Bayangkan Diri Thawaf dan Sholat di Masjidil Haram Dalam Haji dan Umrah

Bayangkan Diri Thawaf dan Sholat di Masjidil Haram Dalam Haji dan Umrah. Membayangkan diri saya melaksanakan thawaf dan sholat di Masjidil Haram dalam rangkaian haji dan umrah saja sudah merupakan kenikmatan tersediri. Kegiatan ini, kata para trainer LOA adalah bagian dari afirmasi sebuah doa. Suatu cara untuk meresapkan doa kita agar sampai ke alam bawah sadar, sehingga seluruh sel dan organ tubuh ini mendukung serta mengaamiinkan doa kita.

Bersama seluruh kru KATV, saya menyiapkan semua perlengkapan acara shooting atau pengambilan gambar audio video di Hotel Sofyan, Gondangdia, Jakarta. Salah satu properti yang kami pasang sebagai background panggung adalah gambar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam poster besar.

Membayangkan thawaf, rukuk dan sujud di halaman Baitullah Masjidil Haram

 

Usai setting panggung, saya duduk di depannya sambil memandangi background poster kedua masjid indah nan megah itu. Saya tak henti-henti memandanginya. Terasa teduh dan nyaman di hati. Terasa ada getaran yang menyentak-nyentak. Saya pun mendekat dan melihat lebih lekat masjid agung tersebut. Saya membayangkan: Wah… nanti saya masuk ke masjid suci ini, lewat pintu mana ya, saat haji dan umroh?

Seorang teman kru, Kang Sofyan, ikut mendekat. “Pingin ya Pak, bisa segera sholat di dalamnya?” tanyanya antara canda dan sungguhan.

“Ya.., iyalah.” jawabku cepat sambil menoleh kearahnya. “Apa sanpeyan nggak pingin?”

Kang Sofyan tertawa perlahan mendengar pertanyaan saya. “Ya…, pingin juga Pak. Tapi entahlah”, jawabnya sambil menggaruk-garuk kepala.

Afirmasi Bayangkan Diri Thawaf dan Sholat di Masjidil Haram

Tentu saja setiap muslim mendambakan banget bisa sholat di kedua masjid ini dalam rangkaian haji dan umrah. Bisa kirim salam kepada Rasulullah Muhammad SAW di masjid Nabawi. Bisa berdoa di raudhah yang disebut sebagai taman surga. Bisa rukuk, sujud dan ibadah penuh khusuk di dekat Baitullah. Melakukan thawaf, shalat di dekat Maqam Ibrahim, sholat di Hijir Ismail dan berdoa di Multa’jam. Atau minum air Zamzam sambil menghadap Ka’bah. Apalagi bisa mencium Hajar Aswat. Wow…Tentu dahsyat!

Usai acara shotting, saya segera menyalami pemberi ceramah dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, karena acara pengambilan gambar berjalan lancar. Pak Ustadz menyampaikan hal yang sama. Kami pun terlibat perbincangan seputar acara penanyangan program tersebut. Saya juga menjelaskan panjang lebar kegiatan KATV yang memang masih asing bagi Pak Ustadz.

Mas Djono sendiri tahun berapa haji dan umrahnya?” tanya Pak Ustadz tiba-tiba.

Insya’ Allah, Pak Ustadz! Jika Allah telah mencukupkan biayanya,” jawab saya sambil tersenyum sebagai ganti jawaban: saya belum haji dan umrah. “Mohon doa restunya Ustadz!”

Pak Ustadz memahami jawaban saya, tapi sedikit meleset. “Sudah setor ONH (Ongkos Naik Haji), kan?”

Insya’ Allah, Pak Ustadz! Saya segera setor setelah Allah mencukupkan jumlahnya,” jawab saya sama sebagai ganti jawaban: saya belum setor ONH. “Mohon doa restunya!”

Pak Ustadz tampak agak kecewa dengan jawaban saya. “Tapi sudah berniat haji dan umrah kan..?” tanyanya lagi menghibur.

Alhamdulillah. Insya’ Allah sudah mantap untuk haji dan umrah Pak Ustadz!” kata saya bersemangat.

Alhamdulillah. Saya turut bersyukur. Sebab celakalah kita sebagai muslim bila niat untuk berhaji dan umrah saja belum punya. Sebagian besar baru di tingkat sekedar pingin. Mudah-mudahan Mas Djono segera berangkat ya!”

“Aamiin, aamiin, aamiin. Ya Rabbal Alamin.”

Poster gambar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bekas acara shooting saya rapikan dan saya bawa ke kantor. Keduanya saya pajang di ruang kerja. Dengan begitu setiap hari saya bisa memandanginya, baik secara sengaja maupun sepintas sambil lewat. Bahkan saya sering “memelototi” kedua gambar masjid tersebut dan berguman dalam doa. “Ya Allah, ijinkan hambamu rukuk, sujud, dan ibadah di kedua masjid agung-Mu dalam rangkaian haji dan umroh. Cukupkanlah rezeki hambamu agar bisa berangkat ke tanah Haram-Mu atas keridlaan-Mu. Aamiin…”

Nah, bersamaan lantunan doa dalam hati tersebut, saya berusaha membayangkan dan menikmati tubuh phisik ini berada diantara orang-orang yang sedang sujud, diantara orang-orang yang sedang thawaf, juga diantara orang-orang yang sedang berdoa khusuk di sana. Di dalam aula besar Masjid Nabawi. Di halaman luas yang melingkari Baitullah. Bahkan di tingkat teratas Masjidil Haram.  “Ah.., betapa nikmatnya”.

Anggap Sebagai Doa Segera Berangkat Haji dan Umrah

Kadangkala saya ketahuan temen di kantor saat sedang melantunkan doa khusu’ tersebut. Mereka pun berkelakar, “E..hem.., sudah ngebet naik haji dan umroh niye…” Atau ledekan lain, “Wah, sebentar lagi dipanggil Pak Haji dong atau sekarang aja manggilnya Pak Haji ya?”

Sering di dalam rapat-rapat perusahaan, setiap waktu saya untuk memberikan penjelasan terhadap program-program perusahaan, saya dipanggil begini: Silakan kini Pak Haji Djono untuk memberikan penjelasan detail terhadap programnya”. Saya malah tersenyum bahagia diledek begitu karena saya anggap mereka sedang mendoakan saya untuk segera berangkat haji dan umrah.

Iya kan?

(Bersambung)

Sudjono AF

admin

View Comments

    • Waalaikumusalam..
      Alhamdulillah semoga selalu sehat bersama keluarga dalam lindungan Allah SWT aamiin
      Silakan..
      Wassalam
      H Sudjono AF

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago