Categories: Umroh Murah

Panduan Ikhtiar Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Al Qur’an dan Hadits

Mendidik anak adalah kewajiban setiap orang tua. Dalam Islam, mendidik anak memiliki tuntunan yang begitu lengkap. Hal ini terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits. Ikhtiar setiap orang tua sangat penting untuk menjadikan anak yang sholeh dan sholehah.

Selain ikhtiar, penting bagi orang tua untuk mendoakan anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Hal ini tentu menjadi pengharapan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ikhtiar dan doa orang tua untuk anak dikabulkan Allah Azza Wa Jalla.

Mengulas mengenai pendidikan anak, berikut panduan yang In syaa Allah bermanfaat bagi para orang tua untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kepada anak tercinta.

Musthafa receptacle al-‘Adawy dalam kitab Fiqh Tarbiyah al-Abnaa menjelaskan bahwasanya dalam keadaan seperti itu, Islam menganjurkan para orang tua agar senantiasa memperbaiki diri dengan memperbanyak amal sholeh. Sebab amal sholeh yang dilakukan kedua orang tua bisa memberikan keberkahan tersendiri bagi seorang anak.

Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri”. (Q.S. Al-Kahfi; 82).

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan kisah dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt. senantiasa menjaga hambanya yang saleh beserta keluarga dan anak-anaknya.

Selain memberikan keberkahan tersendiri bagi keturunannya, amal sholeh kedua orang tua mempunyai peran yang besar dalam membentuk karakter dan mendidik anak yang saleh.

Munawar Sholeh dalam Psikologi Perkembangan Anak mengatakan bahwa baik dan buruknya perkembangan seorang anak tergantung dari apa yang dikatakan dan dicontohkan orang tua.

Hal tersebut karena anak adalah peniru andal, apa yang mereka lihat dan dengar akan terekam dalam otak mereka lalu membentuk tabiat dasar mereka. Orang tua secara tidak langsung menjadi model yang ditiru oleh anak.

Seorang anak yang sering melihat orang tuanya zikir, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan berbuat baik kepada sesama, maka ketika dewasa dia akan tumbuh menjadi pribadi yang dekat kepada Allah dan menyayangi sesama manusia.

Oleh karena itu menanamkan sifat uswatun hasanah pada diri orang tua bisa berpengaruh positif atas perkembangan perilaku meniru anak. Karena anak cenderung melihat apa yang terjadi di dalam keluarganya.
1. Memperdengarkan Al Qur’an Sejak Lahir

Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.

Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al Qur’an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.

Apabila ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.

Anak akan benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah orang tua dalam mengajarkan isi Al Qur’an. Tambahkan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al Qur’an.

2. Mengajarkan Dasar Islam

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam debris Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid “LAILA HA ILLALLAH” sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH”.

“Bukalah lidah anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa joke, tidak akan ditanyakan kepadanya”. (H.R Ibnu Abbas)

3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Shalat

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan shalat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudhu dan mengikuti gerakan shalat, meskipun belum benar sama sekali.

Jika anak sudah terbiasa melihat orangtuanya shalat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.

“Suruhlah anak-anakmu shalat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

4. Mengajarkan Tauhid

Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya.

“Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengazankan Al-Hasan receptacle Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan shalat”. (HR. Tirmidzi).

5. Mengajarkan Puasa

Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.

Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak sudah terbiasa untuk berpuasa, lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.

6. Memberi Nama Panggilan yang Baik

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.

Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan:

“Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu”. (HR Ibnu Majah).

7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan

Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.

Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.

8. Membiasakan Ucapan Salam

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.

9. Membiasakan Bersikap Sederhana

Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau begitu istimewa di mata umat Muslim, malaikat, dan bagi Allah.

Meski Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki kekuasaan memimpin umat Muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.

10. Perhatikan Pergaulan Anak

Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan programming interface”.

Jika anak berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa emanation yang baik ke depannya.

11. Menyatukan Ibu dengan Anak

Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:

“Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang yang dicintainya pada hari kiamat”.

12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.

13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi

Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman container ‘Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.

Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.

source:https://www.avesiar.com/2021/09/17/panduan-ikhtiar-mendidik-anak-sesuai-tuntunan-al-quran-dan-hadits/

Lukman NR

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago