Perbedaan Umroh Wajib dan Umroh Sunnah – Umroh adalah mengunjungi atau berziarah ke Tanah Suci – Masjidil Haram, untuk melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah ( ihram, thawaf, sa’i, tahallul ) dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah SAW. Ibadah Umroh juga disebut juga Haji Kecil.
Ibadah umroh dapat dikerjakan sepanjang waktu kecuali pada musim Haji. Artinya, ibadah umroh dapat dilakukan setiap saat, sepanjang tahun, kecuali di Hari Arafah, atau Hari Raya Qurban yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah, dan hari-hari Tasyrik, (tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah), yang hukumnya “makruh tahrim” .
=====================================================================
=====================================================================
Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:
Rangkaian rukun ibadah umroh secara berurutan sebagai berikut:
Adapun wajib umrah adalah:
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
Umrah dilakukan dengan ihram dari miqat, kemudian Tawaf, Sa’i, dan diakhiri dengan Tahallul (lepas dari pantangan ihram) dengan cara menggunting rambut. Rangkaian ibadah ini disebut Rukun Umrah.
Sedangkan Wajib Umrah adalah berniat untuk melakukan ibadah umrah dari miqat, serta menghindari perbuatan yang diharamkan ketika ihram. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 196 yang artinya:
“Tunaikanlah dengan sempurna ibadah haji dan umrah semata-mata karena Allah…”
Adapun mengenai hukumnya ada beberapa pendapat antara lain menurut Imam Ahmad dan Imam Syafi’i, hukumnya wajib. Menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi, hukumnya Sunat Muakkad (sunat yang dipentingkan).
Umrah disunatkan bagi setiap muslim dan sangat baik jika dilakukan pada bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya:
“Umrah didalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali”.
Pelaksanaan Ibadah Umrah
Tata cara pelaksanaan ibadah adalah Umrah, Mandi, Wudhuk, Ihram dari Miqat, Shalat Sunat Ihram dua rakaat, Niat Umrah dengan membaca:
Labbaik Allahumma Umratan
Artinya:
Aku sambut panggilan-Mu. Ya Allah untuk umrah.
Membaca talbiah serta tawaf di Masjidil Haram, Tawaf, Sa’i antara Shafa dan Marwah, dan Tahallul (cukur) dengan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah tersebut, maka selesailah ibadah umrah.
Umroh Wajib adalah umrah yang dilakukan untuk pertama kalinya dalam kaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Seperti diketahui, dalam melaksanakan ibadah haji kita diwajibkan untuk melakukan ibadah haji dan ibadah umrah dalam satu kesatuan. Umrah yang inilah yang dimaksudkan dengan umrah wajib. Umroh wajib ini sering disebut sebagai umroh Tamattu’
Umrah Sunnah atau kadang disebut Umrah Mufradah adalah ibadah umroh yang bisa dilakukan kapan saja, baik sebelum atau sesudah pelaksanaan ibadah haji. Ibadah umrah ini juga boleh dilakukan diluar musim haji, dimana tata cara pelaksanaannya sama dengan umrah wajib yang termasuk ibadah haji, setelah jamaah bertahallul maka selesailah ibadah umrah sunat. Adapun yang berbeda adalah dalam hal mengucapkan niatnya, yaitu untuk melakukan umrah sunat. Bagi jamaah yang sudah berada di Mekkah, umrah sunat bisa dilakukan dengan mengambil miqat di Tan’im atau Ji’ranah.
Tan’im yang terletak ditengah jalan raya menuju Madinah, berjarak hanya sekitar 6 km dari Masjidil Haram dapat ditepuh dengan bis umum atau taxi. Jika jamaah menggunakan taxi, sebaiknya dengan perjanjian untuk pulang-pergi, yaitu mulai dari Mekkah ke Tan’im dan kembali langsung ke Masjidil Haram.
Biasanya ongkosnya sekitar 10-15 riyal per orang. Dengan demikian sesampainya di Tan’im, taxi akan menunggu untuk sementara jamaah melakukan persiapan ihram. Adapun persiapan ihram, adalah sebagai berikut: Shalat sunat Ihram, berniat umrah, dengan membaca:
Labbaika Allahumma Umratan
Di Masjid Tan’im telah tersedia tempat untuk mandi, sehingga bagi jamaah yang menginginkannya bisa mandi sunat sebelum memulai ihram. Setelah jamaah berihram dan berniat umrah, lalu langsung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf, Sa’i dan Tahallul.
Jika jamaah memiliki Ji’ranah sebagai tempat miqat, maka yang perlu diingatkan dan diketahui adalah Ji’ranah letaknya lebih jauh dibanding Tan’im, yaitu sekitar 15 km di sebelah timur laut Mekkah, melalui jalan As-Sail yang menuju ke Qarnul Manazil. Jamaah yang kesana dapat menggunakan taxi atau mobil sewa lainnya. Karena agak jauh maka jamaah wanita disarankan pergi berombongan, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…