Categories: Ibadah Haji

Doa Di Bukit Shafa Dan Marwa

Doa Di Bukit Shafa Dan Marwa

Doa Di Bukit Shafa Dan Marwa. Naik Bukit Shafa Dan Marwa, Do’a Di Atas Dua Bukit, Berlari Kecil Antara Dua Tanda, Dan Kesalahan Yang Terjadi

Tersebut dalam hadits shahih dari Rasulullah  bahwa ketika mendekati bukit shafa beliau membaca:
إن الصفا والمروة من شعائر الله
“Sesunguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah.” (Al-Baqarah : 158)

Kemudian naik ke atas sampai dapat melihat Ka’bah, lalu memghadap Ka’bah, mengangkat kedua tangannya, membaca tahmid, dan berdo’a apa saja yang di ingini. Mengesakan dan membesarkan Allah, dan mengucapkan :

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر، لا إله إلا الله وحده، أنجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَه وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه.

“Tiada tuhan (yang haq untuk disembah) kecuali Allah semata, yang tiada sekutu bagiNya. Hanya bagiNya segala kerajaan, dan hanya bagiNya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan (yang haq untuk disembah) selain Allah semata, yang menepati janjiNya, dan memenangkan hambaNya serta menghancurkan golongan kafir, dengan tanpa dibantu siapapun.”

Berdo’a setelah itu, lalu membaca bacaan seperti di atas tiga kali. Kemudian turun sambil berjalan biasa. Saat kedua telapak kakinya menginjak tengah lembah (antara dua tanda hijau), beliau berlari kecil sampai melewatinya, lalu berjalan biasa sampai ke bukit Marwa, dan melakukan seperti yang beliau lakukan di atas bukit Shafa.

 

Kesalahan Pelaksanaan Doa Di Bukit Shafa Dan Marwa

Kesalahan Pelaksanaan Doa Di Bukit Shafa Dan Marwa

Kesalahan yang biasa dilakukan oleh sebagian orang yang sedang melakukan sa’i di sini adalah bahwa ketika naik ke bukit Shafa dan Marwa mereka menghadap Ka’bah, bertakbir tiga kali dan mengangkat tangan sambil mengisyaratkan dengan tangan mereka sebagaimana mereka lakukan dalam shalat, kemudian turun dari bukit. Hal ini bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Untuk itu, hendaknya mereka melakukan sesuai dengan sunnah jika mungkin, atau meninggalkan kesalahan tersebut dan tidak megada-ada sesuatu perbuatan yang belum pernah dilakukan olen Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Kesalahan yang lain; mereka berlari kecil mulai dari shafa sampai Marwa dan dari Marwa ke Shafa. Hal ini bertentangan dengan sunnah Rasulullah. Karena lari kecil (menurut sunnah) hanya dilakukan pada dua tanda hijau saja, sedang sisanya hanya dilakukan jalan biasa. Hal ini sering terjdi mungkin karena ketidakmengertian atau karena tergesa-gesa ingin segera selesai sa’i. Wallahul Musta’an.

 

Sumber bacaan:
MANASIK HAJI DAN UMRAH
&
Beberapa Kesalahan Yang Dilakukan Sebagian Jama’ah

oleh
Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin

Penerjemah
Aman Nadir Saleh
Editor
Muhammad Yusuf Harun, MA.
Munir Fuadi, Lc.
Muh.Muinuddin Basri.

 

admin

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago