Perjalanan Umroh Berziarah ke 8 Tempat Ziarah di Kota Madinah

Perjalanan Umroh  Berziarah ke 8 Tempat Ziarah di Kota Madinah

Perjalanan umroh kini akan menjelajah tempat-tempat ziarah di kota Mekkah. Ada beberapa tempat bersejarah di kota Madinah yang ramai dikunjungi para jamaah umroh. Beberapa tempat memiliki fadilah pahala yang sangat besar sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Tempat-tempat bersejarah tersebut ada yang di sekitar Masjid Nabawi, ada juga yang berada di luar kota Madinah. Ziarah ini sunnah jika Anda mendatanginya untuk melihat peninggalan sejarah perkembangan islam terutama di Zaman Rasulullah SAW guna meninggkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, namun jika ziarah tersebut diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang mendekati kesyirikan maka ziarah tersebut haram hukumnya. Oleh karena itu dalam perjalanan umroh seperti itu wajib ditinggalkan.
==================================================================

Informasi PAKET UMROH MURAH 2017 – 2018 – 2019, Biaya Mulai Rp18,9 Juta:

Hotline: H. Sudjono AF 081388097656 (WA)

==================================================================
Memang dalam ziarah perjalanan umroh perlu berhati-hatilah dengan ziarah-ziarah yang Anda lakukan selama di Tanah Suci. Ambillah hikmahnya tetapi jauhilah perbuatan syirik seperti mengkultuskan tempat-tempat tertentu dan berdoa di dalamnya untuk mendapatkan berkah dari tempat tersebut. Apalagi sampai membawa sesuatu dari tempat tersebut, mengusap-usap tempat tersebut atau barang-barang yang ada di tempat tersebut. Jika ziarah ini dilaksanakan guna menambah keimanan dan keyakinan akan kebenaran ajaran-ajaran islam sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW maka ziarah tersebut hukumnya sunnah.
Oleh karena itu ziarah selama perjalanan umroh tersebut haruslah dilandasi niatan yang benar jangan sampai kita melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengarahkan perbuatan tersebut kepada kemusyrikan, semuanya itu adalah perbuatan syirik, maka haramlah ziarah-ziarah tersebut. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hambanya selama tidak melakukan perbuatan syirik.

Tempat-tempat bersejarah di Kota Makkah yang perlu diziarahi selama perjalanan umroh:

1. Di Masjid Nabawi dan sekitarnya
a. Masjid Nabawi
Shalat di dalam Masjid Nabawi ini memiliki nilai keutamaan yang sangat tinggi sebagai mana sabda Nabi SAW: ” Shalat di masjidku ini (masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Hakim).
Luas masjid Nabawi waktu di bangun Rasulullah SAW 2.475 m2. Kemudian diperluas lagi oleh Khalifah Umar bin Khattab 1.100 m2, diperluas lagi oleh Utsman bin Affan 496 m2. Kemudian terakhir diperluas lagi oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz hingga luasnya sekarang 165.000 m2.
Jamaah umroh bisa bayangkan fadilah pahala 1000 kali bila sholat di Masjid Nabawi. Jadi jangan tinggalkan melakukan sholat wajib di Masjid Nabawi secara berjamaah. Tentunya juga sholat-sholat sunah, berdzikir dan membaca Al Qur’an.
b. Raudhah – Bagian Taman Surga 
Raudhah adalah suatu tempat di dalam Masjid Nabawi yang letaknya antara makam Nabi Muhammad SAW dan mimbar. Letak raudhah ditandai dengan tiang-tiang warna kuning keemasan serta karpetnya berwarna bunga-bunga hijau. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 m dan dari arah utara ke selatan sepanjang 15 m.
Raudah adalah tempat yang makbul untuk berdoa. Oleh karena itu, tempat ini paling ramai “diserbu” jamaah umroh dan haji. Mengingat luas raudhah yang relatif sempit, sementara jamaah umroh dan haji yang ingin bermunajat ribuan maka di tempat ini selalu penuh sesak. Tak jarang jamaah umroh dan haji kesulitan untuk rukuk atau bersujud.
Bersyukur bila Anda bisa sholat dan munajat di dalam raudhoh. Karena memang banyak jamaah umroh dan haji bermunajad dan larut dalam khusuk. Sebagian besar dan mereka juga melelehkan air mata, bahkan menangis.
Setelah ziarah ke raudhoh umumnya jamaah umroh melakukan ziarah ke makam Rasululloh SAW, karena posisi raudhoh bersebelahan dengan makam Rasulullah SAW.
c. Makam Rasulullah SAW
Di Masjid Nabawi ini terdapat makam Rasulullah SAW, Abu Bakar As Shiddiq dan Umar bin Khattab. Kalau jamaah umroh berada di luar masjid Nabawi, sebelah timur, maka posisi makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya tepat di bawah kubah hijau. Di Makam Rasulullah inilah kita disunnahkan mengunjungi dan menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW akan menjawab salam siapapun yang memberikan salam kepadanya.
Makam Rasululloh SAW saat ini sudah ditutup dengan beton persegi yang dinding luarnya diukir. Bangunan pelindung tersebut bersatu dengan pelindung makam Abu Bakar As Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Kadang ada jamaah umroh yang berlebih-lebihan ketika dekat dengan makam Rasululloh SAW. Kadang ada yang mengusap-usapkan jubah atau surbannya. Ada yang mencium-ciumnya batas makam. Harap dihindari karena ini bisa mendekati perbuatan syirik. Oleh karena itu para penjaga yang biasa kita sebut askar, selalu mengusir jamaah yang berusaha melakukan hal tersebut.
 “Haj, haram! Haram!” ujar penjaga sambil mengusir jamaah.
d. Makam Baqi’
Makam Baqi’ terletak di sebelah timur Masjid Nabawi merupakan pemakaman  tertua sejak zaman jahiliyah hingga sekarang. Disitulah makam para sahabat dan keluarga Nabi SAW dimakamkan antara lain: para Istri Nabi yaitu Aisyah RA, Ummi Salamah, Juwariyah, Zainab, Hafsah binti Umar bin Khattab dan Mariyah Al Qibtiyah R.A. Putra-putri Nabi SAW: Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab bin Ummu Kulsum. Ibu sesusuan Nabi yaitu Ruqayyah Halimatus Sa’diyah. Para sahabat Nabi: Utsman bin Affan, Abu Ummah, Hasan bin Zarrah dari kaum Anshar dan Usman bin Maz’un dari Muhajirin.
Sebelumnya jamaah haji dan umroh yang meninggal di Madinah juga dimakamkan di sini, namun sejak beberapa tahun lalu tidak lagi. Jamaah haji dan umroh yang meninggal dimakamkan di luar Madinah.
 Namun jangan kaget. Makan di Tanah Suci sangat berbeda dengan makam-makam di Tanah Air. Makam di Tanah Suci tidak ada bangunan apapun, termasuk nisan bertulis. Hanya ada seonggok batu saja sebagai tanda bahwa hal tersebut adalah makam.
Jadi jamaah umroh dan haji tidak akan mengetahui dimana posisi makam Ibunda Aisyah RA, Umi Salamah, makam putrid-putri Rasulullah SAW, dan makam para sahabat. Hanya jamaah umroh dan haji laki-laki saja yang bisa masuk ke areal makam. Sedang jamaah perempuan tidak diijinkan masuk. Jadi ya, cukup mendoakan mereka dari luar areal makam.
Bila beruntung jamaah bisa mendapatkan pembagian buku tatacara berziarah dan terjemah alquran berbahasa Indonesia di loket informasi. Di dekat kantor informasi juga bisa dilihat silsilah keluarga Rasulullah SAW dari beberapa bahasa. Sayangnya belum ada bahasa Indonesia.
d. Museum Asma’ul Husna
Museum Asma’ul Husna atau tertera di brosurnya  sebagai “The Beautiful Names of  Allah Exhibition” ini berdekatan dengan pintu gerbang no.13 Masjid Nabawi atau sebelah barat masjid. Waktu bukanya jam 09.00 – 14.00 dan 16.00 – 21.00 malam.
Di museum ini jamaah umroh bisa menyelami makna 99 asma’ul husna yang di panjang sepanjang dinding. Berbagai informasi keunikan fenomena alam semesta dalam bentuk poster-poster besar dan video. Misalnya pohon raksasa yang berumur ribuan tahun, keunikan ikan hiu raksasa yang ternyata muncul kepermukaan air sebanyak 5 kali setiap hari, aliran lava di tengah lauh yang tidak padam dan keunikan fenomena alam lain. Terakhir jamaah umroh bisa beli DVD nya untuk oleh-oleh. Info lengkapnya bisa jamaah lihat di www.samayaholding.com
2. Di Sekitar Kota Madinah
a. Masjid Quba’
Masjid Quba’ adalah masjid yang pertama kali didirikan Nabi Muhammad SAW ketika tiba dari Hijrah dari Makkah ke Madinah. Letaknya sekitar 5 Km arah barat daya Madinah. Di Masjid inilah untuk pertama kalinya shalat berjamaah dilakukan secara terang-terangan.
Keutamaan masjid Quba ini seperti yang disebutkan dalam Hadits Nabi SAW: “Siapa saja yang bersuci dari rumahnya. Kemudian datang ke Masjid Quba’ dan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah.” (HR. Ahmad Nasa’i, Ibnu Majah, Hakim). Dengan begitu jamaah umroh hendaknya tidak melewatkan ziarah ke masjid Quba ini untuk meraih fadilah sama dengan satu kali pahala umroh. Dan ini yang juga menarik, biasanya di sekitar masjid Quba ini ada yang jualan kurma ajwa dengan harga murah he..he.. Kalau di kebun kurma atau took-toko di mal deket hotel harga sekitar 90-100 Real, di sini kurma ajwa dijual sekitar 60-70 Real saja per kilogram.
b. Masjid Qiblatain
Masjid ini mula-mula dikenal bernama Masjid Bani Salamah. Letaknya sekitar 5 Km barat daya Madinah, berdekatan dengan Masjid Quba’. Pada permulaan islam, orang melakukan shalat menghadapkan qiblatnya ke Baitul Maqdis, Masjidil Aqsha.
Pada Tahun ke-2 H, hari Senin, bulan Rajab, ketika Rasulullah SAW sedang Sholat Dhuhur, setelah dua rakaat,  tiba-tiba turun wahyu Surat Al Baqarah 144 agar Rasulullah SAW merubah arah qiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Masjidil Haram, akhirnya Rasulullah memutar 180 derajat mengarah ke Masjidil Haram. Karena itulah Masjid ini dikenal dengan nama masjid Dua Qiblat (qiblatain).
Saat ini yang jamaah umroh bisa kita lihat hanya arah kiblat ke Masjidil Haram, sedang arah kiblat ke Masjidil Aqsha sudah tidak terlihat. Hal ini berkaitan dengan adanya gerakan sholat pindah kiblat yang dilakukan beberapa jamaah tertentu bila sholat di masjid ini beberapa waktu lalu, dengan alasan mengikuti sunnah Rauslullah SAW. Namun hal itu tidak dibenarkan oleh para ulama dan pemerintah menutup rapat arah kiblat Masjidil Aqsha sehingga tidak bisa dilihat lagi. Pemerintah juga melarang jamaah melakukan kegiatan sholat dengan dua arah kiblat.
c. Jabal Uhud
Letaknya juga sekitar 5 Km dari Masjid Nabawi. Di tempat inilah pada zaman Nabi Muhammad SAW pernah terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan kaum quraisy. Pada awalnya kaum muslimin mendapatkan kemenangan tetapi karena tentara muslimin tergiur dengan harta rampasan perang dan tidak mematuhi perintah Nabi SAW, akhirnya tentara muslimin mengalami kekalahan.
Disanalah sekitar 70 orang para suhada gugur termasuk paman Nabi SAW, Sang Singa Padang Pasir, Sayyidina Hamzah RA terbunuh. Disunnahkan ketika berziarah ke Jabal Uhud ini kita memberi salam kepada para syuhada Uhud serta mendoakannya. Di areal pemakaman ini jamaah umroh tidak bisa masuk ke dalam. Jadi hanya bisa mengintipnya dari luar saja. Ada yang unik juga di areal makam ini, yaitu para pemandu selalu siap untuk membantu jamaah umroh memimpin doa dan berikutnya meminta tips.
Itulah 8 tempat ziarah di sekitar kota Madinah yang bisa dikunjungi jamaah umroh. Lokasi ziarah lain akan kami sampaikan secara berkala di web www.perjalananumroh.com ini.
===============================================================================
Informasi UMROH MURAH:
Risalah Madinah Travel, Saladin Square B-12, Jl. Margona Raya No.39
Seberang ITC-Terminal Depok, Depok, Jawa Barat.
Hotline: H. Sudjono AF 081388097656 (WA)

Similar Posts:

One thought on “Perjalanan Umroh Berziarah ke 8 Tempat Ziarah di Kota Madinah”

  1. I do not even know how I ended up here, but I thought this post was good.
    I do not know who you are but definitely you’re going to a famous blogger if you aren’t already 😉 Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *