Akumulasi adalah pembagian atau agregasi waktu menurut waktu. Tujuan bab ini adalah untuk memudahkan dalam memahami dan menemukan ciri-ciri atau ciri-ciri dalam pembahasan sejarah. Jangka waktu tersebut juga telah digunakan dalam perkembangan budaya Islam sejak Nabi Muhammad SAW berdakwah di Jazirah Arab. Perkembangan Islam juga melahirkan budaya yang nantinya disebut peradaban Islam. Hal ini menyebabkan munculnya banyak dinasti dan kerajaan Islam, yang berkembang di banyak pusat kota di seluruh dunia. Secara umum, peradaban Islam terbagi menjadi tiga fase, yaitu periode Islam klasik, pertengahan, dan modern, yang masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri.
Periode Klasik Pada periode klasik, perkembangan Islam dibagi menjadi dua fase, yaitu fase ekspansi, integrasi dan kemajuan (650-1000 M) dan fase disintegrasi (1000-1250 M). Pada masa ekspansi, integrasi dan pembangunan, kejayaan Islam diwakili oleh Bani Umayyah yang berhasil memperluas pengaruh Islam ke Afrika Utara dan Spanyol Barat. Selain itu, kejayaan Islam pada saat itu mempengaruhi baik Persia maupun India.
Sains, seni, dan arsitektur berkembang pada periode klasik. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya banyak kota di bawah kekuasaan Islam. Bukti dapat dilihat di Istana AzZahra di Cordoba dan Istana Al Hambra di Granada. Selain munculnya ulama dan ulama besar, seperti Imam Malik dan Imam Abu Hanifah. Imam al-Asiri, Imam al-Mutradi dan al-Jaba’i Kemuliaan Islam mulai menurun begitu memasuki fase keruntuhan yang berlangsung antara 1000-1250 M. Hal ini disebabkan hancurnya kota Bagdad yang menjadi salah satu kota dengan ilmu pengetahuan paling maju, akibat serangan Hulagu Khan.
Abad Pertengahan Abad Pertengahan juga dibagi menjadi dua fase, yaitu fase kemunduran (1250-1500 M) dan fase tiga kerajaan besar (1500-1700 M). Pada fase kemunduran, peradaban Islam terbagi antara Islam bagian Arab yang berpusat di Mesir, dan Islam bagian Persia. Mesir, berpusat di Mesir, terdiri dari orang Arab, Irak, Suriah, Palestina, Mesir, dan Afrika Utara. Islam di Persia meliputi Iran, beberapa negara di Balkan, Asia Kecil dan Asia Tengah. Sedangkan fase tiga kerajaan besar ditandai dengan tekanan kuat terhadap Kesultanan Utsmaniyah, Kesultanan Mughal dan kerajaan Syafavi. Selama periode ini, tiga kerajaan Islam mengalami keruntuhan militer dan politik karena konflik dengan orang Eropa dan India.
Akibatnya, perhatian terhadap ilmu pengetahuan menurun, yang berujung pada kemunduran peradaban Islam.
Era Modern Setelah Abad Pertengahan, seiring dengan merosotnya peradaban Islam, datanglah periode modern yang menandai kebangkitan peradaban Islam. Periode ini berlangsung sejak tahun 1800 hingga sekarang, dimana umat Islam mulai menyadari peradaban Barat yang lebih maju dan unggul. Periode modern ditandai dengan kebangkitan awal Islam dari awal 1800-an hingga 1960-an, ketika Islam melihat kebangkitan dari sudut pandang politik, militer, sosial dan budaya. Selanjutnya, kekalahan bangsa Arab melawan Israel pada tahun 1960-an juga menjadi salah satu poin yang menyadarkan umat Islam. Di zaman modern ini, refleksi filosofis dan metodologis sudah mulai berkembang untuk kebangkitan Islam di zaman modern ini. Referensi: Prof. dokter h Faisal Ismail, MA 2017. Sejarah dan budaya Islam klasik (abad ke-7-12 M). Sleman: IRCiSoD.
source:https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/10/130000879/periodisasi-sejarah-peradaban-islam?page=3
Ngapain Umrah, Toh Dosa Masih Banyak. Kalau menunggu suci untuk datang ke Baitullah, mungkin kita…
Umrah Itu Buang-Buang Uang, Lebih Baik Sedekah Saja. Jika semua harus diukur dengan logika ekonomi,…
Umrah Itu Cuma Gaya Hidup Orang Kaya. Kalau semua yang kaya pergi Umrah, apakah yang…
Saya Takut Umrah, Takut Nggak Diterima Allah. Kadang kita terlalu takut ditolak, padahal Allah sudah lama…
Buat Apa Umrah, Kan Haji Belum. Kadang bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita…
Saya Nggak Pantas Umrah, Saya Banyak Dosa. “Kadang bukan dosamu yang menghalangimu ke Baitullah, tapi…