Pemberangkatan Jamaah Haji Dari Rumah Hingga Asrama Haji
Inilah Kegiatan Pemberangkatan Jamaah Haji Dari Rumah Hingga Asrama Haji yang harus dimengerti dan dipahami para jamaah haji. Dengan begitu jamaah akan lebih siap dan akan merasa nyaman.
Persiapan pemberangkatan ibadah haji di asrama haji
Kegiatan Menjelang Pemberangkatan di Rumah.
Menjaga kondisi kesehatan dengan makan makanan yang bergizi dan menjaga kebugaran/ kesehatan secara teratur.
Menyelesaikan urusan pribadi, dinas, dan sosial kemasyarakatan.
Menyiapkan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.
Menyiapkan barang-barang bawaan, yaitu dokumen (Surat Panggilan Masuk Asrama/ SPMA, bukti setor warna biru, buku kesehatan), bekal, pakaian, dan obat-obatan.
Dianjurkan shalat sunat dua rakaat dan dianjurkan pula berdo’a untuk keselamatan diri dan keluarga yang ditinggalkan.
Selama Perjalanan dari Rumah Kediaman sampai ke Asrama Haji Embarkasi.
Dianjurkan memperbanyak do’a dan dzikir.
Pada dasarnya talbiyah dibaca dalam keadaan berihram, namun dapat saja dilakukan pada saat-saat tertentu guna pemantapan seperti ketika berangkat dari rumah menuju asrama (tanpa disertai niat ihram, semata- mata sebagai dzikir biasa).
Selama dalam perjalanan sudah berlaku hukum musafir, dengan demikian boleh menjama’ dan meng-qasar shalat, kecuali setelah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebaiknya tidak diqasar dan dijama’.
Kegiatan di Asrama Haji Embarkas
Pada saat Kedatangan di Asrama Haji Embarkasi.
Menyerahkan Surat Panggi- lan Masuk Asrama (SPMA) dan bukti setor lunas BPIH warna biru.
Menerima kartu makan dan akomodasi selama di Asrama Haji.
Menerima paspor, gelang identitas dan living cost (biaya hidup selama di Arab Saudi) sebesar 1.500 Riyal Saudi.
Untuk kelancaran proses keberangkatan, jemaah haji tidak diperkenankan keluar masuk Asrama Haji dan mengutamakan istirahat.
Masing-masing jemaah haji menjaga barang bawaan yang berharga.
Menjaga ketertiban dan kebersihan.
Berangkat Menuju Bandara Embarkasi
Menaiki bus dengan tertib dan teratur sesuai dengan regu dan rombongannya.
Dilarang membawa benda-benda tajam, barang yang mudah meledak, majalah/rekaman porno, tulisan-tulisan yang bersifat provokatif, narkoba, rokok, dan jamu yang berlebihan.
Tidak diperbolehkan menerima titipan barang dari siapapun.
Tas tentengan dan tas paspor jangan sampai tertinggal.
Berangkat menuju Bandara dan berdo’a.
Di Bandara Embarkasi
Turun dari bus dengan tertib dan teratur.
Tas tentengan dan tas paspor jangan tertinggal dalam bus.
Menaiki pesawat dengan tertib, menunjukkan paspor dan boarding pass.