Adab Tatacara dan Doa-doa Ziarah Dalam Rangkaian Ibadah Umroh Haji . Bagaimana aturan atau tata krama kita berziarah, terutama ziarah kubur? Soal ziarah kubur ini semula Nabi saw melarang umat islam berziarah kubur, tetapi setelah umat islam dinilai kuat imannya, beliau menganjurkan dan mengizinkannya.
Secara khusus Nabi saw menganjurkan umat islam ziarah ke Masjidil Nabawi selain ke Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Tata cara ziarah kubur adalah sebagai berikut.
Assalamu’alaikum yaa ahlal qubuur.
Atau
Assalamu’alaikum ya…………………………….(dengan menyebut namanya)
“Ya Allah ampunilah mereka, rahmatilah mereka, afiatkan dan maafkanlah mereka, muliakanlah tempat datang mereka, dan luaskanlah pintu masuk mereka”.
Beberapa hal yang hendaknya dilakukan dalam berziarah, menurut madzhab empat fuqaha adalah:
“Assalamu’alaikum, wahai penghuni tempat kaum mu’minin, dan sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian”. (HR Muslim)
Para ulama bersepakat manfaat hal ini atas dasar firman Allah swt,
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muibadah hajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun Lagi Maha Penyayang”. (al-Hasyr : 10)
“Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk menerima pahala mereka dan janganlah Engkau menimpakan musibah kepada kami setelah kematian mereka”. (HR Abu Dawud)
Adapun hal-hal yang hendaknya dihindari oleh peziarah, menurut fuqaha adalah sebagai berikut ini.
Menurut jumhur fuqaha, antara lain Imam Syafi’i, an-Nakha-i, al-Laits bin Sa’ad dan Imam Ahmad bin Hanbal, bahwa hukum duduk diatas kuburan adalah makruh. Sementara Ibnu Umar dari kalangan sahabat, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik berpendapat bahwa duduk diatas kuburan, hukumnya boleh.
Menabur bunga dan menyiramkan air ke kuburan sebagaimana biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat, tidak pernah dipraktikkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Ketika berziarah ke tempat-tempat bersejarah, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah dan seluk-beluk tempat tersebut. Misalnya ketika berziarah ke bukit Uhud, sebaiknya kita sudah mempelajari sejarah Nabi tentang Perang Uhud, apa yang terjadi disana dan kandungan yang terbetik pada peristiwa tersebut. Ketika kita ziarah ke pemakaman Ma’la di Mekah, kita tahu siapa-siapa saja orang terkenal yang dimakamkan disitu. Demikian pula makam Baqi’ di Madinah. Ketika berziarah atau shalat di Masjid Jin kita tahu mengapa masjid ini dinamakan masjid Jin. Demikian juga Masjid Syajarah, Masjid Kucing, Masjid Qiblatain. Dengan kita mengetahui sejarah dan seluk-beluk tempat tersebut maka ziarah lebih berkesan secara mendalam.
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…