuf di Arafah dan Muzdalifah.

Di padang gersang (yang kini disebut Arafat) Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Ibrahim As dengan mengatakan, “A’arafta (Apakah Engkau sudah mengerti, wahai Ibrahim?)”. Nabi Ibrahim AS pun menjawab, “Na’am araftu (Ya, saya sudah mengerti)”, Maka tempat itupun dinamakan Arafat atau Arafah, yang maknanya mengerti dan mengetahui.

Riwayat lain menyebutkan Padang Arafah diyakini sebagai tempat pertemuan ta’arafaa (pertemuan kembali, saling mengetahui) Nabi  Adam As dan Hawa setelah keduanya diturunkan dari surga dan berpisah ratusan tahun.

Muslimin pun meyakini dan mengakui (i’tarafa) kesalahan-kesalahan mereka diampuni bila memohon ampun kepada Allah SWT di Padang Arafah ini.

Dalam Alquran nama Arafat juga disebutkan, Allah swt berfirman:

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (١٩٨)

 ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٩٩)

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.” (QS: 02: 196 – 199)

READ :  Inilah 4 Mazhab Dalam Menetapkan Hukum Ibadah Umroh Haji

Padang Arafah Kini Rindang dengan Fasilitas Baik

Padang Arafah kini dipenuhi dengan pepohonan menghijau
Padang Arafah kini dipenuhi dengan pepohonan menghijau

Dahulu kawasan ini merupakan padang gersang yang tandus, panas, sulit air dan tanpa tumbuh-tumbuhan. Kini kondisinya sudah jauh berubah. Di Arafah sekarang  sudah banyak pepophonan sehingga kondisinya relatif rindang. Pemerintah Saudi Arabia mulai melakukan penghijaun Arafah dengan menanam pohon-pohonan yang bisa digunakan sebagai pelindung dari terik matahari di musim haji. Kabarnya penghijauan ini dipelopori oleh Presiden Republik Indonesia Ir.Soekarno. Sekitar 1960-an Pemerintah Saudi Arabia memulai penghijauan dengan menerima kiriman bibit-bibit pohon sejenis mindi (Melia azedarach) dari Presiden Soekarno yang ternyata cocok dan bisa tumbuh dengan baik. Presiden Soekarno juga mengirimkan ahli-ahli botani untuk merawat pohon tersebut. Selanjutnya dikembangkanlah sekitar 100 ribuan dan ditanam di seluaruh kawasan Arafah. Para pembimbing haji dan umrah sering menyebut pohon ini dengan nama pohon Soekarno he he.

Pemerintah Saudi Arabia juga membangun fasilitas air bersih untuk keperluan MCK yang jumlahnya ribuan. Bangunan-bangunan MCK ini didirikan berderet-deret di seluruh kawasan Arafah seluas 800 hektar ini. . Termasuk tentunya ribuan tempat untuk berwudlu.Sehingga sekitar 3 – 4 juta jamaah haji yang wukuf, tidak kesulitan melakukan MCK dan berwudlu.

Alat-alat penyemprot air ke udara seperti hujan buatan di Padang Arafah
Alat-alat penyemprot air ke udara seperti hujan buatan di Padang Arafah

Proyek penyejuk udara pun dibangun mengelilingi kawasan panas ini. Tiang-tiang air berderet-deret dibangun. Puncak tiang air dipasang spuyer-spuyer untuk menyemprotkan air yang halus sehingga dirasakan oleh jamaah seperti hujan gerimis. Bahkan pada musim haji, selain tenda-tenda dibangun untuk jamaah haji reguler. Pada tenda-tenda jamaah haji plus juga fasilitasi dengan AC.

Untuk penerangan kawasan ini, tiang-tiang listrik dibangun berjejer-jejer denga lampu penerangan yang cukup. Sehingga di malam hari seluruh kawasan Arafah ini tetap terang benderang. Para muasasah pengelola layanan haji juga menambahkan layanan charger untuk handphone di tenda-tenda jamaah.

Seluruh Jamaah Haji Melakukan Wukuf di Padang Arafah Tanpa Kecuali

Berdoa khususk saat wukuf di Arafah
Berdoa khususk saat wukuf di Arafah

Di padang yang panas inilah seluruh umat Islam yang menunaikan ibadah haji wajib melakukan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arofah menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan salah satu rukun haji yang paling pokok. Waktu wukuf dimulai sejak matahari tergelincir sore hari sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah esok pagi harinya .

READ :  Hukum dan Tatacara Memotong Rambut dan Melempar Jumrah Saat Ibadah Haji

Bagi jamaah haji, Arafah menjadi puncak sekaligus inti dari pelaksanaan ibadah haji. Pelaksanaannya pun dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh jamaah haji sehingga Padang Arafah menjadi lautan “putih” manusia ketika melaksanakan ibadah wukuf.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian bersabda, “Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

“Puncak ibadah haji itu (dengan melakukan) wukuf di Arafah. Barangsiapa yang wukuf sebelum terbit fajar (tanggal 10 Dzulhijjah) maka wukufnya dianggap sah” (HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” (Tirmidzi).

Similar Posts:

Ayo Bisnis Umroh. Cara Mudah Membangun Bisnis Travel Umroh Murah “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
Dalam pengertian umum ibadah tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama
Masjid-Masjid Bersejarah di Makkah dan Madinah. Madinah adalah kota masjid. Di setiap sudut madinah terdapat
WhatsApp chat